
Masih di yayasan
" Bun ,tadi Abang dengar bunda besok mau ajak Abang ke markas , markas apa Bun ? " tanya Varrel
" Ikut aja oke , setelah disana Abang akan tau " Varrel mengangguk dia merebahkan kepalanya dipangkuan Jen ,dia merasa lelah ,sungguh nyaman berada dekat dengan sang bunda . Fira pun tak kalah manja nya dia merebahkan kepalanya di pundak Jen . Jen tersenyum hangat pada anak anak nya .
" Oh ya Bun , didepan mobil siapa " tanya Fira yang teringat mobil keren di halaman depan
" Oh itu mobil Abang , Apa kakak juga mau mobil seperti punya Abang " tanya Jen pada Fira
" No bunda, Kakak masih kecil nanti jika sudah waktunya saja , lagian nih ya Bun kalau bunda juga kasih mobil ke kakak nanti Abang kelayapan gak ada yang ngawasin ,jadi biar fira yang selalu awasi Abang " ucap Fira cengengesan
" Ada ada aja kamu ini " ucap Jen mengacak rambut Fira
" Bunda apa itu gak terlalu bagus " Varrel yang sejak tadi diam ikut bersuara karena dia juga tidak enak terus merepotkan bunda nya . dia tau harga mobil itu pasti sangat mahal . Bahkan uang bulanan mereka yang diberikan jennie sangat banyak . Varrel bahkan sudah di beri credit card without limit dan Debit Card yang di isi Jen tiap bulannya dengan nominal yang fantastis bahkan Varrel tak habis fikir sama bunda nya . begitu juga dengan Safira. Tapi tetap lebih banyak Varrel karena dia juga yang menjatah uang jajan adik adik nya yang kecil . sedangkan untuk Belanja dan kebutuhan rumah itu dipercayakan pada bi Anna.
" Gak bang , Apapun untuk anak anak bunda , apa Abang gak suka " tanya Jen
" Suka bunda, tapi ..."
" No tapi tapi oke! sekarang kalian istirahat gih bunda akan siapkan makan malam untuk kalian sebelum pulang dan Abang inget besok ketemu aja disana akan ada supir yang jemput besok . "
" Baik bunda "
Setelah makan malam jen ,Varo dan Alia kembali ke kota x cukup jauh dari yayasan nya tapi dia sangat menikmati perjalanan nya . tanpa diduga Dibelakang nya ada beberapa mobil yang mengikuti nya. Jen yang sudah curiga setelah melihat dari kaca spion nya menyuruh Alia mengencangkan sabuk pengaman nya . Jen Menghubungi Pengawal bayangan Black Devils .
Memasang earphone kecil di telinga nya .
" Kalian bersiap lah " perintah nya
Jen Menginjak dalam Gas mobilnya Alia sangat ketakutan melihat situasi ini .
" Tenang lah Alia , jaga Varo untuk ku " ucap Jen serius tapi bibirnya tertarik keatas sekilas tersenyum smirk melirik ke spion mobil nya .
__ADS_1
" Show time "
Ciiiit
suara rem mobil Jen berbelok memutarkan mobilnya menghadang jalan mobil mobil yang mengikuti nya .
Dia membuka dasboard mobil Mengambil Pistol dan senjata rahasia nya . dia menyelipkan pistol nya di saku belakang dan Senjata rahasianya di jam tangan nya . Alia sejak tadi hanya takut dan memperhatikan Jenni .
" Apapun yang terjadi jangan keluar dari mobil . kau tenang saja mobil ini anti peluru dan Ledakan"
" Tapi bagaimana dengan nona "
" tidak perlu mencemaskan ku , Itu hanya segelintir tikus saja" ucapnya terkekeh . Alia benar benar terkejut di situasi seperti ini Jen masih bisa tertawa .
" Kau cukup melihat pertunjukan ini dan jaga Varo . oke "Setelah berbicara seperti itu Jen pun keluar dari mobil dan bersandar santai di badan mobil menatap datar orang orang yang keluar dari mobil mobil yang mengikuti nya .
" cih " decih nya melihat segerombolan pengecut menurut nya . Siapa lagi yang berani melawan wanita sendiri beramai ramai seperti itu jika bukan pengecut .
" Entah lah aku juga tidak tau ,ini juga perintah Bos besar , jika begini aku sendiri saja bisa menghabisinya" ujar orang itu sombong membuat Jen terkekeh geli .
