
"Untuk apa kau ke sana . apa untuk bertemu kekasih gelap mu itu , Heh .dasar wanita ******* apa kau tidak sadar akan status mu sebagai istri hah . apa kau tidak pernah berfikir apa yang kau lakukan akan merusak reputasi ku hah !!!" teriak Gabriel yang membuat air mata Disha luruh dari pelupuk mata nya .
"*Sakit" itu yang ia rasakan saat ini ntah itu hati jiwa atau raga nya . semua nya sangat sakit
________________________________________________
Dengan paksa Gabriel membuka baju yang di kenakan Disha , ia merobek nya dengan sangat kasar hingga kini tak ada satu helai benang pun pada tubuh Disha ,
" Kak , aku mohon hentikan " ucap Disha yang sudah lemah karena melawan perbuatan Gabriel . Gabriel tidak memperdulikan sama sekali tangisan Disha ia terus melakukan aksi nya .
" Hentikan . aku mohon ... Apa kau tuli ,dasar ba***gan ,aku membenci mu !!! Aku sangat membenci mu " seru Disha sekuat tenaga nya
sambil memukul dada bidang Gabriel yang sudah tak mengenakan apapun . Dia tersenyum sinis mendengar makian Disha dan berbisik pada nya
" Aku memang b****gan , Lalu kau mau apa ? Kau itu Juga tidak lebih dari wanita m*****n Yang mau menikahi Ba***gan seperti ku dan Di luar sana kau asik berkencan dengan Kekasih gelap mu itu "
Mendengar bisikan Gabriel ,Disha hanya bisa tersenyum miris , bahkan dia belum. menjelaskan sama sekali siapa pria itu tapi dia sudah di perlakukan seperti ini . Jika Gabriel meminta nya dengan Baik baik dia pasti akan memberikan nya dengan senang hati . bagaimana pun itu memang kewajiban nya . tapi jika begini rasa nya harga diri nya sebagai wanita seperti tercabik-cabik sungguh dia akan membenci pria yang menjadi suami nya saat ini .
" Sakiiit " lirih nya saat gabriel melakukan aksinya menerobos kesucian nya .air mata nya tak berhenti menetes bahkan Sakit uang dia rasakan ini tak sebanding dengan rasa sakit hati nya .kini ia sudah pasrah dan membiarkan saja apa yang akan di lakukan Gabriel .
Hingga kini gabriel merasa kelelahan dan menjatuhkan diri nya di samping Disha , tak berapa lama ia pun terlelap .Ntah sudah berapa kali mereka melakukan nya bahkan Disha seperti sudah tidak sanggup lagi merasakan tubuh nya . tapi untuk terlelap rasa nya sangat sulit Jiwa dan raga nya begitu sakit . sepanjang malam ia tidak memejamkan mata nya sama sekali hingga terdengar suara azan Subuh Disha mencoba beranjak dari tempat tidur sepekan mungkin agar tak membangun kan Gabriel .dia melangkah tertatih meraih handuk kimono untuk menutupi tubuhnya . perlahan ia berjalan keluar kamar menuju kamar nya sendiri yang ia tempati sebelum nya .
Disha berjalan dengan hati hati menuju kamar mandi , sesampainya di sana ia melepas handuk yang melekat pada tubuh nya . Ia menatap ke arah cermin setelah melihat tubuh nya yang penuh dengan kissmark bekas kepemilikan Gabriel , seketika air mata nya luruh lagi karena mengingat kejadian buruk yang ia alami .
Dia menyalakan shower dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin . Disha menggosok kuat setiap inci tubuh nya hingga memerah ,ia menangis sejadi jadinya dalam guyuran air shower .
Setelah merasa lebih baik ia menyelesaikan mandi nya dan segera keluar dari kamar mandi lalu berganti pakaian . ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang mencoba memejamkan mata nya hingga kini akhirnya ia bisa terlelap .
pukul 6 pagi gabriel terbangun ,ia menerjapkan mata nya merasakan tubuhnya yang terasa kaku lalu ia langsung terduduk setelah mengingat perbuatan nya tadi malam , Gabriel menoleh ke sampingnya tapi ia tak mendapat Disha disana.
