
* Sumpah aku kesel banget karena harus nulis ulang part ini .. Karena gak sengaja ke hapus, tapi untuk kalian ya sudah lah, di Nikmati aja, tapi harus nya dapet 2 bab eh malah harus nulis ulang, Sudah lah yang penting up, Dan aku juga mau kasih tau , Di bab 25 yang udah terkirim dan cuma sedikit itu aku belum selesai nulis sudah ke pencet kirim . jadi ya gitu lah .. terus saat aku lanjutin sampai 2rb kata eh malah ke hapus.
Jadi tolong baca ulang bab ini ya karena yang ini sudah lengkap *
Maaf atas ketidak nyamanan nya
________
Di ruang berlatih Varo tampak serius menarik busur panah , menatap tajam tepat dimana titik ia akan membidik .
Varo melepaskan anak panah dan Itu tepat mengenai sasaran .
" Yeay !! Adek hebat " seru Fira mengacak rambut Varo
" Kakak ih !!" Varo menghentakkan kaki nya kesal karena Fira mengacak acak rambut nya
" Sorry !!" Fira terkekeh mengangkat jari nya membentuk huruf V
" Udah , sekarang giliran kakak kalau nilai nya di bawah aku kakak harus nurutin apa pun yang aku mau " tantang Varo
" Oke , Kalau kakak menang kamu juga harus nurut apa pun yang kakak mau , gimana??"
" Siap !! Anak cowok gak akan mengingkari janji nya " Fira mulai membidik , Dan tepat di angka 10 anak panah nya melesat dan anak panah Varo yang Menancap disitu pun terjatuh .
" Yuhuu !!!! kakak menang " seru Fira berlonjak dan mencubit lembut pipi Varo gemas karena adik nya itu cemberut
Sedangkan ke 5 sekawan yang sejak tadi memperhatikan mereka , Di buat kagum dengan Fira dan Varo
" Waw .. hebat banget adek-adek Lo rel " ujar Roza
" Gue juga baru tau , paling bunda yang ngajarin " ujar Varrel menanggapi
" emang bunda bisa ??" tanya Roza penasaran
" Bisa " jawab Varrel singkat
" Beneran ? kapan kapan gue mau lah minta ajarin sama bunda Lo " Kata Roza antusias
Setelah memanah Fira dan Varo yang belum menyadari kehadiran Varrel dan kawan kawan pun memutuskan untuk menembak . Dengan cekatan Fira merancang tembak nya dan satu di berikan pada varo .. Varo bisa !! hanya saja dia malas
" Nih " Fira menyerahkan pistol berukuran kecil pada varo
" Kok yang kecil kak ?" tanya Varo
" Ya kamu kan masih kecil , jadi yang kecil saja " jawab Fira sambil melirik sekilas pada adik nya " Udah gak usah protes , Ayo " ujar Fira kemudian
Varo hanya bisa menurut pasrah pada kakak nya , Fira memasangkan penutup telinga pada varo begitu juga dengan diri nya .
Varo memulai menembak sampai peluru di pistol nya habis
Dor Dor Dor
Dan semua tepat pada sasaran nya .
" Good boy " ujar Fira mengacungi jempol pada varo ,dan Varo dengan sombong nya mengangkat wajah nya sambil menyisir rambut nya kebelakang dengan jari jari kecil nya .Fira hanya bisa geleng kepala melihat kelakuan adik nya itu yang songong nya gak ketulungan .
Kini giliran Fira yang Membidik , Sebelum itu dia mengikat apel yang ia sengaja bawa tadi bersama Varo dan di ikat nya dengan tali yang tersedia, hingga apel itu bergerak ke kanan dan ke kiri.
Fira mulai memfokuskan sasaran nya .
Dor
Hanya sekali tembakan Apel tersebut Hancur berhamburan
prok prok prok
Suara tepuk tangan mengejutkan mereka berdua , membuat mereka mengalihkan pandangan mereka pada ke lima orang yang sedang berjalan menghampiri mereka .