" Sudah kau saja yang maju sana " perintah ketua kelompok itu
" Siap bos " Orang itu berjalan mendekati Jen Membuat jarak diantara mereka semakin dekat . saat jarak tinggal satu meter pria itu sudah mengambil ancang-ancang akan menyerang Jen . Jen tanpa berpindah dari posisi nya hanya berdiri tegap saja dengan sekali tendangan di dada pria itu langsung memuntahkan dara segar dari mulutnya. membuat sekelompok orang itu terperangah melihat nya . Jen berjalan santai ke arah Orang orang itu yang kita kira ada 50 orang perhitungan Jen .
Jen merenggangkan otot nya
" Ukh ,rasanya sudah lama tak melakukan ini , ayolah apa hanya segini anggota Mu " tanya Jen datar
" Cih , sombong sekali kau nona, serang dia " ucap ketua itu menatap Jen dengan tatapan tajam
__ADS_1
" 5 Menit " Suara Jen terdengar dingin
Dengan gerakan memutar Jen menendang orang-orang yang menyerangnya , tangannya juga tak tinggal diam , secepat kilat dia mengambil pistol disaku nya menembaki orang orang itu .
tak butuh waktu sampai 5 menit mereka semua sudah terkapar tak bernyawa . tersisa ketua kelompok tadi yang masih terkejut dengan apa yang terjadi . sekarang dia tau maksud bos besar nya .
Dengan senjata rahasia nya Jen melumpuhkan Ketua Kelompok itu . sengaja ia tidak melenyapkannya untuk mengintrogasi siapa dalang dibalik penyerangan ini .
" Bereskan semua ini " perintah nya pada orang dibalik earphone nya. lalu dia berjalan santai masuk ke mobilnya . di dalam mobil Varo terbangun sejak tadi dan kegirangan melihat aksi bunda nya . Benar benar anak ini pikirnya . sedangkan Alia masih terkejut dengan apa yang dia lihat .
" Nona .. itu ...."
Jen hanya tersenyum dan mengangguk .Lalu ia segera menjalankan mobilnya kembali kerumah.
Pukul setengah setengah sepuluh mobil Jen memasuki mansion Utama keluarga Admaja .
" Dari mana " suara yang terdengar dingin ditelinga Jen
" Alia kamu bawa Varo kekamar nya ya , Kamu juga istirahat pasti lelah " bukannya menjawab derren , Jen malah bicara pada Alia .
" Baik nona " Alia naik menuju kamar baby Varo . selama jadi baby sister ia memang tidur dikamar baby Varo .
Setelah Alia masuk kekamar Jen mengalihkan pandangannya ke arah derren sejenak lalu ia juga berjalan ke kamar tanpa menjawab derren .
dia terlalu lelah hari ini . menghabisi hampir 50 orang sungguh sedikit menguras tenaga nya.
Sebenarnya dia tidak akan menghabisi orang biasa seperti perampok atau penjahat lainnya. tapi kelompok tadi dari tanda di lengan pria pria itu dia tau jika mereka rival Black Devils . kelompok pembunuh bayaran paling kejam di negara xx . Tapi dia juga harus tau siapa dibalik semua ini maka dari itu Jen menyisakan ketua nya .
" Huh , Sepertinya beberapa waktu kedepan hari hariku tidak akan tenang " Gumam nya setelah didalam kamar tetapi dapat didengar derren yang sejak tadi mengikuti nya karena Jen masih tak menjawab pertanyaan nya .
Derren menarik pundak Jen agar menghadapnya
" Apa maksud mu " tatapan derren begitu dingin pada nya
__ADS_1
" ........" tak ada jawaban apapun dari Jen semakin membuat derren geram .
bagaimana tidak, dia sudah dirumah sejak sore dan sudah menyiapkan kejutan untuk meminta maaf pada Jen . tapi jam segini Jen baru pulang dan tak bisa dihubungi . derren yang begitu mengkhawatirkan nya bahkan masih saja dicuekin oleh Jen . tambah harus mendengar ucapan Jen yang menurut nya ambigu dan tak mendapat jawaban apapun . Derren benar benar kesal pada Jen dia melepas pegangan nya pada bahu Jen dan berjalan ke atas ranjang menutup tubuhnya dengan selimut dia memilih menghindar dari pada nanti akan kelepasan dan meluapkan emosinya yang bisa menyakiti Jen .