" Brengsek !!! Apa yang Lo lakuin b*** !!! ya Allah " ia mengusap wajah nya kasar lalu beranjak dari tempat tidur untuk membersihkan dirinya di kamar mandi . saat ia berdiri tak sengaja matanya melihat noda darah di atas tempat tidur ,melihat itu Gabriel kembali merutuki dirinya sendiri dia bahkan tak habis pikir kenapa bisa dirinya melakukan hal seperti itu pada wanita yang bahkan selama ini tidak pernah ia pedulikan .
Setelah mandi dan berganti pakaian gabriel melepas sprei dan mengganti nya dengan yang baru . Lalu ia keluar dari kamar dan melihat ke arah kamar Disha yang tertutup
" Apa yang udah gue lakuin pada nya , Gue emang brengsek , Maaf sha gue juga gak tau kenapa gue bisa lepas kendali seperti itu setelah ngeliat Lo memeluk lelaki lain , setelah bini gue janji akan perbaiki hubungan kita " lirih nya lalu berjalan ke dapur , Kali ini dia akan membuat bubur ayam untuk Disha sebagai menu sarapan nya .
Gabriel meletakkan bubur itu di meja makan dan meninggalkan note kecil di atas nya , sebelum ia berangkat ke kantor .
***
Di rumah sakit Ken berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan wajah pucat dan tubuh nya sudah mulai lebam ke unguan mungkin karena racun pada tubuh nya ,karena memang bini jadwal ia cuci darah .
" Ken " panggil seseorang yang sangat ia kenali mau tidak mau ia menghentikan langkah nya .
"kenapa harus disaat seperti ini " gumamnya pelan ia berhenti tapi enggan untuk menoleh . tapi gadis itu kini sudah berdiri di hadapan Ken
" Ken apa yang kau lakukan disini" tanya aletha seolah dia tak mengetahui apa pun
__ADS_1
" Maaf nona Admaja saya terburu-buru " ujar Ken tanpa menjawab pertanyaan aletha ia hendak pergi meninggalkan aletha
" Kenapa ? " mendengar pertanyaan aletha ia mengernyitkan dahi nya bingung
" Kenapa kau menolak perjodohan dengan ku ? " kini ia mengerti apa yang di maksud oleh letha , sebenarnya letha tak tega melihat ke adaan Ken tapi ia ingin Ken mengatakan alasan sebenarnya ia menolak dirinya ,jika memang benar Ken mencintai orang lain maka dia akan benar benar mundur .
" Bukan kah nona sendiri yang menolak nya terlebih dulu " ujar Ken se santai mungkin sambil menahan rasa sakit yang ia rasakan
" itu karena aku sebelum nya tidak mengetahui jika itu kamu" lirih aletha tapi Ken masih bisa mendengar nya
" Lalu jika itu aku nona akan menerima nya ?" ntah kenapa Ken bisa melontarkan pertanyaan itu
" Ya " jawab letha tanpa melihat Ken
" Kenapa?"
" Karena aku men........." belum sempat letha menyelesaikan perkataan nya Ken sudah jatuh tak sadarkan diri .
" Astaga ,Ken . Ken bangun . KEN ....!!!!! TOLONG " Mendengar teriakan letha beberapa perawat berlari menghampiri mereka dan segera membawa Ken ke IGD , Lalu letha mengingat penyakit Ken, ia langsung berlari ke ruangan dokter Rian .
" Dok . dokter i..itu " ujar letha yang terbata karena panik , dokter Rian yang saat itu sedang menerima panggilan dari seseorang langsung mematikan nya dan menghampiri aletha
" Tenang lah dok . pelan pelan saja kata kan ada apa "
" Ken "
" Ken ??? Astaga ada apa dengan Ken , dimana dia " setelah mendengar nama Ken Dr.Rian langsung panik karena memang sejak tadi ia menunggu Ken untuk melakukan cuci darah .
