
Setelah pemeriksaan Jen keluar dari ruangan itu ia berjalan menghampiri keluarga nya dengan wajah gusar karena Ginjal nya tidak cocok dengan Ken , Ia merogoh Saku nya menelpon Sam untuk mencari orang yang mau atau yang bersedia mendonorkan ginjal nya dengan kompensasi yang setimpal , Dan dokter memberi mereka waktu 1 hari mungkin setelah itu dia tidak bisa menjamin keselamatan Kenzo .
" Bagaimana sayang? " tanya derren yang di jawab gelengan oleh Jen , derren mengusap lengan Jen menenangkan istri nya itu .
" Kau harus tetap tenang , kita pikirkan ini bersama , bagaimana kata dokter tadi ?"
" Dia memberi waktu satu hari untuk kita mencari donor " Jen kembali mengutak Atik handphone nya memberi tahu Ara juga meminta nya mencari donor itu .
Begitu juga dengan derren ia menugas kan orang orang nya mencari dimana pun orang yang bersedia mendonorkan ginjal nya dengan kriteria setidaknya golongan darah mereka sama dengan Ken dan tidak punya penyakit apapun .
Jen memasuki ruang rawat kenzo , dilihat nya adik ya yang selama ini terlihat jahil dan ceria ternyata selama ini menanggung semua ini sendiri,tanpa terasa air mata nya menetes ini kali pertama ia menangis lagi setelah dulu saat perpisahan nya dengan Derren .
Jen mengusap lembut wajah Ken .
" Kenapa ? apa kau sudah tidak menganggap kakak mu ini lagi hmm ? " lirih nya bermonolog seakan Ken akan membalas ucapan nya
" Kau ingat dulu saat kita pertama kali bertemu ? Saat itu kau selalu saja mencerca ku dengan berbagai pertanyaan , Kau masih sekecil ini" ujar Jen mengangkat tangan nya seolah memberi tahu tinggi badan Ken saat itu " padahal umur mu sudah 13 tahun saat itu dan aku sudah 16 tahun , Dulu aku yang terpuruk karena meninggal nya mommy dan di tambah lagi dengan Daddy yang menikahi mama karena Daddy berfikir dengan menikahi nya ,mama akan bisa menggantikan kasih sayang mommy yang hilang untuk ku ,tapi tidak dia malah selalu menyiksa ku saat Daddy gak ada
saat itu aku yang tidak pernah memperdulikan mu karena aku berfikir jika aku dekat dengan mu mama akan semakin menyiksa ku , Tapi kau tidak pernah menyerah sedikit pun hingga kasih sayang itu hadir dengan ketulusan mu yang benar benar menyayangi ku sebagai saudari mu ,Ken Aku bahkan sudah melupakan kejadian pahit di dalam hidup ku ,aku tidak pernah lagi memperdulikan sikap kasar mama padaku karena ada nya kau , sayang bangun lah . Ken ...Ken " Jennie mengusap air mata nya kini dia menatap lekat wajah pucat Ken yang sedang berjuang untuk hidup nya .
" Ken kakak berjanji ,akan melakukan yang terbaik untuk mu , tunggu lah sebentar lagi Beby " Jen mengecup kening dan pipi Ken penuh kasih sayang ia Mencuci wajah nya terlebih dulu sebelum keluar dari ruang ICU tempat Ken di rawat .
" Mas Sampai besok tolong jangan ganggu aku dulu Titip Varo ,tunggu kabar dari ku , Sebentar lagi akan ada orang orang yang akan memeriksa kan kecocokan ginjal nya untuk Ken , Aku akan segera kembali " kata Jen pada derren
" Kau mau kemana " Jen tersenyum lembut
" Percaya pada ku .hmm !! Pa ma aku pergi dulu , letha jaga Ken untuk kakak dan sebentar lagi mungkin Daddy dan mama Ken akan datang " dan di angguki oleh mereka semua tapi sesaat Jen melihat ke arah varrel " Varrel !!!" panggil Jen dan Varrel seketika mendekat sang bunda " Kamu ikut bunda !!" tegas nya di Angguki varrel tanpa bertanya apa pun lalu berjalan keluar rumah sakit di ikuti Varrel di belakang nya .
