
Selesai membersihkan diri Jen keluar dari kamar mandi dilihatnya derren masih pada posisi semula membelakangi nya . Muncul ide dibenak Jen ia masuk keruang ganti Di ambilnya dress Hitam sexi yang mengekspos Punggung mulus nya . Ia keluar setelah memakai pakaian yang dipilihnya duduk si meja rias memoles wajahnya agar terlihat menggoda dengan lipstik merahnya . Mengeringkan rambutnya yang setengah basah diliriknya dari cermin di depannya derren masih betah pada posisinya tapi dia yakin suaminya itu belum tidur . Jen melihat sekali lagi penampilan nya memasang tampang seseksi mungkin didepan cermin, ia terkekeh geli melihat dirinya sendiri ,terakhir dia meraih parfum dengan wangi favorit derren .
Dirasa cukup dengan penampilan nya dia berjalan mendekati suaminya perlahan Jen naik ke atas ranjang , Jen masuk kedalam selimut memeluk derren dari belakang menenggelamkan wajahnya di tengkuk leher suami nya . tangannya meraba dada bidang derren memberikan sensasi panas pada tubuh derren . Sedangkan derren yang sejak tadi memang belum tidur mencoba menahan diri agar tidak terpancing oleh Jen .
Tapi bukan Jen jika tidak tau bila derren sudah terpancing oleh sentuhan nya. Karena dia bisa merasakan nafas derren yang memburu , tanpa aba-aba dengan sekali tarikan Jen menarik Tubuh derren hinnga terlentang dia dengan sigap menindih tubuh derren hinnga posisinya kini duduk di atas derren, Derren yang terkejut seketika membelalakkan matanya menatap Jen . dia dapat melihat penampilan Jen malam ini yang sungguh SEXI batinnya .
Belum hilang dari keterkejutannya Jen sudah menyambar Bibir derren Melu***nya Lembut penuh perasaan .
Ciuman itu semakin memanas derren yang sudah tidak tahan dengan godaan istrinya membalikan keadaan hinnga posisinya kini di atas jennie .
" Menggoda ku hmm" Lirihnya ditelinga Jen menimbulkan sensasi panas dalam dirinya .
" Aku ingin menghapus jejak wanita itu " saut Jen dengan Suara sexi nya , dia langsung menarik tengkuk derren melu*** kembali bibir sexi suaminya .
kini permainan sudah berpindah dengan derren yang memimpin ,ia menelusuri setiap inci tubuh Jennie , disela sela permainan nya dia mengucapkan kata maaf pada Jen .
" Maaf , I Love you sayang" bisik nya
dia mengecup kening Jen penuh cinta setelah menyelesaikan permainan panas mereka.
Malam indah untuk pasangan suami-istri yang tengah dimadu kasih .
Saat ini mereka telah berbaring saling berpelukan tapi mata mereka masih belum terpejam ,waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari .
" Mas ,besok ikut lah denganku ,ada seseorang yang ingin aku kenalkan pada mu "
Derren mengerutkan keningnya " Siapa ?" tanya nya heran
" Seseorang yang sangat penting dalam hidup ku "
" Lelaki atau perempuan ?"
" Lelaki "
__ADS_1
derren melepaskan pelukannya menatap jennie
dia sudah berfikir yang tidak tidak . tapi derren mencoba mengontrol emosi nya
" begitu penting lelaki itu ?"
" Ya , Cinta pertama ku setelah Daddy dan Kenzo " ucap Jen santai , sebenarnya dia tau jika derren sedang salah paham tapi dibiarkan saja toh besok dia akan mengetahui nya . sedikit mengerjai nya tak apa kan batin Jen .
Mendengar penuturan Jen wajah derren memerah menahan amarah .
Jen yang melihat itu hanya tersenyum dia menarik tubuh suaminya menenggelamkan wajahnya pada dada bidang derren lalu memejamkan matanya berlagak tidak merasa bersalah .
" tidur lah besok mas akan tau " ucapnya lirih dengan mata terpejam tak butuh waktu lama dia pun terlelap karena memang dia sangat lelah .