" Ya Tuhan " Rian langsung berlari ke IGD
" Cepat bawa pasien ke ruang VVIP di atas " ujar dokter Rian setelah sampai di IGD , dokter yang menangani Ken jadi bingung
" Dia pasien saya dok " dokter itu mengangguk mengerti karena ke adaan nya genting ia tidak menjawab apapun dan langsung memindahkan pasien ke ruang VVIP di bantu para petugas medis lainnya .
Sampai disana dokter Rian membawa nya keruangan khusus tempat Ken biasa melakukan cuci darah , Dokter Rian segera melakukan proses dialisis ia memasang dua selang di tangan Ken .
Sedikit penjelasan proses dialisis
Pada hemodialisis darah dikeluarkan dari tubuh penderita dan diedarkan dalam sebuah mesin di luar tubuh, sehingga cara ini memerlukan jalan keluar-masuk aliran darah. Untuk itu dibuat jalur buatan di antara pembuluh arteri dan vena atau disebut fistula arteriovenosa melalui pembedahan. Lalu dengan selang darah dari fistula, darah dialirkan dan dipompa ke dalam mesin dialisis. Untuk mencegah pembekuan darah selama proses pencucian, maka diberikan obat antibeku yaitu Heparin.
Sebenarnya proses pencucian darah dilakukan oleh tabung di luar mesin yang bernama dialiser Di dalam dialiser, terjadi proses pencucian, mirip dengan yang berlangsung di dalam ginjal. Pada dialiser terdapat 2 kompartemen serta sebuah selaput di tengahnya. Mesin digunakan sebagai pencatat dan pengontrol aliran darah, suhu, dan tekanan.
Aliran darah masuk ke salah satu kompartemen dialiser. Pada kompartemen lainnya dialirkan dialisat, yaitu suatu cairan yang memiliki komposisi kimia menyerupai cairan tubuh normal. Kedua kompartemen dipisahkan oleh selaput semipermeabel yang mencegah dialisat mengalir secara berlawanan arah. Zat-zat sampah, zat racun, dan air yang ada dalam darah dapat berpindah melalui selaput semipermeabel menuju dialisat. Itu karena, selama penyaringan darah, terjadi peristiwa difusi dan ultrafiltrasi .Ukuran molekul sel-sel dan protein darah lebih besar dari zat sampah dan racun, sehingga tidak ikut menembus selaput semipermeabel. Darah yang telah tersaring menjadi bersih dan dikembalikan ke dalam tubuh penderita. Dialisat yang menjadi kotor karena mengandung zat racun dan sampah, lalu dialirkan keluar ke penampungan dialisat.
Setelah selesai dokter Rian keluar dari ruangan itu di ikuti oleh asisten pribadi nya meninggalkan Ken yang belum sadar dia akan kembali lagi nanti untuk melihat Ken lagi . Di depan ruangan Ken terlihat aletha sedang berdiri menatap nya seolah meminta penjelasan pada nya .
" Ada apa dokter aletha , Apa dokter mengenal Ken ? " tanya Rian karena memang ia tidak tau siapa aletha sebenarnya . aletha berpikir jika dia mengatakan ia mengenal Ken pasti dokter Rian tidak akan memberi nya informasi apa pun .
" Tidak dok , Kami baru saja bertemu tadi di lobi rumah sakit dan sedikit berbincang tapi tiba-tiba dia tidak sadarkan diri " bohong aletha
__ADS_1
" Tapi kenapa dokter bisa tau dan memanggil saya " tanya Dokter Rian sedikit ragu
" Sebelum pingsan katanya dia kesini ingin menemui dokter ,karena dokter teman nya " alasan letha yang membuat dokter Rian percaya dan mengangguk kan kepalanya tanda dia mengerti .
