
" Bun ... Abang main ke rumah Rara ya !!" ijin Varo pada Jen yang sedang duduk santai di ruang tv membaca majalah .. Setelah berlatih beladiri dan membersihkan diri Varo yang merasa bosan dirumah memutuskan untuk kerumah Disha .
" Iya .. jangan nakal di sana , gak boleh ngerepotin mama " ujar Jen pada varo
" oke Bun !!" ia langsung berlari keluar rumah nya .. yang sangat luas halaman nya
" CK .. besok aku kalau bikin. rumah gak mau deh kayak begini . capek mau ke tempat tetangga aja harus jalan puluhan meter . padahal rumah nya ada di sebelah , untung rumah keluarga Abang Varo yang tampan nya udah kebangetan ini ,coba kalau gak usah aku ledakin nih rumah biar di ganti baru" gerutu Varo sambil berjalan keluar gerbang rumah nya sambil ngedumel gak habis habis .
" Ma .. mamaa !!" seru Varo Setelah sampai di rumah Gabriel yang kebetulan tidak di tutup pintu nya . jadi Varo masuk aja udah biasa juga ... siapa yang berani memarahi diri nya .. pikir Varo dengan songong nya .
" Ada apa bang ? kenapa teriak teriak begitu ?" ujar Disha yang baru dari kebun bersama Rara
" Mama dari taman??" tanya Varo bukan nya menjawab dia malah bertanya
" bukan , habis lihat tanaman di kebun belakang tadi" jawab Disha pada varo ,kini bocah itu sudah duduk di sofa dengan tenang nya
" Kamu udah makan bang?" tanya disha
" Udah dong ma , tadi habis latihan terus makan lalu kesini deh ! Ra main yok ?" ujar Varo pada balita yang usianya menginjak 2 tahun .
" Gak mau , Lala capek " ujar Rara yang memang belum bisa mengucap huruf R , karena dia juga merasa lelah habis berkebun dengan mama nya .
" Ih .. Rara gak asik ah " saut Varo cemberut yang membuat Disha dan Ara terkekeh gemas melihat tingkah lucu Varo ..
***
Hari itu di Cambridge University Vania sedang berada di perpustakaan , Ia berusaha mengambil buku yang kebetulan berada di atas sulit untuk diri nya menjangkau buku tersebut . Vania sedikit melompat Lompat namun masih tetap gagal ..
" Huh !" keluh nya karena tidak berhasil mengambil buku tersebut
Tiba tiba ada sebuah tangan mengulur mengambil buku tersebut
" nih " ujar orang itu memberikan buku yang ia ambil pada Vania
". Eh .. Te .. Terima kasih " ujar nya menerima buku itu lalu Vania melihat siapa yang telah membantu nya
" hm " jawab orang itu
" Va.. rel " lirih Vania yang tak percaya akan hal yang baru saja terjadi
" Hm ??" deheman varrel seolah bertanya ada apa?
" Eh .. gak apa-apa ! Sekali lagi terima kasih " ujar Vania mengangakat buku yang di ambil varrel tadi . varrel hanya mengangguk sebagai jawaban nya . Vania beranjak duduk di pojokan karena ia ingin tempat yang nyaman untuk membaca ,sambil menunggu jam kuliah nya .
Varrel memilih buku lain yang hendak ia baca ,, Setelah mendapatkan buku yang menarik untuk nya ia berjalan mendekati Vania .
" Boleh gue duduk sini ?" tanya Varrel
Vania yang mendengar itu langsung mendongakkan kepalanya menatap varrel , Lalu ia mengangguk menyetujui nya .
Satu jam mereka membaca tak ada sedikitpun yang membuka suara untuk bertanya atau apapun di antara mereka. sampai akhirnya varrel selesai membaca dan mulai bertanya pada Vania
" Van , Lo udah makan siang ?" tanya Varrel memulai percakapan nya
" Eh .. Belum " jawab Vania yang sedikit terkejut mendengar pertanyaan Varrel
" Ya udah, Ayo makan bareng gue " ajak varrel yang langsung berdiri dari duduk nya , mengembalikan buku yang selesai ia baca tadi . Vania yang masih terbengong mendapat ajakan makan siang dari varrel pun tersadar Setelah varrel membuka suara nya kembali
" Lo gak mau ?"
