
*Buat kalian yang suka bisa mampir langsung ke lapak nya ya, Klik profil aku atau kalian bisa cari judul nya langsung di kolom pencarian*
Terima kasih
Arvian Kenzie Mahardika
Presdir muda yang sangat tertutup dalam kehidupannya. Kisah dalam hidup yang ia lalui membuat dia menjadi pribadi yang tegas dan mandiri serta menjadikannya sebagai pecinta one night stand dan di kelilingi wanita wanita cantik jika ia lelah akan pekerjaan yang ia hadapi.
Arvian kenzie mahardika, yang biasa di sapa kenzie, walau bukan dia yang mencari wanita wanita itu, melainkan andreas sahabat sekaligus asisten pribadinya, ken tak pernah dibuat kecewa dengan pilihan andre.
Seperti malam ini, ken baru saja selesai menghabiskan malamnya dengan seorang wanita malam di salah satu hotel milik nya.
Wanita itu tampak masih terengah-engah sambil memejamkan matanya. Namun hanya sebentar. Ia kembali membuka mata cantiknya dan menatap lekat wajah ken. Dengan berani, wanita itu menggapai wajah ken namun seketika ditepis oleh pria itu. Dan jangan lupakan tatapan tajam dari ken seolah ingin menghabisi wanita yang tadi baru saja ia tiduri.
"Turunkan tangan kotor mu!" geram ken dengan tatapan tajamnya.
"Kau bahkan tidak pantas walau hanya menyentuh sehelai rambutku!" lanjut ken dengan geram dengan sorot mata yang begitu tajam menatap wanita tersebut.
Wanita itu yang tadinya berharap bisa menyentuh wajah ken, hanya bisa mendesah pasrah karena ia juga takut dan tidak ingin menganggu tuan muda yang sangat berpengaruh di negri itu. Jujur dia ingin mencoba menyentuh Ken yang menurut nya begitu mempesona walaupun hanya menyentuh wajah pemuda tampan itu.
Dalam setiap aktifitas ranjangnya, ken selalu bermain aman dan sehat. Ken tak mau suatu saat nanti ada yang mencarinya dengan perut membesar merengek minta dipertanggung jawabkan. Karena menjadi ayah untuk saat ini belum terlintas dalam otaknya. Apalagi dengan status wanita yang menurut nya tidak jelas.
Kenzie segera beranjak dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi yang tersedia di kamar hotel untuk membersihkan dirinya lalu bermaksud pergi meninggalkan hotel setelah merapikan dirinya.
"Bayaran mu akan di urus oleh Andre." Ucap ken dengan dingin sebelum akhirnya ia memutuskan untuk melangkah keluar meninggalkan wanita yang masih belum sepenuhnya tersadar dari bayangan aktivitas mereka tadi.
*****
__ADS_1
Pagi itu di sebuah rumah sederhana, terlihat seorang gadis tengah melenguh merenggangkan otot otot nya. Tampak ia sangat malas untuk bangun dari tempat ternyaman untuk nya saat ini.
Dinginnya pagi juga dirasakan oleh kenia seorang gadis yang hidup sebatang kara di dunia yang begitu keras.
Kenia tersentak saat alarm ponselnya kembali berbunyi, Entah yang keberapa kalinya ponsel itu mencoba membangunkan kenia tapi tetap tak di gubris oleh gadis Itu.
Otaknya sangat kacau semalaman. Uangnya sudah habis dan dia juga baru dipecat dari tempat kerjanya gara-gara kecerobohanya saat bekerja.
"Hah, harus dimana lagi aku mencari pekerjaan?" gumam kenia dengan mata yang masih terpejam.
Biaya kuliah yang sudah menunggak harus segera ia lunasi karena jika tidak dia tidak akan bisa mengikuti ujian akhir nanti. Merasa frustasi kenia mengacak rambutnya
dan menyibakkan selimut yang sedari tadi menutupi tubuhnya itu dan menendangnya jauh. Jangan kaget jika kalian mengetahui fakta kalau kenia tidur hanya menggunakan ****** ***** dan singlet tanpa bra.
Kenia turun dari tempat tidur lalu berjalan lunglai ke dalam kamar mandi, gadis itu menggapai kran bathtub dan menghidupkannya dengan kencang agar bak tersebut cepat terisi penuh.