" Kalau boleh tau apa yang terjadi pada nya dok kenapa dia harus melakukan dialisis ? "
" Dia mengalami gagal ginjal sudah 1 tahun ini dok , Dia sudah seperti adik bagi saya , Keluarga nya bahkan tidak ada yang tau " yang membuat letha terkejut tapi ia segera menepis rasa terkejut nya .
" Bagaimana bisa keluarga nya tidak ada yang tau dok, ini pasti cukup sulit untuk nya jika harus menanggung semua ini sendirian " terang letha
" iya dokter benar , Awal dia mengetahui hal ini dia sempat mengalami depresi tapi lama kelamaan Ken bisa menerima nya , Tapi saya tidak habis fikir dengan nya karena hal ini pula dia menolak wanita yang ia cintai padahal wanita itu adalah orang yang dijodohkan oleh keluarga nya ,dia juga tidak menjelaskan apa pun jika ditanya dia hanya menjawab bahwa ia tidak pantas untuk wanita itu " Dokter Rian menjelaskan apa yang dirasakan Ken pada letha tanpa tau siapa aletha . memang yang dia tau begitu karena Rian memang belum pernah bertemu langsung dengan wanita yang akan dijodohkan dengan Ken .
Deg
" apa itu arti nya Ken juga mencintai ku ? " batin letha
" kenapa tidak dilakukan pencakokan saja dok ? " tanya letha yang melenceng dari penjelasan dokter Rian
" kami sudah mencari donor tapi belum ada yang cocok di tubuh nya , Bahkan paling besar tingkat kecocokan nya hanya 30% , Karena Ken masih bisa menahan nya kami tidak ingin mengambil resiko , bahkan kami sudah mencari nya di berbagai negara tapi ya seperti itu belum ada yang cocok " jelas dokter Rian dan di angguki oleh letha .
" Dok , bolehkah saya melihat pasien ?" tanya letha ia ingin memastikan sendiri perasaan Ken pada nya ,jika memang benar dia akan menerima Ken dan akan selalu mendukung nya dalam ke adaan apa pun .
" tentu ,tapi dia belum sadar kan diri , kalau begitu saya tinggal dulu nanti saya akan kembali untuk mengecek keadaan nya " ujar dokter Rian di angguki oleh aletha lalu ia berjalan meninggalkan aletha .
ceklek
Perlahan aletha masuk ke ruangan itu , ia dapat melihat proses dialisis pergantian darah kotor dengan darah yang baru . ia mendudukan diri nya di samping Ken di tatapnya wajah pucat Ken tanpa terasa air mata nya mengalir ia tak sanggup melihat pria yang dicintai nya merasakan semua ini.
Setelah beberapa saat Ken membuka mata nya ia melihat sekeliling ruangan yang ia kenali dan pandangan kini beralih pada seseorang yang tertidur dengan tumpuan tangan nya sendiri ,gadis yang sayang ia cintai tapi tak pernah bisa ia gapai yang membuatnya harus bersikap acuh agar mereka tidak merasa lebih sakit mencoba melupakan tapi hal itu hanya sia sia . Ken merasa sesak dan sakit di dada nya melihat wajah cantik wanita yang tidur dengan wajah menghadap nya , wajah sendu dengan sisa sisa air mata . sungguh ingin rasa nya memeluk dan melepas semua beban yang ia rasakan .
Selama ini Ken selalu bersikap ceria pada keluarga nya agar orang orang terdekat nya menganggap bahwa dirinya baik baik saja .dia tidak akan sanggup melihat wajah sedih Keluarga nya terutama sang kakak yang sangat ia sayangi itu . Tapi sekarang aletha disini besar kemungkinan dia telah mengetahui semua nya . apa yang akan dia kata kan pada nya nanti . ntah lah hanya author yang tau .....
Bersambung
Ada yang kangen gak nih ma Abang ????
Galau Ken gays Mau bagaimana menghadapi aletha .
Kangen juga ma Bunda
Jangan lupa like koment dan vote nya ya gays , seperti bias nanti aku tambah visual tapi nyusul . oke
__ADS_1
see you
Happy reading