" Lo kalian disini ? sejak kapan ?" tanya Fira bingung karena dia tak menyadari kehadiran mereka sejak tadi begitu juga dengan Varo
" Iya , Abang dari kapan disini ? kata kakak Abang sama Teman-teman Abang mau jalan jalan kok malah disini ?" tanya Varo
" Sejak kalian mulai memanah " jawab Varrel sambil menatap Fira penuh arti , Sedang kan Fira hanya cuek aja .
" Oh " jawab Fira dan Varo bersama . Mereka tidak bangga sama sekali karena kemampuan mereka dilihat orang , Karena menurut mereka kemampuan mereka belum ada apa apa nya untuk saat ini ,dan masih harus banyak belajar .
" Eh ,kak Roza mau coba ?" tanya Fira yang melihat Roza memperhatikan pistol yang ia pegang dan di jawab anggukan antusias dari Roza .
" Emang boleh ?" tanya Roza dengan senyum merekah
" Bukan emang boleh pertanyaan nya , Emang Lo bisa ? " Saut Aiden
__ADS_1
" Ish Aiden mah , justru karena gue gak bisa sekarang mau nyoba siapa tau gue jadi bisa kaya Fira " ketus Roza
" Udah gak usah debat , Za Lo kalau mau nyoba ya nyoba aja , tapi hati hati , kali aja tu peluru bukan nya kena sasaran malah balik ke Lo " goda Ezhel
" Ezhel jangan gitu dong , aku kan jadi takut " jawab Roza cemberut
" Kak Roza gak usah takut , bang varrel kan jago minta ajarin dia aja " Ujar Fira
" Bener Lo bisa rel ? " tanya Roza memastikan
" Gak " jawab Varrel singkat
" Ah Lo mah gitu "
" Ya udah deh kak , kalian kalau mau latihan , latihan aja aku sama Varo mau masuk dulu " kata fira lalu ia menatap Varo dan menarik tangan adik nya " yuk dek , Semangat bersenang-senang kak" Seru Fira kemudian sebelum menghilang di balik pintu ruangan itu
" Loh . loh si Fira Kenapa malah pergi orang gue mau minta ajarin dia ,elah " gerutu Roza
" Tadi kan dia udah bilang ada varrel " jawab Ezhel
" Lo beneran bisa ?"
" Sama Vania aja noh , dia bisa " jawab Varrel karena dia memang lagi gak punya mood untuk pegang senjata
" Lo bisa Van ? kok gue gak pernah tau ?"
" Mana gue bisa begituan za " jawab Vania, Lalu Vania berjalan keluar dari ruangan tersebut di ikuti oleh yang lain . sedangkan Roza hanya berdecak kesal .ia berjalan sambil menghentakkan kakinya karena merasa kesal tidak ada yang mau mengajarinya nya menembak.
Karena masih jam 10 mereka bingung mau ngapain , dan .saat berjalan tak sengaja mendengar suara orang tertawa yang mereka yakini adalah Fira dan Varo . akhirnya mereka menghampiri Fira dan Varo yang ternyata sedang berada di ruang bermain tampak mereka sedang bermain ular tangga dengan serunya.
" Kita Boleh gabung enggak?" tanya Aiden
" Eh .. boleh kok kak , Emang kalian gak jadi berlatih " tanya fira sambil mengerutkan keningnya mendongak menatap mereka , karena memang posisi nya saat ini sedang duduk bersama Varo.
Varrel dan yang lain nya terkejut melihat wah Fira yang seperti tentara dengan coretan hitam , dan hal itu tak bisa membuat mereka menahan tawa nya .
" Bwahahah.. Sumpah dek muka Lo lucu banget " ujar Varrel terpingkal-pingkal .. begitu juga dengan yang lain nya yang tak bisa berhenti tertawa melihat wajah Fira yang menggemaskan .
Fira yang bingung melihat Varo dan mengangkat dagu nya seolah bertanya apa yang terjadi . Varo yang juga menahan tawa nya mengerti segera mengambil kaca kecil memberikan nya pada Fira .
