
Varrel melakukan motornya dengan kecepatan tinggi ,ntah kemana arah tujuannya yang jelas dia ingin menenangkan pikirannya yang sedang kalut .
2 jam berputar-putar Varrel menghentikan motornya di sebuah danau yang indah dan menyejukkan hati . Varrel duduk di salah satu bangku pinggir danau tersebut, wajahnya menengadah keatas ia menghirup udara dalam-dalam berharap pikirannya kembali tenang .
Dia memikirkan hal-hal yang baru saja terjadi dalam hubungan nya dengan Vania , dari semenjak dia pulang ke negaranya ,kesibukan masing-masing buang membuat mereka jarang berkomunikasi , membuat ia menyiapkan kejutan yang berakhir seperti sekarang .
" Huh "
Mungkin dia yang terlalu egois tak bertanya apapun pada Vania , tapi situasi lah yang membuatnya tak ingin bertanya apapun ,cukup dengan apa yang ia lihat . mungkin salah karena tak meminta penjelasan kekasihnya, tapi kembali lagi melihat usahanya yang ingin membahagiakan kekasihnya malah di suguhkan dengan pandangan yang menyesakkan , Setelah cukup lama tak bertemu ,rasa rindu itu berubah menjadi rasa kesal , cemburu ,dan ntah lah ! yang pasti untuk saat ini dia hanya ingin sendiri sampai nanti dia sendiri yang akan meminta penjelasan pada kekasihnya itu .
Setelah merasa cukup tenang varrel memutuskan untuk kembali ke apartemennya, tapi setibanya di apartemen Varrel mendapati Vania sedang duduk di ruang tv menunggu dirinya . Sedikit terkejut tapi dia memilih untuk mengabaikan keberadaan Vania .
" Bee , kau sudah pulang?" tanya Vania langsung berdiri menghampiri varrel begitu melihat varrel kembali .
Tak ada jawaban apapun dari Varrel ia berjalan begitu saja kekamar nya untuk membersihkan diri .
Vania hanya bisa menghela nafas mendapat perlakuan seperti itu. Cukup lama Vania menunggu Varrel tak kunjung keluar dari kamar , Vania memberanikan diri Untuk memanggil Varrel di kamar nya .
tok tok tok
" Bee !! " panggil Vania sambil mengetuk pintu kamar itu
" Bee !!" panggil Vania lagi ,tapi tak ada jawaban apapun dari dalam .
" Huh " Vania menghela nafas berat dan memberanikan diri membuka pintu kamar tersebut perlahan tangannya mengulur menarik handle pintu dan menjulurkan kepalanya kedalam guna melihat apa yang di lakukan varrel .
Matanya menatap sekeliling kamar tapi tak mendapati kekasihnya di sana, Vania memberanikan diri untuk masuk kedalam kamar mencari varrel , terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi menandakan bahwa Varrel sejak tadi belum selesai membersihkan diri.
" Kenapa dia mandi lama sekali ?ya sudah lah aku akan tunggu di luar saja " gumam Vania hendak berbalik keluar kamar , Tapi belum sempat ia keluar , Pintu kamar mandi lebih dulu terbuka .
"Sedang apa kau disini ?" tanya Varrel dengan nada dingin
Deg
Vania terkejut juga sesak mendengar nada dingin kekasihnya yang tak pernah ia dapatkan selama mereka menjalin hubungan . Vania memejamkan matanya sejenak dan berbalik menatap Varrel
" Astaga !!" Spontan Vania berbalik lagi dan menutup wajahnya mendapati Varrel yang hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya.
" A... aku ... Aku hanya ingin mengajak makan malam " Jawab Vania gugup
" Aku tidak lapar " kata Varrel sambil mengambil pakaian di dalam lemari dan kembali masuk kedalam kamar mandi berganti pakaian .
Mendengar jawaban kekasihnya, Vania jelas sedih tapi ia menyingkirkan ego nya dan menunggu varrel agar mereka bisa bicara baik-baik , Vania tidak ingin masalah mereka berlarut-larut panjang dan membuat hubungan mereka mempunyai jarak . sambil menunggu Varrel ,Vania duduk di sofa Kamar itu ,kalau ia menunggu di luar ia tidak yakin jika Varrel akan keluar kamar .
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka , menampakkan Varrel yang sudah lengkap dengan pakaian nya .
Mata varrel tertuju pada Vania yang masih berada di dalam kamar nya
" Kenapa kau masih disini , pulanglah !! aku lelah mau istirahat " Ujar Varrel dengan nada datar nya
Vania menghela nafas dan berjalan menghampiri Varrel yang hendak merebahkan tubuhnya , Vania memegang tangan Varrel dan duduk di tepi ranjang disebelah varrel .
