MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Episode 29


__ADS_3

Tiba di depan ruangan Radith Jen mengetuk pintu ruangan itu .


" Masuk " ucap Radith dari dalam .


Jen membuka pintu dan masuk di ikuti oleh Ara .


Radith sejenak mengalihkan pandangannya dari laptop nya itu . ia sangat terkejut Jen dan Ara sudah ada disini karena mereka tak memberi kabar sama sekali padanya.


" Kapan kalian sampai ,kenapa tak menghubungi ku ?" tanya Radith berdiri menghampiri mereka


" Kami baru sampai tengah malam tadi " kata Jen memeluk Radith begitu juga Dengan Ara dan mereka berjalan menuju sofa ruangan itu .


" Seharusnya kalian bilang biar aku jemput " ujar Radith pada mereka


" Tidak apa , yang penting kan kami sudah sampai dengan selamat " ucap Ara


" Apa kalian sudah sarapan ?" tanya Radith perhatian


" Sudah tadi di rumah " jawab Jen


" Bagaimana kabar Gabriel ?" tanya Radit


" Dia baik baik saja , sekarang dia yang menghandle perusahaan disana " Kata Ara


" Sungguh?? Waw ini luar biasa padahal dia dari dulu sama sekali tidak tertarik pada bisnis ,bahkan dia menolak mentah-mentah untuk meneruskan perusahaan orang tua nya " ujar Radith


" Iya itu benar , apa dia bisa menolak jika Tuan putrinya yang meminta " saut Ara tertawa geli


karena memang benar apapun yang di minta Jen dari dulu Gabriel selalu menuruti nya .


" Iya kau benar , bahkan dulu saat kuliah dia sampai memutuskan kekasih nya karena kekasihnya itu cari masalah dengan Jen " sambung Radith tersenyum


" Itu emang dasar wanita itu saja yang keterlaluan " saut Jen kesal


" Iya emang benar se , tapi aku kadang bingung deh dengan Gabriel tadinya aku mengira dia yu cinta tau gak ma kamu Jen , tapi kok kalau dia cinta saat kamu menikah dengan derren dia biasa aja gak ada sedih sedihnya gitu , malah bahagia " kata Ara bingung


" Dia itu gak cinta sama aku ,dia sudah menganggap ku seperti adiknya sendiri . jadi dia bahagia lah kalau adiknya bahagia " jawab Jen


" Iya juga seh , dia emang keliatan sayang banget ma kamu " ucap Ara

__ADS_1


" bukan cuma aku doang , sama kalian juga " kata Jen


Radit yang dari tadi mendengarkan hanya tersenyum senang ,dia memang mencintai Jen tapi dia akan bahagia jika Jen juga bahagia dengan orang yang di cintai nya .


" Oh ya dith , apa berkas berkas nya sudah siap semua " tanya Jen


"oh iya aku jadi lupa , sebentar aku telpon Mia dulu " jawab Radith berjalan ke mejanya menghubungi sekertaris nya untuk mengantarkan berkas yang sudah disiapkan untuk pertemuan dengan pak Handoko .


tak berapa lama Mia datang membawa berkas dan menyerahkannya pada Radith.


" Mia , nanti tolong kamu handle kerjaan yang disini ya , saya akan ke restoran A bertemu pak Handoko dengan Ara " perintah nya


" Baik tuan " jawab Mia


" Dan besok jangan lupa kosongkan jadwal 2 hari karena saya harus ke new York untuk pelantikan hotel disana " kata nya lagi .


" Baik tuan , ada lagi " tanya Mia


" Tidak itu saja , Silakan keluar "


Mia menunduk hormat dan keluar dari ruangan bos nya .


Mereka bertiga berjalan keluar gedung menuju parkiran khusus .


" Mau bareng apa bawa mobil sendiri " tanya Radith


" Bawa mobil sendiri aja biar gak bolak balik , karena setelah ini kami ada urusan sebentar " jawab Jen


" Baik lah " jawab Radit masuk ke mobil nya .


Setengah jam mereka sampai di restoran A disana sudah ada tuan Handoko dan sekertaris nya .


Tuan Handoko sangat senang bisa bertemu langsung dengan pemilik AJ'S CROPS .


Pertemuan mereka berjalan lancar ,tuan Handoko sangat senang bisa bekerja sama dengan AJS Crops , tak disangka juga pimpinan yang selama ini menyembunyikan identitas nya yang dia kira mungkin seseorang sudah ber umur tapi ternya pimpinan AJ'S CROPS seorang wanita muda yang sangat cantik dan juga berbakat .


Setelah pertemuan dengan tuan Handoko dan makan siang mereka pun Berpisah , Radith kembali ke kantor sedang kan Jen dan Ara ke markas Black Devils .


†******

__ADS_1


Disisi lain Derren sedang berada di perjalanan menuju apartemen nya yang di tempati oleh Nadya .


Tiga puluh menit ia sampai di apartemen mewah nya. ia berjalan dengan tatapan tajam menuju lantai 11 apartemen itu .


Ia memencet kode apartemen nya dan masuk memanggil Nadya dengan keras .


" NADYA " teriak nya


Saat itu Nadya yang sedang berada di ruang tv pun kaget mendengar teriakan derren .


" Apa seh sayang ,teriak teriak begitu , kangen aku ya " bukan nya takut ia malah dengan manja nya menghampiri derren .


Derren yang ke marahannya sudah di atas ubun ubun menghempaskan tangan Nadya hingga Nadya tersungkur ke lantai .


" Jangan pernah sentuh aku dengan tangan motormu itu " ucap derren penuh tekanan menatap Nadya dengan tatapan pembunuh .


" Apa maksud kamu, kenapa kau tega melakukan ini sama aku , bagaimana jika terjadi sesuatu pada anak kita " ucap Nadya menangis tersedu ( padahal cuma acting gays )


" Cih , anak kita " derren berdecih dan tersenyum sinis pada Nadya ia melemparkan bukti bukti kebohongan nya ke muka Nadya


Dengan tangan bergetar Nadya membuka map itu ,betapa terkejutnya dia sekarang kebohongan nya telah terbongkar.


" Segera kemasi barang barang mu dan pergi dari sini , aku tak Sudi melihat wanita jala** berada di apartemen ku " ucap derren


Nadya menangis histeris


" Tidak , kau tidak bisa melakukan ini pada ku , ini pasti bohong , ini anak mu ren " ujar Nadya bersimpuh dihadapan derren


" Dasar tak tau malu , sudah ada bukti di depan mata masih saja bersandiwara , cepat pergi atau ku seret kau kekantor polisi atas dasar penipuan " ancam derren


" Tidak , aku tak mau di penjara . baik aku akan pergi "


" Lihat saja , aku tidak akan kalah begitu saja , akan ku balas nanti . dan liat apa yang akan ku lakukan pada istri mu itu " ucap Nadya dalam hati


Ia segera kekamar dan membereskan barang-barangnya dan pergi dari situ .


setelah Nadya pergi derren tersenyum licik jangan dikira dia akan melepaskan orang yang sudah merusak kehidupan nya .


dia memang tak menjebloskan Nadya kepenjara tapi dia akan menghancurkan perusahaan keluarga nya tanpa sisa .

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2