Safira yang melihat wajah nya di cermin seketika menatap horor pada varo .
" Varo !!" ucap nya penuh tekanan
" Kenapa sebanyak ini dek ?" tanya Fira yang memang tadi ia tidak menyadari jika Varo memberi nya coretan sebanyak itu .
" Sorry !!"
" sudah , sudah .. yuk kita main lagi .. Gimana nih peraturan main nya " saut Varrel menengahi agar adik adik nya tidak berdebat .Fira hanya cemberut karena kesal .
" jadi main nya kalau turun akan di coret .. tapi karena orang nya banyak gimana kita buat pilihan .. yang gak mau di coret harus mau menjawab satu pertanyaan , dan bebas mau tanya apa pun " jelas Fira sambil tersenyum penuh niat
" Kenapa gak di coret aja de ?" tanya Varrel
" Ya kali bang ,kalau cuma di coret bisa bisa ni muka jadi apa kalau semua nya ikut nyoret " jawab Fira
" Iya juga sih , kalian yang berdua aja muka Lo sudah seperti itu " goda Varrel
" Menyebalkan " gerutu Fira .
"Ya sudah , deal ya !! "
Mereka pun mulai bermain , sampai pada giliran Fira dan ternyata bidak nya mendarat tepat di ekor ular .
" Yeay kak Fira kalah " sorak Varo
" Seneng banget ni bocah liat gue kalah " gerutu Fira
" Oke , Ra Lo mau di coret apa di tanya ?" ujar Roza
" Tanya aja deh kak , Lagian udah gak ada tempat lagi untuk nyoret muka gue " jawab Fira
" Oke , Gue yang tanya ya !!" tanya Roza meminta pendapat teman-teman nya , dan mereka semua mengangguk setuju
" Ra , kapan Lo first kiss ? dan dengan siapa ?" tanya Roza nyeleneh , Yang membuat teman-teman nya menatap horor pada nya . bukan apa-apa masalah nya di sana kan ada anak kecil dan pikiran nya masih suci harus mendengar pertanyaan nyeleneh dari Roza membuat pikiran suci Varo ternodai.
Tapi tidak dipungkiri hal itu membuat Varrel dan Ezhel pasaran dengan jawaban Fira .
" Belum pernah kak .. jadi kedua pertanyaan kakak gak ada jawaban nya " jawab Fira santai
Mendengar jawaban Fira Varrel dan Ezhel bernafas dengan lega .
__ADS_1
Dan kini giliran Vania yang melempar dadu ..Dan ternyata bidak Vania juga berhenti tepat di ekor ular yang membuat teman-teman nya bahagia .
" Van Lo mau di coret apa di tanya ?" ujar Aiden
" Tanya aja deh " jawab Vania
" Oke .. Gue yang tanya ! Ada gak orang yang Lo suka sekarang dan siapa ?" mendengar pertanyaan Aiden membuat Vania terkejut dan menatap tajam pada Aiden.
" Ayo jawab kak ?" ujar Fira antusias
" Em .. ada sih . orang nya ..... " Vania melirik ke arah Varrel dan itu tak luput dari pandangan Fira .
" Ayo Van jawab aja " Goda Roza pada sahabatnya itu
" Lo bisa diem gak !" kata Vania kesal dan sekaligus malu jika harus mengatakan yang sebenarnya
" Dia.... " belum sempat fania mengatakan Siapa orangnya Fira yang tidak ingin membuat Vania malu pun memotong perkataan Vania , dari tatapan mata Vania fira mengerti bahwa orang yang disukai Vania adalah Varrel.
" Huh ... Udahan ah main nya " Fira melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya " Aku mau masak makan siang,ini sudah jam 11 . kak Vania sama kak Roza mau ikut gak ?" lanjut Fira yang mengerti tatapan semua orang yang melihat ke arah nya
Mendengar itu,dalam hati Vania sungguh sangat berterima kasih pada Fira karena ia tidak harus malu karena hal itu .