Papa ,mama derren bertanya tanya apa yang akan di lakukan oleh Jen, Aletha memilih masuk menemani Ken di dalam sedang kan derren mengutak-atik handphone nya mengecek email yang dikirim sekertaris nya . tak berapa lama menunggu Ada beberapa orang yang akan melakukan tes , orang orang Jenni dan derren akan terus mencari sampai mereka mendapatkan yang cocok minimal dengan 50% kecocokan nya walau berisiko setidaknya masih besar kemungkinan untuk tubuh Ken menerima ginjal yang baru .
Tak tak tak
suara deru langkah kaki orang tua Ken menghampiri keluarga derren yang sedang menunggu di luar ruang ICU karena memang hanya boleh 1 orang uang masuk kesitu jadi mereka bergantian itu pun tak boleh lama karena akan mengganggu istirahat pasien .
" ren bagaimana ini bisa terjadi ? " tanya Rey Daddy Jen yang baru datang bersama istri nya mama Ken .
derren menarik nafas dalam sebelum menceritakan semua nya tapi tidak dengan kepergian Jen . ia tidak tau akan menjawab apa pada mertua nya karena memang dia juga tidak tau istrinya mau kemana yang ia tau Jen pasti sedang melakukan hal yang di luar nalar nya .
" Dad ,......" derren mulai memberi tahu kondisi Ken dan waktu mereka hanya sampai esok hari setelah nya dokter gak bisa menjamin keselamatan Ken ,karena memang sudah satu bulan ini keadaan Ken ngedrop tapi hebat nya dalam waktu setahun lebih Ken bisa menutupi keadaan nya .
Mendengar penuturan derren Seketika tubuh mama Ken menjadi lemas ,jika saja tak ada Daddy Ray yang menahan nya dia pasti sudah jatuh bersimpuh , air mata wanita paruh baya itu mengalir deras dada nya begitu sesak melihat kondisi putra kesayangannya terbaring lemah berjuang antara hidup dan mati .
" tenang ma ,Ken pasti akan baik baik saja " dan di angguki mama Ken .
" Pa aku akan mendonorkan ginjal ku untuk Ken, dia putra ku besar kemungkinan akan cocok dengan nya,kita gak punya banyak waktu lagi " ujar mama Ken sambil menangis .
" Tapi kamu punya riwayat hipertensi ma , Pasti gak akan bisa " ujar Ray
__ADS_1
" Benar ma apa kata Daddy , kita juga gak bisa ambil resiko untuk kesehatan mama" ujar derren menimpali
"Lalu kita harus bagaimana ? bagaimana bisa kita mendapatkan donor sampai besok sedangkan dokter dan Ken sudah mencari nya selama 1 tahun tapi tidak membuahkan hasil " kata mama Ken tersedu
" Kita harus yakin ma , Ken akan baik baik saja " ujar Ray menenangkan istrinya
sedangkan di ruang pemeriksaan banyak orang yang di periksa untuk kecocokan ginjal nya, dan hasil dari mereka semua akan di keluarkan besok karena untuk hari ini hanya akan melakukan pemeriksaan untuk orang orang itu .
Di tempat lain Jen sedang melampiaskan rasa yang ia rasakan , meluapkan semua nya sebelum ia bertindak ,dia sedang memainkan pistol nya di ruang berlatih markas black Devils dengan setia varrel mengikuti bunda nya karena sejak dari rumah sakit tadi sang bunda belum mengatakan apapun pada nya .
Dor Dor Dor
Suara tembakan terdengar nyaring di ruangan itu , tatapan mata Jen yang tajam seperti bisa menghunus orang , tidak ada satu pun dari mereka para anggota black devils baik itu Sam atau pun varrel putra kesayangannya tidak ada yang berani menanyai Jen sampai nanti Jen memberi perintah sendiri .
Clak clak .Jen menyimpan pistol itu di tempat nya lagi .