" Ma .. mau kok , ayo " Vania bergegas berdiri varrel meminta buku yang ada pada Vania dan mengembalikan nya di tempat semula karena ia tau jika Vania tidak sampai .
" Terima kasih "
__ADS_1
" Hm " Mereka berjalan beriringan menuju kantin kampus . karena hanya ada waktu setengah jam sampai kelas mereka di mulai nanti .
Setelah memesan makanan Vania mencoba mencairkan suasana di antara mereka, sambil menunggu pesanan mereka datang
" Rel Asli nya dari mana ? Pasti bukan asli orang sini kan ?" tanya Vania mencoba mengakrabkan diri pada Varrel
" Iya, Gue dari Indonesia " jawab nya
" Kalau Lo ?" tanya varrel
" Sama Aku juga dari Indonesia " jawab Vania yang di angguki oleh Varrel . sudah bisa di lihat dari wajah nya yang memiliki ciri khas Asia..
" Lo keliatan masih muda banget , umur Lo berapa ?"
" 20 tahun sih kayak nya " jawab Vania yang kini ia sudah mulai Santai tidak canggung lagi .
" Oh"
tak lama pesanan mereka datang . Varrel dan Vania makan sesekali di selingi obrolan obrolan kecil . setelah makan Varrel membayar makanan mereka lalu mereka berjalan bersama menuju kelas.
Saat memasuki kelas bersama Lisa dan Neva menatap sinis ke arah Vania .
" CK , ternyata tuh cewek cupu gak takut dengan ancaman gue .. Lo liat aja nanti apa yang bakal gue lakuin sama Lo " batin nya sambil menggenggam tangan merasa emosi melihat kedekatan Vania dan Varrel.
Dua jam berlalu akhirnya mereka semua bergegas untuk pulang . Di parkiran tampak Varrel melihat oke arah Vania yang sedang berjalan keluar gerbang . karena memang hari ini Vania tidak bawa motor , motornya sedang berada di bengkel sudah 2 hari jadi Vania menunggu bis di halte dekat kampus .
Varrel melajukan motornya menghampiri Vania .
" Van ,Ayo gue antar pulang" ujar varrel
" Gak usah rel , makasih nanti malah ngerepotin kamu "jawab Vania tidak enak . walau dalam hati nya ia sangat bahagia
" Gak ngerepotin ,udah ayo " ajak nya sedikit memaksa
" Rumah Lo di mana ?"
" Di jalan xx " Vania menyebutkan alamat apartement nya ,yang ternyata tak jauh dari apartement varrel hanya beda beberapa gedung .
" Oke . Gue cuma bawa helm satu , jadi kita lewat jalan belakang ya " ujar Varrel di Angguki vania ..
Motor Varrel mulai melaju membelah jalanan yang lumayan sepi ,karena memang jarang orang orang melewati jalanan ini .
Dari kejauhan tampak Beberapa motor menghadang di tengah jalan . Vania yang melihat itu Jadi khawatir dengan Varrel.
" Rel , lihat tuh !" tunjuk Vania , varrel yang memang sudah melihat itu biasa saja .
" Kamu tenang aja " Varrel menghentikan motornya tepat di tengah jalan . orang orang itu seperti Preman ada yang membawa kayu dan pisau atau senjata lain nya varrel tak tau ..
Varrel yang selalu membawa senjata di saku nya , Seperti laser , Pistol kecil dan senjata rahasia rancangan Jen yang terletak di jam tangan nya, Varrel tak merasa takut sedikitpun apa lagi dengan berbekal beberapa ilmu bela diri dari Jen .
" Hei anak muda , serahkan gadis itu pada kami .. Kami ingin menikmati nya " ujar salah satu dari mereka yang di perkirakan Varrel adalah ketua dari genk itu .dan di susul gelak tawa dari beberapa orang lain nya .
Vania turun dari motor Varrel ,ia membenarkan kacamata nya manatap tajam pada mereka .
" Cih .. Mimpi !!" Varrel melayangkan tendangan pada orang tersebut . yang langsung mengenai Pipi orang itu hingga mulut nya mengeluarkan darah segar .
