
Kini hari terakhir Jennie, derren dan Varo berada di London . Semenjak mereka disana Kedua teman varrel selalu datang dengan alasan merindukan masakan Jennie .
Jen sedang packing karena mereka akan berangkat malam nanti.
" Bun tidak bisakah kalian lebih lama disini ? aku akan sangat kesepian nanti " kata varrel yang kini tiduran di atas ranjang bersama Varo yang asik dengan ponsel nya . sedangkan Derren tadi pergi dengan radith
" tidak sayang . Bunda kan harus bekerja lagi pula Minggu depan Uncle Ken dan Aunty Letha akan menikah Minggu depan , bagaimana mungkin bunda tetap disini " jelas Jen sambil merapikan pakaian ke dalam koper .
" huh . baik lah ! Aku akan segera selesai kan study ku lalu pulang dan berkumpul kembali bersama kalian " ujar varrel lalu ia mulai menjahili sang adik yang masih tetap asik dengan ponsel nya.
" Abang !!! " Seru Varo karena sang Abang menggelitik kaki nya
" Hm " jawab varrel santai seolah tak terjadi apapun
" Bisa diem gak !!"
" Iya "
" Isshh !! Abang!!!!"
" Hm "
" Bunda Abang nyebelin nih "
" Gak Bun , mana ada Abang sejak tadi kan diam "
" Bundaaa"
.
" Sudah . Sudah ! Varo jangan main handphone terus bisa ??" kata jen
"Gak bunda ! "
" Varo " ucap Jen penuh tekanan
" Iya Bunda ??" jawab Varo seolah tak terjadi apapun
" Astaga !! Anak ini " Jen memijit pelipis nya kesal . sedangkan varrel hanya terkekeh meihal tingkah menggemaskan sang adik .
Kini Setelah Jen ,derren dan Varo telah kembali ke tanah air . suasana Apartement Varrel menjadi sunyi kembali ,bahkan dua sahabat nya itu yang biasa nya sering nongol ini ntah kemana . Varrel memilih menghabiskan waktu untuk belajar Setelah lelah dia pun Tertidur .
***
Di bandara internasional Negara xx Pesawat pribadi keluarga Admaja telah mendarat dengan sempurna .
Sampai dirumah Jen dan derren serta Varo merehat kan badannya setelah perjalanan yang menempuh lebih dari lima belas jam cukup membuat mereka lelah .
tapi saat ingin memejamkan mata ponsel Jen tanda pesan masuk pun berbunyi
Ting
Dengan malas Jen membuka isi pesan tersebut . Seketika mata nya membulat sempurna setelah melihat ternyata pesan dari nomer yang tidak di kenal dan berisikan Sebuah foto .Jen melihat tajam ke arah derren yang sudah terlelap bersama Varo yang berada di tengah mereka . lalu ia mengalihkan Pandangan nya lagi pada foto tersebut .
Dengan cepat Jen menghubungi seseorang
" Cari tau !!!" hanya kata itu yang keluar dari mulut nya setelah mengirim foto tersebut pada seseorang yang ia telpon tadi .ia langsung mematikan ponselnya dan merebahkan tubuh nya di samping Varo . sekilas ia melirik ke arah derren lalu memejamkan mata hingga terlelap .
**
Ke esokan hari nya Jen sedang berada di ruang kerja di kantor nya . ya hari ini dia memutuskan untuk masuk kantor karena sudah seminggu ia berada di London dan hanya Ara yang mengurus kantor pusat . tiba tiba suara ponsel nya berdering yang ternyata orang suruhan yang ia hubungi semalam .
" ....."
"hm . kata kan !!! " kata Jen dengan nada datar
" ...."
" CK . hanya semut kecil !!
Selesai Kan !!"
" .... "
Tut
Jen mematikan ponsel nya Setelah orang itu selesai berbicara
" Zoya !!" gumam Jen Tersenyum miring lalu ia melanjutkan perkerjaan nya kembali .