" Kenapa kau seperti ini ? Apa aku membuat kesalahan ? Jika iya ! Tegur aku agar aku tau dimana letak salah ku , Jangan menghindar atau mendiamkan karena itu tak akan menyelesaikan masalah kita " Vania berkata sambil menatap kedalam mata varrel dengan sendu
" Kau tidak salah apapun , aku hanya lelah , lebih baik kau pulang " jawab Varrel mengalihkan pandangannya dari Vania
Vania menghela nafas mendengar perkataan varrel .
" Aku tidak akan pulang jika kau masih seperti ini " Saut Vania kemudian
" Jangan keras kepala !! kau tidak takut berada di dalam kamar pria dan hanya berdua seperti ini ?" tanya Varrel yang kini menatap tajam ke arah Vania
" Aku tidak takut ,jika pria itu dirimu ! Aku percaya kau tidak akan melakukan hal yang dapat merusak ku " jawab Vania penuh keyakinan
" Cih !! " Varrel Tersenyum sinis mendengar jawaban vania " Jangan terlalu percaya atau kau akan kecewa , bagaimana pun aku ini lelaki normal kalau kau lupa "
Vania menelan ludahnya kasar dan menatap Varrel tak percaya berkata seperti itu .
" Tapi aku percaya kau tidak akan melakukan hal itu padaku " jawab Vania yakin , Vania menggenggam tangan Varrel dengan lembut
" Aku tau kau marah padaku , Maafkan aku jika saat kau pergi aku tidak bisa menemuimu waktu itu, dan maaf jika tanpa sengaja aku menyakitimu Tapi tolong katakan apa kesalahanku hingga kau bersikap seperti ini " Ujar Vania benar-benar tak tau lagi apa yang harus ia lakukan .
__ADS_1
" Baiklah jika kau ingin tau , sebelum itu aku ingin bertanya padamu , Ada hubungan kita apa kau dengan Jonathan mahasiswa baru itu ? "
Deg
Kini Vania tau dimana letak masalahnya .
" Aku hanya berteman dengannya !" jawab Vania jujur
" Berteman ? " Varrel menaikan sebelah alis nya menatap Vania tak percaya " Bahkan dengan Ezhel dan Aiden kau tidak sedekat dan seceria itu saat bersama mereka ! " Jawab Varrel karena itu memang benar adanya
" Aku juga tak tau , tapi jo selalu bisa membuat aku merasa nyaman dan tertawa, mungkin karena dia mempunyai energi positif hingga membuat orang disekitarnya merasa bahagia " jawaban Vania mampu membuat Varrel kembali diliputi emosi ,tapi pria itu masih bisa menahannya
" Apa kau menyukainya ?" tanya Varrel kemudian
" Iya , karena dia teman ku ! " Jawab jujur Vania
" Kalau begitu pergilah kepada teman mu itu dan jangan menemui ku lagi !!" Ujar Varrel penuh penekanan ia menghempaskan tangan Vania yang sejak tadi memegang tangan nya .
" Apa yang kau katakan ??" Tanya Vania tak mengerti
" Bukankah kau lebih bahagia bersama pria yang kau sebut teman ? Maka pergilah bersama nya ! maaf jika aku tidak bisa membahagiakan mu selama ini " Varrel mengepal kuat tangannya menahan sesak serta emosi dalam dirinya
" Apa maksud mu ? Apa kau marah hanya karena aku berteman dengannya ? Dia memang teman ku dan aku menyukainya sebagai teman ,tapi kau lah yang aku cintai , kenapa kau berkata seperti itu , seolah kau menyuruhku pergi dari hidupmu ?" Tanya Vania dengan mata yang sudah berkaca-kaca
" Tapi tidak ada yang namanya teman sedekat itu antara pria dan wanita , kau lihat kita ?? Kita awalnya berteman dekat bukan ? Sekarang apa yang terjadi ? kau dan aku jadi sepasang kekasih ! " Seru Varrel dengan emosi yang hampir meluap
" Tidak kah kau pikirkan kekasihmu saat Ia dengan bahagia ingin bertemu dan memberi kejutan pada kekasihnya malah dia yang di buat terkejut karena melihat kekasihnya itu berpelukan dengan pria yang ia sebut teman ? bagaimana jika kau yang melihat itu semua Vania !" kini Varrel benar-benar menumpahkan emosi serta kekesalannya
Vania masih berusaha mencerna ucapan varrel
ingatannya kini mengingat kejadian dimana ia tersandung dan berakhir memeluk Jonathan , Apa Varrel melihat nya saat itu ? Dan apa hal itu ya g membuat nya salah paham ? Wajar saja dia marah , Di saat lelah dia masih menyempatkan untuk menyiapkan kejutan serta pertemuan dengan nya dan malah melihat dirinya berpelukan dengan pria lain .