Lain halnya dengan derren yang tidak bisa tidur memikirkan siapa lelaki yang dimaksud Jen. sungguh membuatnya sesak di dadanya .
Menjelang subuh derren baru memejamkan matanya .tak berapa lama Jen bangun membersihkan diri tak lupa melaksanakan kewajibannya . setelah itu dia bergegas Membuat sarapan untuk keluarga nya dibantu pelayan rumah itu . Selesai dengan pekerjaannya di dapur ia naik ke atas melihat Varo yabg ternyata sudah mandi dan sedang berganti pakaian .
" hai sayang , udah mandi ya " Jen meraih Varo dari Alia Menggantikan pakaian Varo sambil bergurau dengan anaknya yang terus mengoceh dan tertawa riang .
" tumbuh jadi anak yang pintar sayang , Bunda sangat menyayangi mu juga Abang Varrel kalian juga harus saling menyayangi dan mendukung dimasa depan nanti " Batin Jen menatap Varo yang juga menatap nya dengan senyuman . bayi kecil yang berumur 7 bulan itu menjulurkan tangannya menyentuh wajah sang bunda.
" Alia ,aku akan pergi dengan Tuan muda , titip Varo oke , tapi jika kau mau ikut juga tidak masalah ,itu jika kau takut dan lelah mengikuti ku " Ucap Jen tersenyum menggoda Alia karena Jen tau persis bagaimana wajah ketakutan Alia .
Alia tertunduk malu mengingat betapa takutnya dia semalam ." Aku akan ikut nona "
" kau yakin ? " Alia mengangguk yakin
." Baiklah aku senang jika kau ikut , Sebenarnya aku ingin kau bisa menjaga dirimu sendiri , Alia.. aku sudah menganggap mu seperti adik ku sendiri seperti aletha ,kau gadis yang baik aku tidak ingin kau lemah dan mudah dimanfaatkan orang lain ,jadi belajarlah melindungi diri dan kuatkan mental mu "
" Emm dan iya ... aku ingin kau melanjutkan kuliah mu , kau tidak perlu khawatir tentang apapun ,aku yang akan mengurus semuanya " Jen mengelus kepala Alia dan tersenyum hangat pada nya .
" Tapi nona ..."
__ADS_1
" Tidak ada bantahan . Sekarang kau bersiaplah ikut dengan ku ,aku akan membangunkan tuan muda dulu untuk sarapan " Jen keluar membawa Varo bersama nya membiarkan Alia bersiap .
Ceklek
Pintu kamar Jen terbuka ,masih dilihatnya suaminya itu tidur tak tenang tapi wajahnya penuh kegelisahan.
" Mas ...." derren menggeliat tapi matanya masih terpejam .
" Ayah bangun dong , Adek udah ganteng nih masa ayah masih tidur aja " ucap Jen menirukan suara anak kecil
Derren yang mendengar suara Jen seperti itu ,lucu menurutnya ,dia menerjapkan mata nya melihat istri dan anak nya duduk di tepi ranjang disampingnya sedang memandang derren , senyum ceria Varo dan senyum hangat milik Jen membangkitkan semangat nya di pagi hari.
" Sayang udah ganteng aja anak ayah " ujarnya mencubit pipi Varo gemas .
"Mas mandi dulu gih , Aku akan tunggu dibawah "
Derren tersenyum lalu beranjak ke kamar mandi. sebelum keluar kamar Jen menyiapkan pakaian untuk suaminya . dan menelpon seseorang untuk menjemput Varrel .
Selesai sarapan dan berpamitan pada orang tuanya mereka pergi ke markas .Jen juga akan mengintrogasi sendiri orang tadi malam . derren yang belum mengetahui akan kemana hanya menurut saja petunjuk Jen . di pertengahan jalan baru dia menyadari jika jalan yang dilewati menuju markas Black Devils . dia melirik jennie , Jennie yang mengerti tatapan suaminya hanya mengangguk sebagai jawaban.
Bersambung
Jangan lupa like comment n vote nya ya gays .
# Happy reading
BONUS VISUAL BABY VARO
Ayah Derren yang ganteng
__ADS_1