" Oke aku ikut deh" jawab Vania dan ia langsung berdiri menyusul Fira di ikuti Roza
Fira hendak berjalan keluar tetapi tiba-tiba ia berhenti dan menoleh ke belakang
" Bang , tolong jagain Varo ya tadi bunda pesen suruh ngawasin dia takut dia berbuat yang aneh-aneh " ujar nya dan di angguki oleh Varrel .
Fira melanjutkan langkahnya menuju dapur di ikuti Roza dan Vania .
" Ra ... " panggil Vania
" Gak usah berterima kasih kak , Aku tau kakak suka sama bang varrel kan ? " ujar Fira Tersenyum menggoda
" Eh ...kamu kok tau Ra ?" tanya Roza penasaran
"Dari tatapan kak Vania udah jelas kali kak ,kalau kak Vania suka sama bang varrel " Vania yang mendengar itu wajah nya memerah karena malu
" Gak usah malu kak , gak apa-apa kok ! Aku dukung kalau kakak suka sama bang varrel . dia tu sebenarnya baik kak , aku juga gak tau kenapa dia sedingin itu kalau sama orang lain . tapi aku harap kakak bisa lelehin tu si kulkas freezer " ujar Fira terkekeh
" Tuh Van Sudah dapat lampu hijau dari adik nya " Goda Roza
" Apaan sih za " Fira hanya menggeleng melihat mereka . Dia mulai mengeluarkan bahan makanan yang akan di buat untuk makan siang .
Dengan cekatan Vania dan roza membantu Fira memasak Makan siang mereka .
Tak lupa Fira juga memasakkan Jihan nasi lunak dan sayur Sop .biasa nya jika tak ada Jen ,Alia yang akan menyiapkan makanan Jihan tapi tadi Alia sedang sibuk kuliah online sambil memomong Jihan ,jadi Fira yang menyiapkan nya . Setelah selesai mereka menata nya di meja makan . setelah itu mereka memanggil mereka semua untuk makan siang .
Mereka berkumpul di meja makan dan duduk dengan tenang .
" Kakak , Adek mau di suapin kakak " ujar Jihan pada Fira yang duduk di samping nya yang sedang di pangku Alia
" Tapi .."
" Gak apa-apa mbk , biar aku aja yang suapin Jihan " potong Fira sebelum Alia menyelesaikan perkataannya . padahal saat itu Fira hendak memasukkan makanan ke dalam mulut nya .ia langsung meletakkan sendok nya kembali
" Sini sayang " teman teman Varrel melihat sosok Fira kagum karena Fira terlalu baik menurut mereka . Varrel yang sudah tau sifat Fira hanya tersenyum tipis ,Fira memang selalu seperti itu dia akan mementingkan orang lain dari pada diri nya sendiri. dia juga bersyukur Fira sedikit berubah .. dulu dia sangat pendiam dan lebih senang menyendiri tapi sekarang dia sudah mau berbaur dengan yang lain ,Varrel cukup senang akan hal itu.
Setelah makan siang mereka memutuskan untuk jalan jalan sesuai rencana mereka tadi .
Roza dan Vania sejak tadi membujuk Fira agar ikut tapi Fira menolak nya dengan halus membuat mereka tak bisa memaksa nya lagi .
Setelah mereka pergi ,Fira menyuruh Varo tidur siang. dengan setia Fira menemani adik nya hingga terlelap , setelah itu fira keluar dari kamar baru dan masuk ke kamar nya.
Di dalam kamar Fira duduk di pinggir tempat tidur, ia membuka laci nakas paling bawah yang selalu ia kunci ,di ambil nya sebuah foto yang menampakan diri nya dan seorang pria tampan berpose romantis saling merangkul dan saling pandang masih memakai seragam SMA .
Fira mengusap foto tersebut ,tak terasa air mata nya menetes mengingat moment yang ia habiskan bersama pria tersebut .
" Kamu di mana El ? Aku sangat merindukan mu "
**Bersambung
Samuel ( El )
Safira
huh akhirnya kelar juga
__ADS_1
Happy reading**