__ADS_1
tok tok tok
Suara ketukan dari luar saat ia sedang fokus pada pekerjaan nya .
" Masuk"
Jen melirik sekilas Setelah orang itu masuk .
" Kenapa?" tanya Jen tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar dihadapan nya .
" Gabut gue Riel"
" Lo gak punya kerjaan ?"
" Gak , Baru pulang mitting dari hotel Lo mampir kesini "
" CK . ganggu !!! Kalau udah gak ada kerjaan mending Lo pulang " ujar Jen pada orang tersebut
" Lo kenapa sih ? Ada masalah ?"
" Gak ,lagi banyak kerjaan !" jawab nya
" Gabriel pulang gih , Kasian Disha sering bosen kalau dirumah sendiri ,Lo jadi laki gimana dah bini di tinggal Mulu"kata Jen masih tetap fokus pada laptop nya .
" Ck, dia udah gak butuh gue kalau udah ada Varo "
" Hah ? Bisa begitu ?"
" Bisa lah , lagian Gak tau deh akhir akhir ini dia sensian Mulu kerjanya"
pletak
"Ish apaan sih Riel ??" ujar nya kesal sambil mengusap kening nya yang terkena lemparan pena oleh Jen
" Orang hamil mah emang begitu Briel . Lo jadi laki harus banyak banyak sabar .apalagi sekarang dia sudah hamil tua jangan Lo bikin banyak pikiran " Oceh Jen pada Gabriel
" Iya gue tau Riel ,tapi bener dah dia tu ngeselin banget . Sumpah !!"
" Gitu juga Lo yang bikin . Bikin nya aja Lo gak protes ,Napa sekarang jadi ngeluh cuma segitu doang !!" kata Jen
" Ya gimana gak coba . Nih ya gue di bilang bau lah . jelek lah . sampai sampai nih gue harus pisah kamar tau gak dari dia . tapi yang gue heran tengah malam pasti tu nyariin gue marah marah katanya udah gak sayang , Gak mau tidur lagi sama dia . bilang gue punya wanita lain juga . gokil gak tuh bini gue !! " mendengar itu Jen mengalihkan pandangan nya pada Gabriel sejenak lalu ia tertawa terbahak bahak karena cerita Gabriel yang menurut nya Sangat lucu . tapi seketika wajah nya berubah sendu mengingat saat hamil Varo dia tidak mengalami hal itu .karena ia jauh dari suami nya . tapi hanya sesaat ia langsung mengubah ekspresi nya tersenyum lembut pada Gabriel .
Sebenarnya Gabriel menyadari hal itu , ia juga tau apa yang dirasa kan Jen ,tapi ia memilih diam menunggu apa yang akan dikatakan oleh Jennie .
Gabriel terdiam sesaat dan kemudian ia mengangguk. lalu ia beranjak dari duduk nya menghampiri Jen .
" Nanti kalau hamil lagi Lo harus nyusahin derren . oke !!" kata Gabriel mengusap rambut Jen sayang .ia sangat mengerti perasaan Jen saat itu dia harus melewati kehamilan selama sembilan bulan tanpa sosok suami ,kini ia sangat bersyukur masalah nya dengan Disha cepat terselesaikan jadi ia bisa menemani Disha selama kehamilan nya .
" Siip!!!" Jen mengacungkan jempol nya " Udah Sono Lo pulang !! ganggu tau gak " usir Jen sedikit terkekeh
Gabriel menggelengkan kepala nya lalu melenggang keluar ruangan Jen ,tapi saat akan membuka pintu ia teringat sesuatu lalu ia berbalik menatap jen
"Jen si Ara kemana kok gak keliatan ?" tanya nya
" Lagi mitting diluar !!" jawab Jen
" Oh " jawab nya sambil mengangguk lalu ia kembali melanjutkan langkah nya untuk pulang .
Tak Butuh Waktu lama Gabriel sampai di kediaman nya .
