My Stupid Smart-ass Husband

My Stupid Smart-ass Husband
Hinaan...


__ADS_3

Klek...


Eren menatap pintu kamar mandi yang terbuka dari luar.dia lupa untuk menguncinya. tatapannya pun tertuju pada Kaila yang menatapnya dengan pakaian tipis memperlihatkan tubuh kecil putih mulusnya.


" Kamu..kaila apa yang kamu lakukan.? bukannya kamu harusnya istirahat.keluar,tutup pintu dan tidurlah." katanya diangin.namun kaila hanya menatapnya dengan diam.


"Kaila aku bilang keluar..." tapi kaila malah menutup.pintu dan melangkah ke arahnya..


Dengan rasa malu yang di tahannya,kailapun menutup pintu dan menguncinya.. dia melangkah perlahan menuju bathub di mana eren mo berada.dengan senyum tipis kaila menutup ketakutannya,kaila menatap eren yang sebagian tubuhnya di tutupi oleh busa.


"Kaila apa yang kamu lakukan.?" tanya eren lagi dengan tatapan dingin.


" Mandi sama suami.." katanya dengan senyum semanis mungkin untuk menarik hati eren.


mata eren membola dengan perkataan kaila..dia ingin beranjak namun kaila langsung melarangnya dengan melangkah cepat memeluk eren yang membuat kain tipis itu basah.dengan satu persatu kakinya masuk dalam bathub yang sama dan semakin memeluk eren demgan kuat.


" KAILA.." pekik eren geram.


"Kenapa suami ku.bukannya ini adalah hal yang lumrah bagi suami istri..bahkan yang aku tau orang pernah melakukan hal itu di dalam.kamar mandi bahkan di bathub.." katanya memberanikan diri meski hatinya sedikit menciut saat eren membentaknya.


" Jangan macam macam.Kelu....


Cup...


Kaila menghentikan eren dengan kecupan cepat di bibir eren hal itu semakin memhuat eren geram. mengepal kuat kedua tangannya menahan sesuatu dalam dirinya yang mulai bergetar.

__ADS_1


"Aku hanya ingin merasakannya,merasakan sesuatu yang di rasakan suami istri di luar sana."


Cup cup cup


kaila terus saja memancing hasrat eren agar membalas sentuhannya dan melakukan hal lebuh seperti yang di inginkannya selama ini.Namun hal itu malah membuat kemarahan eren semakin menjadi.


Eren menunduk menatap Kaila yang trus mencium kulit dada eren yang berbetuk ABS dengan tangan yang memeluk erat pinggang eren yang kokoh.tubuh merek menempel sempurna dapat eren rasakan gundukan yang sebesar apel itu menempel di bagian perut atasnya.


"Aku..." kaila menengadah,menatap eren yang menatapnya tajam yang lansung membuatnya menunduk kembali dengan cepat.tangannya bermain2 di punggung eren mo.


memejamkan mata dan menghirup udara dengan kuat2 agat sesuatu dalam dirinya tak terpancing.tak bisa di pungkiri..dia adalah pria normal,jika dia trus di pancing sepeti ini dengan waktu lama,eren tidak bisa menahannya lagi...namun seketika bayangan sesorang membuatnya langsung membuka matanya dan mendorong kaila dengan kuat.


" Lepas... kamu seperti ini tidak ada bedanya dengan pe**cur tau tidak..." Nafsu yang semakin membuncak dia luapkan dengan amarah.dia menahan dengan sekuat tenaga.


Deg.


Jantung kaila seakan berenti di saat eren merendahkannya. dia mengepalkan tangannya untuk menghalau kesedihan yang nantinya akan membuat air matanya menangis.


" Coba katakan lagi.?" lirihnya dengan wajah yang menunduk.


" Jika kamu ingin menggoda pria..jangan lakukan disini.. pergi,aku tidak tertarik sama sekali.." kata itu seakan memberitahukan pada kaila jika eren tudak masalah jika kaila berhubungan dengan pria lain bahkan se akan mengatakan jika kaila sama saja dengan para pel*cur di bar sana.


Kaila menarik sudut bibirnya tersenyum sinis.diapun mengangkat kepalnya menatao eren mo yang sudah mengenakan handuk untuk menutupi bagian intimnya.


" Kamu kira aku akan melakukan hal seperti ini dengan pria lain.aku melakukan ini hanya pada mu karna kamu suami ku.apa aku serendahan itu di mata mu sehingga kamu bahkan tidak ingin melakukan hal itu dengan ku.aku ini istri mu eren mo..aku mencintai mu sejak dulu dan aku sangat bahagia di saat kita menikah..kamu tau itukan..tidak.mungkin kamu tidak tau krna kamu tidak Bodoh." kata kaila dengan deraian air mata yang bercampur dengan air yang membasahi wajahnya.

__ADS_1


Tangis yang di tahannya sejak tadi akhirnya tumpah.


eren mo masih dengan posisinya.. dia menengadah,mencoba mencari kata2 yang pas dengan apa yang ada di fikirannya.


" Keluar... tinggalkan aku sendiri.." dia melangkah menunggalkan bathub menuju tempat sower.


" Dan ingat kata2 ku ini.. aku sama sekali tidak mencintai mu,.pernikahan ini tidak pernah aku inginkan.. aku hanya mengganggap mu gadis kecil yang harus aku jaga sebelum nanti aku membiarkan mu lepas dengan sebuah perceraian.aku terpaksa dan dipaksa atas pernyataan balas budi kelurga ku kepada keluarga mu.."


Kaila beranjak dari bathub,dengan satu tangan berada di dadanya dan tangan lainnya mengepal mencengkram kain tipis yang memperlihatkan bentuk tubuh kecil cantiknya.


meninggalkan eren mo yang kembali membasahi tubuhnya di bawah guyuran air sower..menghiraukan kaila yang terluka akibat ucapannya.


Tampa kata,kailapun meninggalkan kamar mandi dengan membanting pintunya..dia meraih kimono mandi,membungkus tubuhnya yang basah dan meraih ponselnya... dengan air mata yang terus mengalir... kaila menghubungi Farel dan melangkah meninggalkan kamarnya..


Hiks hiks hiks...


tangisnya pilu dengan kaki yang terus melangkah tak tentu arah.


kaila meninggalkan rumahnya dengan bertelanjang kaki, wajah dan rambutnya kusut dangan air yang masih membasahinya.tak ada yang melihatnya pergi..penjaga gerbang dalam ke adaan tertidur duduk di tempatnya.


Sebuah mobil melaju dengan kecepat tinggi menuju ke arah di mana kaila berjalan dengan menunduk sedu tergugu akan rasa sakit batinnya.dingin malam yang menerpanya tak di rasakannya se akan tubuhnya telah mati rasa...


Tit....


...🥀🥀🥀...

__ADS_1


__ADS_2