" Varrel ikut bunda , Sam kau juga " setelah
mengatakan itu Jen berjalan keruang kerja nya saat ini Mike sedang berada di Amerika ntah apa yang di lakukan pria tua itu disana pikir Jen .
Pertama kalinya Varrel memasuki ruang kerja bunda nya di markas itu ,tidak ada yang bisa masuk kesana kecuali Jen , derren dan Mike . karena untuk masuk kesana perlu sidik jari dan wajah mereka untuk membuka pintu utama ruangan itu .
Jen masuk di ikuti Varrel dan Sam setelah Jen memasukan sidik jari dan mencocokkan wajah nya .kini mereka sampai di ruang utama ,tampak seorang ruang kerja biasa pada umum nya . lalu Jen berjalan membuka laci meja nya mengambil silet dan berjalan Ke arah dinding yang jika di lihat biasa aja dinding polos dengan cat yang sama dengan ruangan itu .
Jen menggores sedikit ujung jari nya sampai mengeluarkan darah segar , Varrel yang melihat itu jadi panik
" Tapi uncle " Sam hanya mengangguk seolah menyuruh Varrel untuk percaya saja
Varrel mengalihkan pandangannya lagi pada sang bunda dilihat nya jen menyentuh sisi dinding itu Tampak lah seperti Lubang kotak Jen mengulurkan tangannya yang ia gores tadi meneteskan darah nya disana tak lama tampak dinding itu terbuka lalu ia masuk di ikuti Varrel dan Sam . Sungguh takjub varrel melihat ruangan itu penuh dengan Layar monitor komputer dan juga Banyak senjata senjata rahasia yang dirakit sendiri oleh Jen .
Varrel berdecak kagum melihat itu semua , Sam hanya diam karena ia pernah masuk kesini bersama Jen dan Mike . kalau ruangan ini memang hanya Jen yang bisa membuka nya dengan DNA Jen .
" Duduk lah " perintah Jen pada mereka
" Sam mana berkas yang aku minta " tanya Jen ,dan langsung memberikan berkas yang memang sejak tadi ia bawa . Jen membuka berkas itu dan tersenyum tipis Jen duduk dan mulai mengutak-atik komputer nya dalam waktu 5 menit ia berhasil membobol keamanan sebuah perusahaan bukan karena ingin menghancurkan tapi hanya untuk memancing pemilik nya keluar . karena pemilik perusahaan besar di Eropa ini tidak pernah mempublish dirinya , walau dia sudah tau siapa pemilik perusahaan KN CROPS .
" Nona " ujar sam
" Katakan!!" jawab Jen tanpa mengalihkan pandangan dari komputer di hadapan nya.
"Tn . Nugraha ternyata ketua organisasi Darkness , Dia sangat berbahaya ,nona organisasi itu adalah Organisasi terbesar di Eropa mereka banyak melakukan kegiatan ilegal dan membunuh tanpa ampun ,tapi mereka tidak akan membantai orang tanpa sebab . dari informasi yang saya dapat saat ini Tn . Nugraha sedang berada di negara ini tapi kami belum mendapat informasi tentang apa dia disini " terang Sam
" Nona , Tn . Nugraha dulu orang yang sangat baik hati dan dermawan ,tapi dia berubah Dingin dan kejam karena penghianatan istri nya setelah perusahaan nya jatuh , setelah itu dia menjual perusahaan Disini dan Pergi ke Eropa membangun perusahaan disana dari nol hingga kini perusahaan itu menjadi perusahaan besar di Eropa , dibawah perlindungan Darkness dan mereka masih Dibawah perusahaan kita "
Sambil mendengarkan penjelasan Sam ,Jen tetap fokus pada hal yang ia kerjakan yang tak lain membobol keamanan KN CROPS dan Organisasi Darkness , Jen menyalin file file rahasia perusahaan itu untuk dijadikan jaminan jika Tn Nugraha menolak permintaan nya nanti . Sedangkan Varrel hanya bisa takjub melihat cara kerja sang bunda yang dengan mudahnya membobol keamanan perusahaan besar yang sangat ketat keamanan nya . setelah menyalin Jen mereset file file itu hingga perusahaan itu kalang kabut di buat nya .
