
Di Perusahaan GA COMPANY
Tap tap tap
Suara langkah kaki seseorang yang terdengar memasuki Lobi Kantor .
" Selamat siang , ada yang bisa kami bantu tuan " ucap resepsionis menyapa orang itu
" Nona Khaira ada ? saya ingin bertemu dengan nya " kata William
" Apa sudah buat Janji sebelum nya tuan ? " suara resepsionis yang terdengar sangat ramah
" Bilang saja william ingin bertemu " kata Willi dan di angguki oleh Resepsionis dia segerap menghubungi sekertaris Ara .
" Tuan anda bisa naik ke lantai tiga puluh disana ruangan Nona Khaira, anda bisa menggunakan lift yang sebelah sana tuan itu lift khusus untuk ke lantai CEO "terang resepsionis itu
" terima kasih " Lalu Willi melangkah kan kaki nya menuju lift khusus ke lantai tiga puluh
Ting
" Selamat siang tuan , silahkan nona Ara sudah menunggu" ucap sekertaris Ara setelah melihat William dihadapan nya.
tok tok tok
Setelah mendengar suara dari dalam menyuruh masuk Willi pun masuk keruangan itu .
Dengan santai dia duduk si sofa ruangan Ara , Ara hanya melirik nya sinis .
" Nona , sekarang kau katakan apa yang kau inginkan aku sudah menepati janji ku kemarin untuk menemui mu " kata Willi memulai pembicaraan mereka .
"......" hening tampak Ara sedang berkutat dengan Pekerjaan nya ,Willi menghembuskan nafas nya kasar karena tak ada respon dari Ara
" Hai nona apa kau tidak mendengar ku " serunya lagi ,
"....." bukan Ara sengaja mengabaikan Willi tapi dia memang harus cepat menyelesaikan pekerjaan nya itu baru nanti akan bicara pada nya ,jika dia menanggapi nya sekarang dia yakin akan berkepanjangan dan dia tidak menyelesaikan pekerjaan nya itu akan membuat masalah untuk diri nya sendiri bisa bisa Jen akan mengomeli nya habis habisan .
Karena jengkel Willi beranjak dan berjalan ke meja Ara ia melihat apa yang sedang Ara kerjakan
" Mengagumkan " Gumam nya melihat cara Ara bekerja sangat telaten dan cekatan pantas saja Ara tidak menanggapi nya .
" Ada yang bisa aku bantu " ucap Willi akhirnya
Mendengar itu Ara mendongakkan kepalanya nya sebentar lalu kembali fokus pada pekerjaan nya .
" Tunggu lah 10 menit lagi aku akan menyelesaikan ini terlebih dulu , Karena aku masih sayang dengan Kehidupan ku yang damai ini "
Mendengar penuturan Ara , Willi mengerutkan keningnya bingung dan mencoba mencerna ucapan Ara " Apa hubungannya " gumam nya
tapi masih terdengar oleh Ara
" Kau lihat saja nanti " ucap Ara yang semakin membuat Willi penasaran jadi dia memilih Menunggu dengan duduk di hadapan Ara . Memperhatikan Raut wajah Ara yang sedang bekerja " Cantik " batin nya .
Sepuluh Menit berlalu Ara menyelesaikan pekerjaan nya , Ia sedang membereskan berkas-berkas yang ada di meja nya untuk diserahkan pada Jen tapi sebelum ia beranjak Jen sudah lebih dulu masuk keruangan itu .
Brak
Suara pintu dibuka dengan keras membuat sang empunya ruangan berdecak " Sudah ku duga " desis nya
" Hei Nona , apa kualitas bekerja mu sudah berkurang , aku kan memberi mu waktu setengah jam dan ini sudah lewat 5 menit " omel Jen yang sudah berdiri dengan wajah Kesal tanpa melihat ada orang lain diruangan itu .