Sembari menunggu air tersebut penuh, Nia menatap dirinya di cermin full badan yang sengaja ia letakkan di kamar mandinya. Menelisik satu persatu tubuhnya yang begitu profesional. Dengan lingkar dada yang pas serta bentuk pinggang yang sudah seperti gitar spanyol jika kata para buaya.
Membuat nia terlihat begitu manis jika ia tersenyum, apalagi mata bulatnya itu. Karena mata bulat itu dan besar itu, tatapan nia terlihat begitu polos dan membuat setiap orang gemas.
Puas dengan memperhatikan dirinya di cermin, nia melirik ke arah bak yang tadi diisinya. Bak itu sudah hampir terisi penuh. Dengan cepat nia mematikan kran tersebut dan segera berendam sebelum terlebih dahulu ia menanggalkan satu per satu pakaian yang tadi menutupi tubuh indahnya.
Kenia hanya butuh waktu setengah jam untuk kembali rapi dan segar setelah mandi. Hari ini kenia ingin menemui rian teman satu kuliahnya. Rian yang bekerja di salah satu bar terbesar di kota itu, teman yang selama ini menjadi keluh kesah kenia, teman yang selama ini banyak membantu nya.
*****
Terlihat orang-orang tengah asik nya menari di lantai dansa club' tersebut dengan bau alkohol yang begitu menyengat. Itulah ciri khas aroma klub malam yang kini kenia kunjungi.
__ADS_1
Saat tiba di sini, tak jarang mata kenia menangkap orang-orang yang sedang di atas sofa yang sudah disediakan, atau saling berusaha untuk memuaskan pasangan masing-masing di lantai dansa. Hal seperti ini sudah menjadi khas dan lumrah dari Blue London.
"Ada apa Lo kesini?" tanya Adrian yang tengah menuangkan cocktail untuk Kenia sambil berteriak. Pasalnya suara dentuman musik cukup mampu melenyapkan suaranya.
"Gue cari kerjaan nih. Ada kerjaan nggak buat gue di sini?" adrian seketika mengernyit mendengar pertama nia.
"Emang kerjaan lo sebelumnya itu kenapa?" tanya adrian.
"Dipecat gue." jawab Nia.
"Lagi?" tanya Adrian tak percaya. Dua bulan terakhir ini kalau dihitung, Kenia sudah lima kali dipecat. Adrian geleng-geleng kepala melihat temannya yang satu ini.
"hmm" jawab Kenia tanpa semangat sambil mengatupkan dagu nya di meja yang menghalangi dirinya dan Rian saat itu.
"Gak ada pekerjaan buat lo disini, dan gue gak mau liat lo bekerja di tempat seperti ini" tegas rian yang tidak ingin melihat sahabatnya itu bekerja di tempat kotor seperti itu.
"Rian" Rengek Kenia pada teman masa kecilnya itu.
"Gak ada nia" tegas Rian sekali lagi tanpa bisa di bantah
"Ck, ga asik ish" gerutunya sambil cemberut membuat Rian gemas melihat hal itu.
"Ya udah ntar aku bantu cari kerja,tapi gak di tempat seperti ini" jawab Rian yang tidak tega melihat Kenia seperti itu.
"Yeay, makasih rian" seru nia tanpa sadar memeluk rian begitu saja walau terhalang meja bar.
"Bagi minuman dong, hehehhe, eh tapi tumben panggil nya aku kamu, biasa juga Lo gue, dasar!" Kenia yang begitu senang menampilkan senyum terbaiknya hingga menampakkan lesung pipi yang menghiasi sebelah pipi nya membuat siapa saja tidak akan bosan untuk melihat senyum gadis itu.
__ADS_1
"Ck, Bawel, sedikit aja, kalau lo mabuk gue ga tanggung jawab kerjaan gue masih banyak dan ga bisa nganter pulang" omel Rian yang malas jika berurusan dengan Kenia saat mabuk karena sangat merepotkan untuk nya, namun mau tidak mau dia harus karena bagaimanapun dia tidak akan tega meninggalkan temannya itu disini jika mabuk.
Bsb