My Kutub Ketos

My Kutub Ketos
Hari Penuh Kekesalan (Kayla)


__ADS_3

Aku melihat isi chatku dengan si kutub itu dan aku tak habis pikir mengapa ia mengatakan hal tersebut.


“Benar-benar aneh si kutub.” ucapku dan kurasakan ada yang melihatku. Aku mengambil bantal dan kulempar ke arah pintu kamarku.


“Gak usah sok sembunyi. Keluar kamu, Nay.” kesalku karena adikku, Nayla menguping tadi dan dibukanya pintuku dan di sana muncullah anak kecil berusia 9 tahun dengan boneka kucing yang ia bawa.


“Nayla laporin mama loh kalau kakak suka sama cowok.” jawabnya dengan nada gemas namun bagiku suara itu sangat menganggu telingaku.


“Bodoh amat, kakak gak punya gebetan. Lagian, nunggu si cowoknya serius sama kakak dan konsisten sama kata-katanya, kakak baru nerima dia.” jawabku asal.


“Beneran? Yaudah, aku mau keponakan sekarang.” pintanya dengan polos dan kubalas dengan pelototanku. Anak kecil zaman sekarang memang pintar, namun mengerikan.


“Kakak harus lulus SMA dulu.”


“Baru nikah ya?”


“Gaklah, kakak harus ke Jepang buat nerusin pendidikan kakak dan juga mungkin kakak dijodohin di sana sama teman papa.” jawabku sambil tersenyum kecut. Kulihat Nayla meneteskan air matanya dan berhambur ke pelukanku.


“Huwe................Kakak jangan pergi ke sana. Nanti Nayla sama siapa di sini kalau mama sibuk dan Nayla gak suka kakak dijodohin sama teman papa. Nayla mau kakak nikah sama pilihan kakak.” Aku mengelus kepalanya dan air mataku lolos begitu saja seolah aku ingin menentang keputusan itu. Namun, itu masih bisa diubah jika aku berusaha untuk menunjukkan bahwa aku mampu menemukan seseorang yang memberiku kekuatan selama ini. Aku masih tidak memiliki petunjuk apapun mengenai siapa anak laki-laki itu. Lalu, Nayla melepaskan pelukannya dan melihat ke arahku dengan senyum yang membuatku sedikit tenang.


“Kakak jangan nangis, nanti cowok kakak kabur lihat muka kakak.” Kata-katanya membuatku agak tenang dan sedikit terhibur. Bagiku, obat dari kesedihanku selain diriku adalah adikku dan tentu saja anak laki-laki itu. Bagaimana kabarnya sekarang dan apakah dia masih ingat denganku atau malah melupakanku? Terakhir kali aku bersamanya saat aku akan pindah ke Jepang saat aku di kelas 2 SD.


*10 tahun yang lalu


Tangis mendominasi di suatu kelas yang membuat sebagian siswa dan guru yang melewati kelas itu bertanya-tanya. Aku berdiri di depan kelas bersama orang tuaku sambil mengatakan sesuatu yang tentu saja mengiris hati mereka, namun bagi orang dewasa, itu adalah yang biasa terjadi di dalam hidup mereka.


“Teman-teman, aku akan pindah ke Jepang dan terima kasih atas segala perhatian dan senang telah berteman dengan kalian.” Aku mengatakannya dengan tenang seolah pindah merupakan hal yang biasa bagiku.


“Ayo anak-anak, kalian berpamitan dulu dengan Kayla sebelum Kayla pergi ya.” Bu Indah mempersilahkan anak-anak di kelas untuk berpamitan denganku. Kebanyakan dari mereka menangis dan memberikan makanan mereka kepadaku, kecuali satu anak yang dari tadi hanya diam di tempat. Aku hanya cuek dan pergi dari kelas bersama orang tuaku untuk segera berangkat ke bandara. Kudengar banyak tangisan seolah mencegahku pergi, namun apa dayaku seorang anak kecil yang hanya menurut kepada orang tuaku. Kami berjalan keluar dari gerbang sekolah, namun sesuatu membuatku menoleh ke arah sumbernya.


“Janji ya. Suatu saat nanti, kita akan bertemu kembali dan sekolah ini akan menjadi saksi pertemuan kita!” seru anak laki-laki yang diam tadi sampai berlari ke arahku dengan napas tersenggal-senggal. Aku pun menghampirinya dan memberikan air minumku kepadaku. Ia menerimanya dan memberikan sesuatu kepadaku. Sebuah pembatas buku bermotif anime dan bunga mawar merah.