" CK tidak Bisa kah kau membuka pintu Sedikit lebih pelan , Seperti nya hobi mu itu tidak akan berubah senang sekali merusak pintu ruangan ku "
__ADS_1
Yang di tanggapi tatapan tajam oleh Jen " Ini aku sudah menyelesaikan nya " ujar Ara memberikan berkah pada Jen lalu memeriksa nya " Bagus !! Ayo makan siang " ajak Jen menarik tangan Ara tapi tertahan karena Ara tidak bergerak lalu Jen berbalik menatap Ara , Ara memberi kode dengan tatapan nya melirik seseorang yang ada di situ lalu Jen menoleh ke arah Willi , dia terkejut di buat nya bagaimana bisa Willi berada disini laku dia melihat ke arah Ara menatap nya penuh selidik .
" Tidak seperti yang kau pikirkan , buang jauh jauh pikiran konyol mu itu " ujar Ara yang mengerti pemikiran Jen
" Iya juga tidak apa-apa kalian kan sama sama jomblo " ujar Jen santai
" Kak , kenapa kesini tidak bilang bilang apa kau sudah melupakan adikmu yang cantik ini ? " ucap Jen terkekeh dengan Ucapan nya sendiri
" mana mungkin aku melupakan gadis kecil ini " ucap Willi mengacak rambut Jen
" Kak aku bahkan sudah punya anak , kenapa kau selalu memanggil ku begitu " ujar Jen mengerucutkan bibir nya
" Jangan pasang wajah seperti itu " Ujar Willi gemas dan mencubit pipi Jen
" Baiklah , jika kalian ada urusan segera selesai kan aku mau makan siang dulu, By kak ,by honey " ujar Jen berjalan keluar ruangan Ara dengan anggun nya itu semua tak luput dari pandangan sendu Willi , bagaimana pun dia ingin melupakan cinta nya untuk Jen tapi ntah kenapa sangatlah Sulit, Melihat itu ntah mengapa hati Ara mendadak sesak .
Kini Ara dan Willi duduk di sofa sebelumnya Ara sudah memesan makanan dan minuman untuk mereka
" Sekarang kata kan aku harus apa ?"
" Tidak ada , aku hanya minta 1 janji sebagai permintaan , tapi tidak sekarang aku akan meminta nya suatu saat nanti " Ujar Ara datar tak seperti biasa nya
" Yakin ? hanya satu dan kenapa tidak sekarang saja ?"
" tidak aku sekarang belum membutuhkan nya "
" Oke I'am promise"
tak berapa lama makanan mereka datang di antar oleh OB . mereka pun makan dengan tenang setelah makan Willi berpamitan untuk kembali ke kantor nya
" Aku akan mengabulkan apa pun itu permintaan mu nanti selagi itu masuk akal dan aku sanggup " ujar Willi lalu berjalan keluar ruangan Ara
" Ada apa dengan ku , kenapa begitu sesak melihat pandangan nya pada jen " gumam Ara setelah Willi tidak terlihat diruangan nya .
Aletha kini sedang berada di rumah sakit tempat nya Koas , Karena jam praktek nya masih kurang dua puluh menit lagi dia memutuskan untuk ke kantin rumah sakit ,Dengan santai nya ia berjalan hingga tanpa sengaja pandangan nya melihat seseorang yang sangat ia kenal memasuki salah satu ruangan dokter di rumah sakit itu. tapi untuk apa dia kesini ,lalu pandangan nya beralih pada tulisan yang berada pada sisi pintu ruangan itu .
Deg
" Dr.Rian Permana SpPD " gumam nya
seketika jantung aletha berdegup kencang memikirkan kemungkinan terburuk yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya .
Dengan perlahan aletha berjalan menuju ruangan itu .
" Kenzo " lirih nya di balik pintu ruangan itu , ya orang yang di lihat Aletha adalah Ken ,tapi untuk apa Ken kesini dan ini .....???? begitu banyak pertanyaan di kepala aletha tapi dia tidak. bisa menemukan jawabannya .Ia lebih mendekatkan diri ke pintu ruangan itu , samar samar ia dapat mendengar pembicaraan orang yang ada di dalam karena pintu ruangan itu terbuka sedikit .
