MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Episode 64


__ADS_3

Di GA Hotel's


Tampak Acara Resepsi pernikahan yang tergelar begitu mewah bahkan tak luput dari pemberitaan media massa , Mengingat jika Gabriel sebelumnya sangat terkenal sebagai Model berkancah internasional jadi berita pernikahannya pun menjadi tranding topik Di media sosial dan berbagai stasiun televisi di negeri xx


Cekrek cekrek


Suara Camera yang mengabadikan moment Pernikahan mereka, Sorot Camera Langsung menyorot pada kedua mempelai yang sedang berjalan ke arah Pelaminan , Tampan dan cantik bagai raja dan ratu dalam sehari .


Tamu undangan yang sudah pada berdatangan bergantian mengucapkan selamat pada pengantin baru itu , Dengan senyum terpaksa mereka mau tidak mau harus melakukan nya .


Disudut lain Masih di tempat yang sama , terjadi perdebatan antara seorang pria dan wanita .


" Astaga!!! Hei Nona bisakah kau hati hati " gerutu Willi sambil mengambil tissue di meja yang berada di dekat nya karena jas nya sedikit kotor terkena cake yang dibawa oleh Ara .


" Maaf , aku tidak sengaja lagian ini bukan sepenuhnya salah ku , anda yang tidak memperhatikan jalan malah memperhatikan ponsel " omel Ara


" CK " Willi mengalihkan pandangan nya yang sejak tadi menunduk membersihkan Jas nya dilihat nya wanita yang menabraknya yang tidak lain adalah Ara teman Ella


"Kau!!!!" ucap mereka bersamaan


" Hei Nona , kau yabg menabrak ku kenapa kau yang mengomel "


" Itu karena memang kau juga bersalah " ujar Ara tak mau kalah .


" Kau ini , sebelumnya kita bertemu kau sangat sopan pada ku , kenapa sekarang tidak ada sopan sopan nya sama sekali "


" itu karena sebelumnya kita bertemu untuk masalah pekerjaan jadi aku harus menghormati mu , kalau sekarang kita kan tidak sedang ada urusan apa apa " ketus Ara


" Kau bilang apa ? lalu ini apa ? kau harus membersihkan Jas ku " Willi melepas jas nya mem berikan nya pada Ara ia menggulung kemeja nya hingga ke siku terlihat santai malah menambah ketampanannya Ara bahkan sampai terbengong melihat nya .


Tanpa berkata apapun william pergi meninggalkan Ara setelah melemparkan jas nya ke wajah Ara yang membuat Ara tersadar dari lamunannya.


" CK , shit !! kenapa aku harus terpesona dengan nya, sampai aku melupakan ini ,bisa bisa nya dia melemparkan ini pada ku ,kan bisa berikan baik baik , awas saja kau nanti akan ku beri pelajaran ,lihat saja " ia melihat jas Willi yang berada di tangan nya tersenyum misterius merencanakan sesuatu pada Willi .


Willi berjalan santai menuju meja Dimana ada derren Jen Raka dan aletha .


" Dari mana saja kak , Kemana jas mu ?" tanya Jen


" Bersama teman mu " Jen mengerutkan keningnya bingung


" Dia tadi menabrak ku dan mengotori jas ku dengan cake jadi aku menyuruh dia untuk membersihkan nya " kata Willi yang mengerti kebingungan Jen


" Ara ?" tanya Jen memastikan


" Hmm"


" Seperti nya kalian cocok , yang satu Mrs.Bawel yang satu lagi Mr. Cuek " ujar Jen terkekeh mendapatkan tatapan tajam dari Willi


" Sudah sudah , duduk lah Bray apa kau akan berdiri saja disitu " ujar derren menengahi


saat Willi akan menarik kursi tangannya tak sengaja bersentuhan dengan tangan seseorang yang akan menarik kursi yang sama , Mereka ber empat hanya memperhatikan Willi dan Ara dengan senyuman penuh arti .


" Lepas kan tangan mu aku dulu yang akan duduk disini "


" Hei Nona bisa kah kau tidak menggangu ku , aku duluan yang sampai disini tadi "


" Bisakah kau juga. mengalah pada wanita tuan "


" Kau ....." sebelum william meneruskan perkataannya Raka lebih dulu memotong pembicaraan nya .


" Bray sudah lah kan masih ada bangku lain kau , Benar apa yang dikatakan nona Ara mengalah lah pada wanita yang akan menjadi kekasih mu " ujar Raka menggoda keduanya yang mendapat tatapan mematikan dari Willi dan Ara , Derren Jen dan aletha yang melihat itu tersenyum


" SEMPURNA " ucap mereka bersamaan membuat Willi dan Ara mengalihkan pandangan nya pada mereka bertiga , sedangkan yang di pandang seperti itu hanya cengengesan merasa tak bersalah .