“Pokoknya, kamu jaga barang ini dan kita akan melakukan sesuatu dengan ini.” Janjinya sambil menunjukkan kelinkingnya dan aku menyambut kelingkingnya dengan melakukan hal yang sama.


“Memangnya apa yang ingin kamu lakukan?” tanyaku dan senyumnya menjadi jawabannya.


“I......itu, nama kamu siapa?” tanyanya gugup. Aku tertawa kecil karena baru kali ini ada yang tidak mengenaliku, bahkan kita adalah teman sekelas.


“Aku Kayla. Kamu?”


“A...a...aku*.................”


........................................


Dering hpku mengangguku dan langsung kubuka chat yang ternyata baru dibentuk oleh Laily.


Dandelion 🌸🌸


*You added by Lai\_Ly cans*


Lai_Ly cans


Ayo ramaikan grup😘


Ar_fren 09


Apaan sih? Ganggu mabar


TyTo_gans


Ganggu belajar aja Kak Laily


Din_can


Kak Laily gak ada gebetan, makanya bikin grup kek gini😂


Lai_Ly cans


Maaf saja, aku jomblo berkelas😌😌


Ar_fren 09


Kelas teri maksudnya😂


*Andre\_Maulana added by Ar\_fren 09*


TyTo_gans


Kak Andre, welcome to the our group chat


Andre_Maulana


Yo, kutambahin Alex juga


Lai_Ly cans


Ok

__ADS_1


Kay_Kay


Enak aja masukin tuh kutub ke sini


Lai_Ly cans


Lah, dia kan anggota ekskul kita juga


Kay_Kay


Iya juga, aku lupa


*Ketos Kutub added by Andre\_Maulana*


Ketos Kutub


Grup apaan ini? Awas kalau isinya gak bener


Kay_Kay


Gak ngarep situ mau masuk ke grup ini juga 😛😛


Ketos Kutub


Mentang-mentang kamu ketua ekskul sok berkuasa. Lupa jabatanku siapa 😏


Kay_Kay


Bodoh amat sama jabatan situ dan situ gak punya hak nggantiin jabatanku 😛


Andre_Maulana


Nyimak kucing sama anjing bertengkar


Lai_Ly cans


Nyimak (2)


TyTo_gans


Nyimak (3)


Din_can


Nyimak (99+)


Ar_fren 09


Kay_Kay


Apaan sih? Nyimak mulu, belain aku napa


Ketos Kutub


Hanya seorang pengecut yang meminta pembelaan terhadap perkara yang tidak penting 😏


Kay_Kay


Lebih buruk seseorang yang mengetahui aib orang lain dan menyebarkan kayu bakar di sekitar orang lain


Ketos Kutub


Ia yang selalu senang tanpa tahu sakit adalah orang yang maniak dan sakit jiwa


Kay_Kay


Ia yang hanya cuek terhadap sekitarnya, sebenarnya adalah korban dari sejarahnya sendiri


Din_can


Maaf kalau menganggu acara sindiran kakak semua, aku punya judul yang cocok buat cerpen sama drama kita


Andre_Maulana


Akhirnya, sang penengah datang juga


Ar_fren 09


Apaan tuh @Din_can?


Din_can


Ide kak Arnold mengangkat rasa benci menjdi cinta, maka judulnya Kore wa Ai? Ringkasnya, bahwa ada seorang cewek yang memiliki trauma masa lalu dan merupakan bad girl di sekolahnya harus berurusan dengan ketua osis yang cueknya minta ampun. Namun, perlahan si cewek mulai merasakan sesuatu yang berbeda terhadap ketosnya itu dan banyak sekali tantangannya hanya untuk memastikan sesuatu yang berbeda itu. Gimana?


Andre_Maulana


Bagus juga idemu, untuk dramanya pake naskah cerpen yang akan kita buat ya?

__ADS_1


Lai_Ly cans


Boleh juga tuh, bagian konfliknya biar aku, Kayla sama Dinda yang kerjain. Sisanya, kerjain bagian awal dengan penyebab konfliknya


TyTo_gans


Pemeran utama dramanya siapa? Pokoknya, jangan aku yang bagian ketosnya. Kan aku baik hati gitu 😌


Lai_Ly cans


Dih, kagak milih situ juga kalik. Sok ngaku-ngaku baik 😑


Ar_fren 09


Hutangmu kurang 2 ribu buat beli es jeruk bu Gendut, balikin cepet


TyTo_gans


Pelit amat sih


Andre_Maulana


Udah, jangan bertengkar lagi. Pemeran utamanya cari yang memiliki kondisi yang hampir sama kayak gambaran Dinda


Lai_Ly cans


Kayla sama Alex aja, kan kondisi mereka hampir mirip tuh. Gimana setuju gak?