" Lo gak bisa berdiam diri ken ,Lo juga harus memikirkan kesehatan Lo , Lo tau itu sangat berbahaya jika Lo sampai tidak menuruti prosedur yang ada ,kita harus cuci darah sekarang " terang dokter Rian
Ken mengusap wajahnya mendengar ucapan dokter Rian " Gak ,Gue gak mau Lo bisa kasih obat apa saja asal gak cuci darah , cuci darah nya ntaran aja kalau sudah jadwal nya .kan sayang uang gue " jawaban Jen membuat dokter Rian berdecak Saat seperti ini bisa bisa nya dia masih bercanda seperti itu pikirnya.
" Gue udah sering bilang sama Lo untuk jaga pola makan dan jangan terlalu kelelahan , Begitu sulit kah melakukan itu " Omel dokter Rian pada sahabatnya itu sambil menyuntikan obat pada Ken
" Ya sulit banget lah , Gue Udah gak bisa makan enak , lagi ,gak bisa minum enak lagi , udah gitu darah gue harus di cuci terus , kan boros banget tuh untung nyuci nya gak pakai sabun " perkataan Ken benar benar Membuat Rian kesal , Ken memang selalu bisa mengalihkan agar tidak ada yang mengasihani nya .
" Gue udah berusaha cari donor ginjal yang sesuai dengan kondisi Lo , tapi Belum ada yang cocok , Lo harus kuat dan bisa bertahan sampai kita menemukan Donor yang cocok "
" Oke . iam fine .. Lo tau gue selalu kuat ,apa lagi hati gue " ujar Ken terkekeh
" Kalau Lo cinta kenapa nolak dan memilih untuk tak peduli " tanya dokter Rian, karna dia sudah tau apa pun tentang Ken bahkan yang orang lain atau bahkan diri nya sendiri yang tidak tau dokter Rian bisa tau ,karena memang mereka sudah berteman lama walau Rian lebih tua 2 tahun dari nya itu tak membuat jarak antara mereka . Rian sudah menganggap Ken sebagai adik nya sendiri .
" Gue gak mau kasih harapan kalau akhirnya bakal gue tinggalin "
__ADS_1
" Kenapa Lo pesimis seperti itu "
" Ntah lah , Gue balik dulu jangan bahas ini lagi gue gak mau ada yang kecewa , biar gue aja yang rasain berat nya Mencintai tanpa bisa memiliki " ujar Ken terkekeh lalu dia berdiri tapi ntah kenapa kepalnya sedikit pusing jadi ia menyangga badannya berpegangan pada meja di hadapan nya .
Sedangkan aletha yang mendengar semua itu ,badannya serasa lemas seolah tulang di tubuh nya luruh ntah kemana ,tapi ia segera tersadar melihat Ken hendak keluar dari ruangan itu. Dia segera menghapus air mata nya dan pergi keruang nya ia masih begitu shock dengan kejadian ini , orang yang sangat ia cintai tidak sedang baik baik saja , lalu apa siapa yang Ken cintai tapi dia tidak bisa memiliki nya ,bukan kah di bahagia bersama Nada kekasih nya ???
" Sebaiknya Lo istirahat dulu deh , Dan Lo kesini tadi nyetir sendiri ? apa Lo udah bosen hidup hah , gak habis pikir gue " mengingat kondisi Ken ,Rian berdecak kesal bagaimana bisa dengan kondisi yang seperti ini Ken masih bisa menyetir sendiri
" Ya udah sih yang penting kan gue selamet sampai sini " jawab nya santai menerjapkan mata nya menghilangkan rasa nyeri di kepala nya
" Lagian kenapa sih Lo bisa sampai begini "
" Kemarin waktu di pesta gue khilaf liat makanan enak " jawab nya santai
" Astaga !!" Rian menggelengkan kepalanya tak habis pikir pada Ken
" udah ah ,gue bosen denger suara Lo , Gue balik dulu , by " Ken berjalan agak sempoyongan sampai di parkiran dia menelpon orang nya untuk menyetirkan mobil untuk nya ,karena kondisinya yang tidak memungkin kan untuk berkendara .