Kini Willi dan Ara duduk dengan tenang bersebelahan Dengan melipai kedua tangannya dan saling memunggungi . Ke empat orang yang ada disitu hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua orang yang sudah dewasa bahkan sudah pantas memiliki anak tapi kelakuan Meraka tak lebih seperti pasangan ABG yang sedang bertengkar .


Saat mereka sedang asik mengobrol tampak Sosok pasangan muda yang mereka kenal baru datang Memasuki gedung acara berjalan bergandengan Membuat satu pasang mata yang menatapnya sendu .


Malam ini terlihat Ken dengan setelan jas yang begitu tampan dan Nada dengan gaun indah nya yang juga terlihat sangat cantik . benar benar pasangan yang serasi bagi semua orang yang melihatnya .


__ADS_1



Ken dan Nada berjalan ke arah pengantin baru yang tak lain adalah Gabriel dan Disha untuk mengucapkan selamat pada pasangan itu.


" Selamat ya kak " ucap Ken memeluk Gabriel menepuk pundak nya dan di balas senyuman oleh Gabriel yang juga menepuk pundak Ken pelan . ia tau jika sahabat kakaknya yang juga sudah di anggap kakak sendiri olehnya itu terpaksa melakukan pernikahan ini ,ia membayangkan jika dirinya menerima perjodohan nya dengan aletha mungkin dia akan seperti Gabriel pikirnya .


" Makasih Ken " Gabriel mengalihkan pandangannya pada gadis di sebelah Ken


Deg


Jantung Gabriel berdetak cepat melihat wanita yang bersama Ken , dia menerjapkan matanya untuk memastikan memang benar jika itu gadis yang ia kenal


" Nada " bathin nya


" Kekasih mu ? " tanya gabriel setelah menetralkan Dirinya . Ken hanya membalas nya dengan senyuman


" Kau sangat beruntung , Dia sangat cantik " ujar Gabriel tersenyum kecut melihat Wanita yang ia cintai sejak dulu kini berada dihadapannya dengan status dirinya sudah menjadi suami orang lain .


" Terima kasih kak , tapi dia sahabat ku " ujar Ken


Mendengar itu ada sedikit rasa bahagia merusak di hati Gabriel .Kini giliran nada yang akan memberi ucapan selamat pada Gabriel dia mendongakkan kepalanya melihat mempelai untuk mengucapkan selamat. karena memang sejak tadi nada hanya tertunduk dengan tangan Ken yang sejak tadi menggandeng tangan nya . karena malu di ajak Ken ke acara orang yang tidak di kenalnya .Tapi kini


Deg


Hati nada juga berdegup kencang melihat sosok pria yang dia kenal, ia mengenal Gabriel saat dulu Dirinya sudah pacaran dengan kekasih nya itu . saat di London Inggris Mereka bertemu tanpa sengaja , saat itu Gabriel sedang terluka karena Bertengkar dengan preman yang akan melecehkan nada . Walau dia berhasil mengalahkan para preman itu tapi dia juga terluka parah . Disitu Gabriel merasa jatuh hati pada nada sosok gadis kecil menurut nya karena memang usia mereka terpaut 4 tahun. Nada merawat nya dengan kesabaran dan kelembutan hingga membuat nya jatuh hati lebih dalam pada nya . itu terjadi sekitar satu tahun lalu saat dia akan menjenguk Jen yang sedang hamil Varo di London .


Hari berganti hari mereka semakin dekat tapi nada hanya menganggapnya sebagai kakak saja karena dia memang mencintai kekasihnya saat itu . Hingga saat Gabriel harus kembali ke negara nya ia memberanikan diri mengungkapkan cintanya pada nada tapi nada menolak nya secara halus karena tidak ingin menyakiti gabriel . dengan berat hati Gabriel menerima keputusan nada dan kembali ke negara xx. tapi sampai sekarang ia Bahakan tidak bisa melupakan sosok gadis kecil dengan sikap lembut dan ceria itu .


" Kak Gabriel " ucap nya dalam hati


" Selamat ya kak " ucap nada tersenyum lembut pada Gabriel , pandangan Gabriel yang sejak tadi menatap sendu pada nada tak luput dari tatapan Disha sang istri . seakan mengerti Disha hanya tersenyum kecut untuk dirinya sendiri .