" Selesai " Ujar Jen tersenyum puas dengan hasil kerjanya sendiri .
__ADS_1
" kau harus belajar hal ini bang " kata Jen menepuk pundak Varrel
" Siap big boss " ujar varrel tersenyum pada sang bunda
" Kita tunggu 1 jam kedepan .Apa yang akan terjadi , Siapkan keamanan Sam . aktif kan Sinar laser dan Senjata cadangan ,posisikan pada tempat nya kita akan menyambut kedatangan Tn Nugraha ,tapi aku yakin jika dia tak akan berani macam macam disini , aku sudah mengirim email memberi tahu alamat Mension ini "
" Baik nona " tanpa bertanya lagi Sam dan anggota lain menyiapkan semua yang di perintahkan oleh Jen .
Di tempat lain , tepat nya di KN CROPS yang letak nya di benua lain dari Asia para pegawai penting kalang kabut karena File file rahasia perusahaan Terhapus begitu saja . Direktur perusahaan itu telah menghubungi presdir dari perusahaan itu yang sedang berada di negara xx memberi tahu masalah perusahaan nya .
" DAMN !!!! Berani beraninya siapa yang mau bermain main dengan ku " Teriak Tn Nugraha
" Tuan ada Email dari seseorang yang saya duga pelaku nya ,dia mengirimkan alamat pada kita yang tempat nya di negara xx " jelas direktur itu di sebrang sana karena mereka saat ini berkomunikasi lewat telepon .
" Kirim kan pada ku , Aku akan memberi tahu siapa aku sebenarnya beraninya mereka mengusik Ketua Darkness " tekan Tn Nugraha yang sudah tersulut emosi . niat nya kesini mencari putra nya tidak menyangka akan bertemu masalah seperti ini bahkan dia tidak tau siapa orang itu ,tapi satu yang ia yakini orang itu bukan orang sembarangan karena keamanan darkness di Eropa tidak diragukan tapi hanya dalam waktu beberapa menit saja Sudah bisa di bobol oleh orang itu .bahkan Hacker kepercayaan nya tak berhasil membongkar identitas orang itu .
Tn Nugraha Menyiapkan anggota untuk ikut ke alamat tersebut .Mau tidak mau dia menampakkan diri nya yang selama ini tidak pernah ia tampakan di hadapan orang lain selain Orang orang kepercayaan nya .
Memakan waktu satu jam puluhan mobil sampai di markas besar black Devils mereka juga sudah menyiapkan berbagai senjata untuk keamanan mereka karena mereka juga tidak tau apa yang akan dilakukan orang ini .
Beberapa Pengawal mempersilahkan Tn. Nugraha untuk masuk dia hanya boleh membawa dua orang kepercayaan nya , puluhan orang lainnya menunggu di luar . saat mereka memasuki Mension utama Hanya tampak Varrel dan Sam yang menghadapnya sedang kan Jen memunggungi nya menghadap keluar jendela memakai jaket Hoodie yang menutupi kepalanya .
" Apa yang kalian inginkan ?" terdengar suara tegas dan dingin Tn. Nugraha, terdiam sesaat belum ada jawaban apa pun dari Jen ia juga belum berbalik .Hari ini sudah malam tepatnya pukul 10 malam .
" Satu jam lima menit tiga puluh sembilan detik" kata Jen lalu berbalik menatap tuan Nugraha dan tersenyum smirk pada nya .Jen berjalan mendekati Tn Nugraha hanya tersisa jarak 1 meter dari nya .
" Anda terlambat lima menit tiga puluh sembilan detik tuan " Kata Jen
" Cih , ternyata hanya seorang gadis yang berani beraninya mau bermain dengan ku , " batin tua Nugraha
"Katakan !!!" ujarnya dingin pada Jen dan Jen hanya menanggapi nya dengan senyuman .
**Bersambung
jangan pada sedih ya Uncle Ken pasti baik baik aja, Bunda pasti lakuin yang terbaik
Jangan lupa like comment n vote nya ya
Biar author tambah semangat nulis nya** .
__ADS_1