**
Pagi hari nya di kediaman Gabriel tampak disha sedang menyiapkan sarapan di dapur di bantu oleh pelayan baru nya yang ternyata sangat ahli dan cekatan, setelah selesai Disha Masuk kamar Gabriel yang ternyata Gabriel sedang berada dikamar mandi , Disha sudah memperkirakan hal itu dia akan masuk di jam segini karena jam segini Gabriel pasti sedang mandi dan dia segera menyiapkan pakaian kerja lengkap dengan dasi dan sepatu untuk suami nya dan meletakkan nya di atas tempat tidur, setelah itu dia buru buru keluar sebelum Gabriel keluar dari kamar mandi.
Setiap Hari Disha selalu Memastikan kebutuhan suami nya mulai dari sarapan dan pakaian , Gabriel juga tidak membantah itu karena dia sudah berjanji untuk membiarkan Disha melakukan kewajiban nya sebagai seorang istri tapi tidak dengan nya yang masih saja tidak peduli pada istri nya itu . kini sudah genap tiga bulan mereka menikah tapi tak ada perubahan sama sekali dari sikap Gabriel .
Jen dan derren juga sekarang sudah menempati rumah sebelah rumah Gabriel . itu membuat Disha tidak kesepian jika dia sedang berada dirumah karena ada Beby Varo yang kini sudah mulai belajar berjalan walau masih tertatih . Varrel yang sibuk dengan pekerjaan nya di kantor derren membuat derren sedikit bersantai . memang ayah yang luar biasa . 4 jempol untuk derren !!!!
Ara yang kini semakin dekat dengan william hari hari nya menjadi ceria , sikap perhatian Willi pada nya membuat nya semakin menyukai pria itu , tapi sampai sekarang pria itu bahkan belum mengatakan apapun tentang perasaan nya yang kadang membuat Ara bingung apa benar Willi menyukai nya atau apa ? tapi jika tidak kenapa dia selalu peduli dan sangat perhatian pada nya .
ntah lah hanya author yang tau .
**
Kini Jen dan derren serta Varrel sedang duduk berbincang di ruang keluarga
" Bang ,bunda udah urus kepindahan Abang ke London mungkin akan di percepat karena Abang harus mendaftar terlebih dulu di sana , tinggal tunggu Visa dan paspor nya saja yang belum jadi " terang Jen yang di protes oleh derren Jennie sudah memperkirakan itu sejak tadi karena ia tau betul jika Varrel pergi pekerjaan nya akan banyak lagi seperti dulu bahkan niat nya agar varrel istirahat dan menikmati masa remaja nya gagal karena derren .
" yank gak bisa gitu dong , kenapa cepet banget coba kamu gak kasian sama Abang di negara orang sendirian " alasan derren
" CK , bilang aja kalau Varrel pergi gak ada yang akan bantu kamu lagi .ya kan ??"
" Ya gak gitu juga yank , aku juga kan hanya ingin anak kita belajar ,itu juga baik untuk masa depan nya kan " terang derren memberi penjelasan
" Iya aku tau ,tapi ini belum saat nya aku hanya ingin varrel menikmati masa remaja nya mas " perkataan Jen Membuat derren menghela nafasnya , memang benar apa yang dikatakan istri nya itu varrel bahkan masih terlalu muda untuk membantu nya .
" baiklah .kau ratu nya disini " ucap derren mengalah varrel hanya terkekeh melihat perdebatan ayah bunda nya . bagi nya dimana pun dirinya .dia pasti akan kembali pada ayah dan bunda nya . dia akan menurut karena memang itu untuk kebaikan nya .
**Bersambung
Aletha
Kenzo
Raditya . Note ; Radith aku ganti gays biar serasi ma nada .
Nada
__ADS_1
Happy reading**