Kay_Kay


Enak aja, ogah main drama sama tuh ketos 😤


Ketos Kutub


Malas untuk bermain peran dengan cewek aneh


Kay_Kay


Kamu ingin mengajakku berkelahi ya? Ayo, besok kutunggu di depan lapangan upacara pas pagi


Ketos Kutub


Malam ini pun bahkan aku siap berkelahi denganmu


Lai_Ly cans


Diem kalian berdua! Aku setuju pokoknya. Gimana yang lain?


Andre_Maulana


Setuju (2)


TyTo_gans


Setuju (3)


Din_can


Setuju (99+)


Ar_fren 09


Setuju (999+)


Kay_Kay


Gak bisa gitu dong 😡


Ketos Kutub


Terima saja keputusan mereka dan besok akan kutunggu kamu di tempat yang kamu janjikan


Kay_Kay


Baiklah, kutunggu kamu 😏


Langsung saja, kubanting hpku dan untungnya saja, adikku telah pergi dari kamarku. Jika tidak, dia akan menjadi target kekesalanku. Aku mengambil hpku yang sempat kubanting dan menaruhnya di atas nakas. Aku menaruh kepalaku ke bantal dan mataku serasa berat seolah tak bisa diajak kerja sama, kemudian aku tertidur 5 menit kemudian.


..........................................................


Aku berjalan lemas menuju gerbang sekolah karena aku dibohongi oleh Nayla bahwa aku terlambat ke sekolah. Kalian bayangkan, betapa kaget dan kucelnya wajahku saat bangun tidur. Awas saja Nayla, aku akan membalasnya dengan lebih parah darimu. Mataku serasa berat untuk kubuka dan aku terpaksa membukanya sekian detik kemudian karena ada seseorang yang menarikku.


“Kamu dari mana aja sih Kay? Alex nungguin kamu di lapangan upacara.” Aku kenal suara ini, siapa lagi kalau bukan Laily. Mendengar nama yang ia sebutkan seolah kafein dalam hidupku dan langsung berlari kecil tanpa mempedulikan Laily yang meneriaki namaku. Akhirnya, aku sampai di sana dan banyak sekali siswa yang mengerubungi lapangan upacara, lalu dengan kecepatan kilat, gerombolan tadi kulewati tanpa peduli caci maki mereka. Setelah keluar dari desakan gerombolan tadi, kulihat laki-laki berpostur tinggi dan kacamata menghiasi wajahnya menunggu tepat di tengah-tengah lapangan upacara dan ia tersenyum sinis saat melihatku datang. Aku melangkah ke arahnya dan sampai di depannya dengan tinggiku hanya sedadanya.


“Ternyata kamu datang juga. Kukira kamu hanya menggertak saja tadi malam.” sinisku. Ia tersenyum dan membuat semua cewek di sana histeris.


“Ya ampun, seperti melihat idola saja melihatmu tersenyum. Kuakui, senyummu memang manis.” jawabku jujur tanpa memikirkan risiko saat ini. Ia tersipu dan membuat semuanya kaget dengan perubahan wajah tersebut. Ia menatapku datar dan mengatakan sesuatu yang ternyata membuatku cukup kaget.

__ADS_1


“Tidakkah kamu memiliki malu dengan mengatakan hal tersebut?! Ikut aku!” katanya sambil menarik lenganku dan aku serasa de javu dengan kejadian ini.


“Mungkin aku akan diintrogasi lagi. Ah, memang harus ya kalau dia suka sekali menyeretku😭” pikirku sampai hatiku ikut menangis. Banyak teriakan dan sindiran karena kejadian tadi dan aku tak bisa berpikir lagi karena sudah tidak bisa menahan rasa kantukku. Masih bisa kurasakan, genggamannya terasa bergetar dan aku tahu penyebabnya. Apa yang harus kulakukan agar ia terbebas dari phobianya? Hah, ngapain aku mengkhawatirkannya? Ini bukan urusanku dan seharusnya kubiarkan dia menderita saja. Namun, hati kecilku lagi-lagi tidak bisa diajak kompromi kalau masalahnya kayak gini. Entah mengapa, dunia seolah terasa kabur dalam pandanganku dan semakin lama semakin gelap dan aku tidak ingat lagi kejadian selanjutnya.


__ADS_2