" Assalamualaikum yank !!!" seru nya dari luar padahal pintu masih jauh
Disha yang sedang asik nonton televisi dan cemilan ditangan nya langsung berdiri membuka kan pintu untuk suami nya itu .
" Wa'alaikum salam ..." jawab nya tak kalah seru dari dalam
ceklek
Disha membuka pintu , dilihat nya pria yang sejak tadi dia rindukan ntah kenapa padahal biasa nya dia akan sangat jengkel jika melihat Gabriel . dan jika Gabriel berteriak seperti tadi saat pulang kerja dia pasti akan sangat kesal dan bibi yang akan membuka kan pintu. tapi tidak untuk hari ini dia sangat terlihat manis .
" Kak !! Tumben sudah pulang ?" tanya disha sambil meraih Tas ditangan Gabriel lalu mencium punggung tangan suami nya .
Gabriel yang melihat kelakuan Disha mengerutkan kening nya bingung tapi juga senang karena sang istri tidak jutek pada nya .
" Hm " jawab nya masih dalam mode bingung
" Ayo masuk , kakak pasti lelah ! aku akan siapkan air untuk kakak mandi " Ucap nya dengan manis yang membuat Gabriel meleleh sambil menggandeng lengan Gabriel untuk masuk kedalam
" Oh . Honey kau manis sekali hari ini ,coba saja kalau setiap hari dia begini . indah nya hidup gue " batin Gabriel sambil menatap penuh cinta pada sang istri .
* Ada apa ? kenapa lihat nya seperti itu?" tanya disha yang sadar diperhatikan oleh Gabriel
__ADS_1
" Gak ada !! kamu sangat cantik hari ini sayang" ujar Gabriel sambil mengelus lembut kepala Disha . lalu ia beralih ke perut sang istri
" Gadis papa !! hari ini gak bakal kan sama bunda ?? pasti gak lah !! kan anak gadis papa baik hati dan tidak sombong , Ya kan ??" Oceh Gabriel pada calon bayi nya setelah mereka berada di dalam kamar kemudian Gabriel mengecup lembut perut sang istri . tapi tiba tiba.....
Plak
Disha memukul lengan Gabriel kesal .
" Sayang kok mukul sih !! sakit tau " ujar gabriel mengerucutkan bibir nya
" Lagian kamu !! anak nya aja di cium, Kenapa aku gak !!" seru nya tak kalah kesal
" Astaga !! Bilang Dong sayang "
Cup
" Sama anak nya aja kok cemburu !!" gumam Gabriel tapi samar samar Disha mendengar nya
" Kamu bilang apa ?" tanya disha sambil memincingkan mata nya menatap Gabriel curiga
" Ehh gak ! Aku mau mandi dulu ya !!" jawab nya terbata takut Disha mendengar apa yang dia ucap kan . walau hanya berkata begitu dia yakin jika istri nya itu akan bertambah jengkel dan dia akan ber akhir tidur di kamar lain .
Lima belas menit Gabriel selesai mandi dan tidak mendapati Disha di dalam kamar ,dia segera berganti pakaian casual celana pendek dan kaos lalu ia keluar mencari sang istri .
" Yank !! " Seru nya
" Hm ??"
" Yank jalan yuk !! kamu pasti bosen deh dirumah aja " ajak gabriel lagian ini masih siang tadi dia pulang jam 2 siang dan sekarang masih pukul tiga .
" Beneran mau ajak jalan ?" tanya disha memastikan
" Iya . Ganti baju gih kita cari perlengkapan buat anak gadis kita " ucap Gabriel penuh semangat
" Oke !!" jawab Disha singkat lalu ia pergi ke kamar berganti pakaian . Gabriel yang mendengar jawaban Disha mengerutkan kening nya bingung
" Kok dia gak seneng ya gue ajak jalan ?" gumam nya lalu ia mengangkat bahu nya tak tahu istri nya kenapa .