Vania meraih tangan Varrel dan menatap kekasihnya yang sedang di liputi rasa emosi .
" Bee , Kau salah paham dengan hal itu , kemarin dia mengantar ku pulang , saat itu aku tidak sengaja tersandung dan jatuh memeluk nya , sungguh aku tak ada hubungan apapun dengannya selain teman , Maaf jika mengacaukan kejutan yang kau buat , maafkan aku !!" Vania sungguh menyesalkan yang telah terjadi ,tapi mau bagaimana ? dia juga tidak tau jika hal itu akan terjadi . Varrel diam tak membalas perkataan Vania , Ia masih tak mau menatap kekasihnya itu
" Bee !! jangan marah lagi, aku sangat merindukan mu ! aku berjanji akan menjaga jarak dengan Jonathan jika kau tak menyukai pertemanan kami maka aku akan menjauh darinya , Maafkan aku " Vania tak bisa lagi menahan air mata nya melihat sikap dingin Varrel , ia memeluk Varrel dan membenamkan wajahnya di dada bidang Varrel , walau tak mendapat balasan Vania tetap tak melepas pelukannya itu .
Ibu jari Varrel dengan lembut mengusap pipi Sang kekasih yang basah karena air mata .
" Jangan menangis ! Aku tak bisa melihat mu menangis ! maaf kan aku yang terlalu cemburu akan hal itu dan membuat mu bersedih , Maaf ! jangan menangis lagi . hm " Vania mengangguk dan kembali memeluk Varrel , kini Varrel membalas pelukan Vania dan mengusap lembut rambut pendek Vania.
Tunggu !! Rambut pendek ? Varrel menyadari jika Vania memotong rambutnya menjadi lebih pendek sebahu .
" Kenapa kau memotong rambut mu ?" tanya varrel di sela-sela pelukannya
" Eh ... Aku lebih nyaman rambut pendek , Apa tidak pantas ?" tanya Vania
" Tidak, kau tetap cantik bagaimana pun itu asal itu dirimu " Jawab Varrel tersenyum ,godaan Varrel membuat pipi Vania merah karena malu juga senang
" Jangan marah lagi !" Varrel mengangguk sebagai jawaban nya .
**
Di Negara xx
Hari itu Fira dan Keanu sedang jalan berdua , setelah selesai kelas tadi Rafi dan Airin pulang lebih dulu ,ntah lah kemana mereka mungkin kencan !
" Kean Temenin ke toko buku yuk !" Ujar Fira pada Keanu sambil mereka berjalan ke parkiran
" Boleh , Tapi sudah ijin belum dengan bunda Jen ?" tanya Keanu
" Ia belum , sebentar aku telpon dulu " Fira mengeluarkan ponselnya dari dalam tas dan menghubungi Jen jika ia akan keluar bersama Keanu , Fira was-was Jen tak mengijinkan nya, mengingat hukuman nya belum selesa ,ujian saja belum .Jen mengijinkan jika itu Keanu ,ntah lah Jen sangat percaya pada pemuda tampan itu.
" Yeay , terima kasih bunda ! Assalamualaikum " Seru Fira setelah mendapat ijin dari Jen . Fira memasukan ponselnya kembali saat panggilan telah terputus .
" Gimana ?" tanya Keanu
" Boleh dong " jawab Fira ceria
Keanu melajukan mobilnya ke salah satu toko buku langganan mereka .Fira masuk lebih dulu atas perintah Keanu , karena Keanu akan memarkirkan mobil lebih dulu .
Saat sedang memilih buku Fira tak sengaja melihat 2 orang yang sangat ia kenal tapi mereka belum menyadari keberadaan Fira , Fira berbalik malas berurusan dengan wanita yang bersama Samuel itu .tapi saat Sang wanita yang tak lain adalah Vanya menyadari adanya Fira dia mencari cara membuat Fira kesal.
__ADS_1
Tampak Samuel sedang memilah Milah buku di tangannya , Vanya Melihat Fira hendak mengambil sebuah buku ,tangan Vanya dengan cepat mengambil buku itu juga ,tangan mereka sama-sama memegang buku tersebut . refleks Fira menatap pemilik tangan yang hendak mengambil buku yang sama dengannya .