" CK .. Shit !!!" ujar orang itu sambil mengelap darah yang keluar dengan ibu jari nya .
" Habisi dia !!" seru Nya pada anggota yang lain .. Orang Orang itu mengelilingi varrel dan mulai melayangkan serangan nya pada Varrel . Varrel dengan cepat berjongkok dan menendang memutar ke kaki mereka hingga mereka semua tersungkur saling bertubrukan .
Varrel berdiri memasukan tangan nya kedalam saku celana nya
" CK .. hanya lalat pengganggu saja sombong nya gak ketulungan " gumam varrel . mereka semua berusaha berdiri dan mengeroyok varrel kembali .. Dengan sigap Varrel menendang dan memukuli mereka semua . ia tidak ingin mengeluarkan senjata nya jika keadaan masih bisa di kondisikan .
__ADS_1
Satu persatu mereka terkapar hingga varrel lengah ,Vania yang sejak tadi diam memperhatikan melihat seseorang hendak menembak varrel Segera berlari menendang tangan orang tersebut sampai pistol itu melayang . Varrel menoleh melihat kejadian itu . ia sedikit terkejut dengan Vania yang ternyata juga bisa berkelahi .
Vania Menendang tepat di perut hingga orang itu muntah darah .Sampai mereka semua sudah terkapar tak berdaya .. Varrel merogoh ponselnya menelpon seseorang .
" Bereskan kekacauan ini" perintah nya pada orang yang ia hubungi ..
Varrel menatap Vania Tersenyum untuk pertama kali nya pada seorang gadis .
" Terima kasih " ujar Varrel
" Tidak ,aku yang harus nya berterima kasih pada mu " jawab Vania
" Aku tak menyangka jika kau hebat dalam berkelahi " ujar Varrel sambil memasang helm nya
" Tidak sehebat diri mu" jawab nya lagi
Varrel Tersenyum manis menaiki motor nya .Vania yang melihat itu merasakan jantungnya berdetak kencang seakan ingin copot .
" tampan sekali " batin nya
" Ayo !! Apa kau mau di sini saja ?" tanya nya menggoda
" Tentu saja tidak " jawab nya Tersenyum menaiki motor Varrel .
Tak berapa lama mereka sampai di apartemen Vania .
" Gak mampir dulu ?" tanya Vania basa basi
" Lain kali saja , Aku merasa cukup lelah dan ingin segera beristirahat " jawab varrel
" Baik lah , Sampai jumpa .. sekali lagi terima kasih " ujar Vania di angguki oleh varrel . Varrel melajukan motor nya ke gedung apartemen nya yang tak jauh dari tempat Vania .
Sampai di apartemen ia membersihkan diri dengan berendam selama setengah jam menghilangkan rasa lelah di tubuh nya . Varrel teringat kejadian tadi saat Vania membantu nya melawan orang orang itu . Varrel tidak ambil pusing dengan mereka siapa ? Karena tadi yang mereka minta adalah Vania ia rasa hanya segerombolan preman yang sering menghadang gadis gadis lemah .
Varrel kagum dengan sosok Vania , Dia gadis kutu buku yang menarik perhatian nya , Ternyata sosok gadis yang kuat seperti bunda nya .. Varrel Tersenyum mengingat Vania .
lamunan nya berantakan saat ia mendengar suara ponsel nya berbunyi .
" CK . Sialan !! " Varrel menyelesaikan mandi nya , memakai handuk keluar dari kamar mandi untuk melihat siapa yang menghubungi karena sejak tadi ponselnya tak berhenti berbunyi.
" Lihat saja jika tidak penting akan kupastikan akan memaki orang itu!" gerutu nya sambil berjalan menuju nakas dimana ponsel nya berada .
Setelah melihat siapa yang menghubungi nya seketika ia terkekeh dengan ucapan nya barusan .
"Mana gue berani memaki Ibu negara, Bisa bisa jadi Perkedel gue !! " ujar nya terkekeh lalu ia mengangkat panggilan video dari Jen tapi sebelum itu ia memakai kaos nya lebih dulu .
**Bersambung
V & V
Varo imut
Hayo berani Lo Rel sama ibu negara
jangan lupa like comment n vote nya ya gays ,biar author semangat nulisnya
__ADS_1
Happy reading**