" terima kasih " jawabnya sambil mencoba tersenyum


Ken beralih pada disha


" Wah kakak ipar cantik sekali , selamat ya kakak ipar , Kak Gabriel kau sangat beruntung punya istri secantik ini kau harus menjaga nya baik baik kak ,jika tidak kau harus siap siap jika aku akan merebut nya nanti " goda Ken terkekeh dengan ucapannya sendiri yang mendapat jitakan dari Jennie yang tiba tiba berada di depannya bersama derren karena memang mereka dari tadi belum mengucapkan selamat kepada pengantin bari itu


" Dasar anak nakal , Cepat lah tidak kah kau lihat itu orang orang sudah mengantri untuk memberi ucapan selamat pada pengantin baru ini , tapi kau disini malah menggoda mereka " omel Jen berkacak pinggang melotot kan matanya pada Ken .


" Iya .iya . kakak ini issh . menyebalkan " ujar Ken menghentakkan kakinya lalu menarik nada yang baru mengucap selamat pada disha


" Dasar anak itu , Apa tidak ingat umur tapi kelakuan nya masih saja seperti itu " gerutu nya lalu mengalihkan pandangannya pada derren dan Gabriel juga disha yang memperhatikan Jen dan Ken yang sedang berdebat . Ia jadi tersenyum kikuk pada mereka karena tak enak juga ada istri Gabriel disini karena mereka memang belum kenal .


" Selamat Bro " ucap derren bersalaman dan menepuk pundak Gabriel


" Thank's Man " balas Gabriel


Jen menatap sendu pada Gabriel seolah air mata nya akan lolos dari pelupuk mata nya .


" Hei , kenapa wajah mu sedih seperti itu " tanya gabriel


" Kau jangan keterlaluan Biel , Aku sedih karena tidak bisa merecoki mu lagi tau " ujar Jen terkekeh sambil menghapus air mata nya , Gabriel yang seolah mengerti merentangkan tangannya agar Jen dapat memeluk nya . Jen ragu karena sekarang status mereka sudah tidak seperti dulu lagi . ia melirik ke arah derren , derren yang mengerti mengangguk kan kepalanya ia sudah tidak masalah karena dia tau jika Jen dan Gabriel memang murni kasih sayang pada sahabatnya .


Lalu Jen Mengalihkan pandangan pada disha


" Pinjam sebentar ya " ujar nya pada disha terkekeh akan ucapan nya sendiri. lalu ia memeluk Gabriel ia merasa bahagia sekaligus sedih . Bahagia karena sahabat nya mendapat istri yang baik dan cantik , sedih karena ia tau Gabriel tidak bahagia , ia pun dapat melihat tatapan Gabriel pada nada tadi . tapi mau bagaimana pun Gabriel harus belajar mencintai istrinya .


" Selamat ya , Jaga istrimu baik baik , Jangan menyakiti nya dia gadis yang baik " lirih Jen dalam dekapan Gabriel lalu melepaskan nya . ia beralih pada disha .


" Selamat ya sha , Kau harus lebih bersabar menghadapi sikap nya , tapi sebenarnya dia sangat baik " ucap Jen juga memeluk Disha . walau ia tak dekat dengan Disha tapi Jen tau jika Disha gadis yang baik.


" Makasih ya kak " Ucap Disha tersenyum tulus .dia dapat melihat Jen sosok yang baik dan mengayomi .dalam hati nya jika bisa dia akan menjadikan Jen sebagai kakak nya sorot mata Jen yang tajam dan murni senyum manis dan tulus , Sikapnya yang lembut dan tegas Itu nilai tersendiri bagi Disha .


" Kami kesana dulu , aku ingin memberi pelajaran pada anak nakal itu " ucap Jen Membuat Gabriel dan derren menggelengkan kepalanya dengan tingkah Jen .


" Mas , Kenapa aku sejak tadi tidak melihat varrel ya " tanya Jen kini mereka berjalan menuju bangku mereka


" Tadi dia bersama Papa dan mama yank " jawab derren menoleh kanan kiri mencari Keluarga nya


" Nah itu , lihat lah papa , Huh bahagia sekali dia memperkenalkan cucu nya pada rekan rekan nya sampai sampai melupakan anak nya disini" gerutu derren

__ADS_1


Jen yang mendengar gerutuan derren hanya terkekeh geli .


" Biarkan saja , Ayo kita kesana " mereka kembali berjalan ke meja dimana ada Raka Willi dan lainnya . sebelum itu jennie menghampiri Ken yang duduk di meja lain bersama nada untuk menyuruh nya bergabung dengan mereka .