"Cih !! wanita ini pasti sengaja " tapi tetap fira tak ingin mengalah karena dia membutuhkan buku tersebut .
" Heh !! lepasin tangan Lo ! ini gue duluan yang mengambilnya " ujar Vanya tak tau malu
" Jangan cari masalah , aku tidak ingin ribut , Lepaskan tangan mu " ujar Fira malas
" Tidak bisa !! aku duluan yang mengambilnya jadi kau yang harus melepaskan buku ini " Seru Vanya
" Astaga !! bisakah saat kau bertemu dengan ku tidak selalu mencari masalah?" tanya Fira dengan suara yang datar
" Kau yang selaluencari masalah dengan ku , apa susah nya kau lepaskan buku ini "
" Tidak ,aku sedang membutuhkan nya jadi kau cari yang lain saja !" jawab Fira tak mau kalah , mereka tarik-tarikan buku itu dan....
Srak
Buku tersebut berakhir sobek tak berbentuk .
" Ups!! sorry " Vanya menyeringai licik dan berbalik dari hadapan Fira ,Fira sudah kesal setengah mati dengan hal itu ,bukan masalah apa karena saat dia bertanya pada penjaga toko letak buku tersebut , dan penjaga toko memberi tau letak serta sisa buku tersebut yang hanya tinggal 1Pcs .
Dengan cepat Fira mencengkeram tangan Vanya dan menariknya hingga membuat gadis itu berbalik menghadap Fira .dengan keras juga Fira menghempaskan tangan Vanya membuat tangan Vanya terantuk rak buku
" Aww !!" teriak Vanya kesakitan membuat Samuel yang cukup jauh dari mereka mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang ia baca Prolog yang ada di belakang buku .
" Apa sih mau Lo hah !!" seru Fira tanpa memperdulikan sekitar ,ia malah mencengkeram kuat tangan Vanya yang sakit terantuk rak tadi. membuat Vanya berteriak kesakitan .karena imsudah sangat kesal karena buku tersebut buku materi yang akan ia pelajari nanti untuk tugas nya . bagaimana dia tak kesal , boleh keluar rumah oleh bundanya saja karena bersama Keanu tadi .
" Fira !! lepasin ! kamu gak liat dia udah kesakitan ? " Seru Samuel melepas tangan Fira dari cengkeraman nya
" Cih !!" Fira berdecih tak menyangka Samuel berubah sejauh ini semenjak datang nya wanita ular dihadapannya itu .
" Lalu masalah nya sama gue apa ? yang sakit dia kan bukan gue " jawab Fira enteng
" Aku gak nyangka Ra kamu berubah sekarang !" ujar Samuel menatap tak percaya pada Fira
" gue berubah ? bukan nya Lo yang berubah El ? Ternyata selama ini gue belum cukup kenal sama Lo begitu juga dengan Lo yang belum kenal gue , Gue gak mau bela diri cuma Lo pikir kenapa gue ngelakuin itu sama cewek Lo yang bermuka banyak ini !" tunjuk Fira tepat di wajah Vanya , malas berdebat Fira berbalik meninggalkan dua sahabat yang tak masuk akal menurut Fira . Keanu juga ntah kemana . menyebalkan !! pikirnya
Sepeninggalan Fira Keanu menghampiri Samuel yang masih mematung mencerna perkataan Fira.
" Sebelum Lo nuduh yang gak-gak sebaiknya Lo tanya lebih dulu apa yang terjadi ,asal Lo tau ! cewek Lo ini udah ngerusakin buku yang akan di ambil Fira untuk materi tugas kampusnya , Lo bisa liat itu ? " Ujar Keanu menunjuk buku yang berada di lantai dan sudah tak berbentuk " Dan Lo tau ? buku itu hanya tinggal satu-satu nya dan dia malah merusaknya , salah kah Fira marah pada nya ? pikirkan itu sebelum menuduh !" setelah berkata seperti itu Keanu berlalu menyusul Fira yang mungkin sudah menunggunya dengan kesal . .
Mendengar penjelasan Keanu , Samuel menatap tajam pada Vanya dan pergi meninggalkan gadis itu dengan kekesalan yang memuncak . tak memperdulikan Vanya yang berteriak memanggil namanya.
.
.
.
.
**Bersambung
Varrel
Vania
Keanu
Fira
Jangan lupa like comment n vote nya ya
Happy reading gays**
__ADS_1