Tak butuh waktu lama mereka Samapi disalah satu pusat perbelanjaan . Gabriel dan Disha menyusuri toko toko perlengkapan bayi . mereka membeli dari mulai bedongan , popok ,baju bayi , gurita , Dan yang lain nya . Disha yang tadi nya kesal dengan Gabriel karena kecemburuan pada anak nya kini menjadi antusias memilih perlengkapan untuk bayi nya .
" Tolong antar semua ini ke alamat ini " kata gabriel pada pelayan toko sambil memberi kan kartu kredit dan alamat rumah nya .ke muadian mereka berjalan keluar dari toko .
Saat keluar dari toko perlengkapan bayi . terdengar seseorang memanggil Disha
"Sha !!! Disha...!!!" seru orang tersebut yang membuat mereka menoleh
" Alvin !!!!" Seru Disha tak kalah heboh ia ingin berlari dan memeluk Alvin tapi tangan nya di genggam kuat oleh Gabriel .
Gabriel menatap tajam pada Alvin yang ia tau sahabat Disha itu . dan ia masih ingat benar gara gara kecemburuan nya pada Alvin diri nya sampai bertindak yang membuat Disha pergi dari rumah dan hamil anak nya sekarang .
Disha yang melihat tangan nya di genggam kuat oleh Gabriel pun mengurungkan niat nya untuk memeluk Alvin.
" Hai . kamu sedang apa disini ?" tanya disha Setelah Alvin sudah berada di hadapan nya
" Aku mengantar mama di toko itu" kata Alvin sambil menunjuk toko dimana mama nya berada
" Benar kah ? Aku kangen banget sama Tante ! " mendengar itu Gabriel semakin mempererat genggaman tangan nya " Oh ya ! Kenalin ini suami aku , Gabriel !" ujar nya Setelah menyadari ketidak sukaan Gabriel
" Iya .kenalin Alvin !" ujar Alvin menyodorkan tangan nya pada Gabriel, Gabriel menatap tangan Alvin sejenak lalu menyambut uluran tangan nya
" Gabriel " ucap nya singkat dan di angguki oleh Alvin
" Kak boleh kan aku ketemu Tante lira mama alvin ?" tanya disha dengan wajah imut nya menatap Gabriel . Gabriel buang melihat itu berdecak karena dia tak bisa menolak ke inginan istri nya jika sudah dalam mode imut .
" Baik lah ! Hanya sebentar ! " ujar nya datar
" Siap bos !!"
Kemudian mereka bertiga berjalan ke toko dimana ada mama Alvin disana .
" Ma " panggil Alvin
" Iya ?" jawab mama nya tanpa menoleh ke belakang karena beliau tau jika itu Alvin anak nya ia masih sibuk memilih baju .
Disha menepuk pundak Alvin dan menyuruh nya untuk diam . Disha melihat ke kanan dan kiri mencari gaun sesuai selera mama Alvin selama yang ia tau . Mereka sudah lama tidak bertemu jadi disha merindukan sosok mama Alvin yang begitu sayang pada nya . dulu mama Alvin sangat suka belanja dengan Disha karena Disha sangat tau selera nya .
Disha mengambil satu gaun berwarna Salem , gaun panjang yang sangat elegan manis dan sangat cocok untuk se ukuran mama Alvin . walau sudah separuh baya tapi beliau masih terlihat cantik .
Disha menyodorkan gaun tersebut tapi masih dengan posisi Disha di belakang nya .
" Wah bagus Banget!! sayang ini kamu yang pilih !" ujar mama Alvin sangat senang ,dia mengira jika Alvin yang memilihkan untuk nya . karena tadi Alvin sempat memanggil nya dan tak menanyakan apa apa lagi . Tapi saat dia menoleh ternyata Disha lah yang berada di belakang nya dan dua pria di belakang Disha , yang satu jelas dia kenal tapi yang satu nya lagi dia juga cukup tau jika itu adalah Gabriel . Model pria tampan yang dulu pernah sangat terkenal sebelum Gabriel memutuskan untuk mundur dari dunia permodelan .
__ADS_1
" Disha !!!"
Bersambung