" kak , kenapa ? " tanya Ken


" Ayo bergabung lah disana, jarang jarang kita bisa berkumpul seperti ini kan " ajak Jen


" Ayo ajak lah teman mu , ikut lah jangan sungkan , perkenalkan aku Jennie kakak nya Ken " ujar Jen memperkenalkan dirinya pada nada .dengan senang hati nada menyambut uluran tangan Jen dan tersenyum ceria


"Iya kak . Aku nada sahabat Ken "


di balas senyuman oleh Jen


" oke , ayo kita kesana " mereka mengikuti Jen menuju meja dimana ada aletha disana . ini pertama kalinya aletha 1 meja dan sedekat ini dengan Ken dan itu pun harus bersama wanita lain yang menurut nya kekasih Ken .


" Hallo kakak kakak tampan dan cantik " sapa Ken mencoba biasa saja karena ada aletha disitu . bagaimana pun dia juga merasa canggung karena telah menolak gadis itu .


" Wah Ken , siapa yang kau bawa itu ? Kekasih mu kah ? Cantik sekali " ujar Raka yang tidak tau apa apa


" Cocok kah jika dia jadi kekasih ku kak " ujar Ken dengan terkekeh lalu mengalihkan pandangannya pada Willi " dan kakak yang ini siapa , aku baru melihat nya " tanya Ken


" Dia Willi , sahabat kami " ujar derren dia biasa saja dengan Ken begitu karena dia juga tidak terlalu memaksa soal rencana perjodohan yang di lakukan orang tua nya . dalam pikiran nya walau Ken adik tiri Jennie tapi dia tetap lah adik ipar nya rasanya tidak enak saja jika harus menikah dengan adiknya sendiri .


" Hallo kak willi aku Ken adik kan Jen yang paling tampan " ucapnya percaya diri


" Dan semua kenalkan ini Nada wanita ketiga yang aku sayangi setelah mama dan kakak ku yang cantik itu " lanjutnya lagi memperkenalkan nada sambil tersenyum bahagia .


" Hai kak Nada, Salam kenal " ucap nada menampilkan senyum manis nya yang membuat orang terhipnotis akan kecantikan alami dari gadis itu .jangankan pria wanita normal saja bisa kagum padanya .


" Hai . Willi "


" Raka "


" Derren "


Dengan ragu aletha berusaha tersenyum menyambut uluran tangan Nada


" Aletha " ujar nya


" Sudah sudah perkenalan nya , ayo duduk Ken , Nada " ujar Jen memecah kecanggungan aletha .


Jen juga nada yang memang sudah tau perasaan aletha, mencoba Membawa suasana agar lebih hangat ,apa lagi pembawaan Nada yang supel dan mudah bergaul membuat suasana dimeja itu menjadi hidup ditambah kekonyolan Ken , Raka yang kaku jika bertemu orang lain pun Bisa tertawa lepas apa lagi ditambah dengan kebawelan Ara yang selalu berdebat dengan Willi . Sedangkan aletha hanya tersenyum kecut .


" pantas saja Ken menyukai nya , dia memang gadis yang sempurna ,baik ,ramah dan sangat cantik " pikir nya .


" Bunda , apa kau akan melupakan anak mu yang tampan ini " Suara Varrel membuat obrolan mereka terhenti dan menatap wajah varrel yang sedang cemberut .


" Astaga , Jangan memasang wajah seperti itu ,bunda tidak tahan ingin mencubit pipi mu itu ,nya ampun kau ini " seru Jen menarik tangan Varrel untuk duduk di sebelah nya dengan Jen berada ditengah derren dan varrel .


" Hei anak manja , aku belum memberi pelajaran pada mu ya, kau wisuda tidak mengajak Uncle mu ini , menyebalkan sekali " omel Ken di balas juluran lidah oke Varrel mengejek nya .


" Isshh dasar menjengkelkan , kakak ipar kau lihat putra mu itu , dia menyebalkan sekali " adu nya pada derren .


" Astaga !!! bisakah kalian jika bertemu akur untuk sekali saja ,sudah seperti tom and Jerry tau gak " ujar derren memijit pelipisnya pusing mendengar perdebatan mereka yang tidak akan ada habisnya .


" Oh iya . Ra kemana Radith ?" tanya Jen dia pun sudah malas mendengar Ken dan Varrel yang selalu berebut perhatian nya .


" Tadi di panggil papi dan mami , ntah mau membahas apa " jawab Ara yang tadi dia sedang bersama Radith sebelum dia menabrak william .


" Oh ya sudah biarkan saja , Mereka memang tak bisa lepas dari Pekerjaan walau sehari pun " Oceh Jen .


**Abang Varrel



* Bersambung


Jangan lupa like comment n vote nya kak .


Happy reading

__ADS_1


__ADS_2