
Eren menepati janjinya,mengantar kaila ke kampus,di mana di sana menyediakan asrama untuk para murid yg ingin tinggal di dekat kampus.Halnitu eren mo manfaatkan agar dia tidak terus2 san harus menghadapi kaila dgn memhuat Kaila tinggal di asrama.
Saat ini mereka tengah berada di jalan menuju perkampusan.eren sibuk dgn benda pipihnya menghiraukan Kaila yg berada di sampingnya.
Kaila bosan menatap eren dgn kesal." Ck..eren mo,bisakah kamu meletakkan ponsel mu itu,aku ingin menikmati waktu yg sebentar ini dgn mu.." keluhnya mengait lengan eren dan bersandar manja.
menghembuskan nafas kesal.eren menuruti perkataan Kaila,.dia meletakkan ponselnya dan diam menatap jalan.
Kaila senang meski pada akhirnya eren msih mendiaminya.merek diam dgn posisi seprti itu. hingga suara keras deringan ponsel eren membuat eren harus cepat2 mengangkatnya.
"Hallo...
"......"
"Baik,aku akan segera kesana."sahutnya dan sambungan telfon pun terputus.
" Berenti.."
mobil tiba2 berhenti di tengah jalan membuat Kaila mengernyit heran.
" Turun.kamu jalan atay naikapa ke kampus.aku masih ada urusan."katanya tegas.
Kaila membelalakkan mata.dia melihat sekitar,dan ini masih sangat jauh dri kampus.
"Tapi kan eren.ini masih sangat jauh.." tolak kaila.
"Turun sediri atau aku dorong.."
Kaila menurut dgn menahan kekecewaan dan luka yg semakin dlam.dia menurut keluar dgn sedu.
"Hati2.." tapi tetep saja mulutnya masih mengatakan hal2 baik tentang pria dingin itu.eren mengeluarkan dua lembar runggit berwarna merah yg di terima dgn ragu dan tangan gemetar oleh kaila.
Tampa berkata apa2 pun mobil yg membawa eren kembali melaju dgn kencang.meninggalkan hembusan angin polusi untuk kalila yg menitikan air mata.
Istri sah dan sangat mencintainya tapi selalu di abaikan di acuhkan dan kini dia bagaikan pengemis yg di bantu dgn hanya memebrikan uang yg tak ada artinya bagi sipenerima.karna sakit hatinya tak dapat di obati hanya dgn uang ataupun obat sekalipun.
Sampainya kaila di kampus..dia pun di sambut meriah oleh sahabatnya.. berbincang ria membicarakan perkembangan hubungannya dengan Eren si batu es.
"Gimana gimana? berhasil..." tanya alana heboh.
__ADS_1
"Gimana apanya.?" lesu..memangku tubuhnya ke meja belajar.
" hoh.. Misi lo? berhasil gak.?" sewot alana.
"Berhasil apaan.. tidur satu ranjang aja sudah beruntung dari pada harus tidur di sofa.." jawab asal kaila yang kesal mengingat perlakuan eren barusan.
"ck... sesah juga ya mewujutkan cita2 lo itu..."
"He'em.."
"apa lo bakal menyerah.?"
"Tidak akan... aku akan terus berusaha mewujudkan cita2 gue.." semangat kaila..berdiro dengan tiba2 dari duduknya.
"Ya..gue harap cita2 lo berhasil.. semmangat Kaila untuk mewujudkan cita2 lo.."
"Semangat.." seru mereka serempak dengan semangat ceria.
namun tiba tiba..
" Cita cita apa..?" sahut seorang pria yang baru pertama kali masuk ke rungan kejurusan Artistik ke artisan.
"Kau mengenalnya lan?"
"Lo gak tau?dia ini adalah mahasiswa terbaik di unifersitas ini ?" bisiknya..
" oowh..." balas kaila takterlalu tertarik.
sepetinya lana menyukai pria ini.." batin kaila di saat melihat temannya trus menerus menatap pria yang baru di lihat.
sedang kan pria barsebut sedang mencuri2 pandang padanya karna telah menarik perhatian pria itu.
(permisi para reader.. kita lanjut ke bab selanjutnya ok..
yang udah baca pasti tau...jadi kita lanjut aja kalila sudah bertemu dengan orang2 ayahnya...)๐๐
__ADS_1
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=๐ฅ\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Hari2 sudah berlalu begitu cepat.minggu2 demi minggu Kaila lalui di asrama bersama sang sahabat. hidupnya juga telah berubah 97%.
Dia menjadi sangat sibuk dengan urusan kantor pula,meski dirinya sudah di bantu oleh orang2 kepercayaan mendiang ayahnya.
(yang belum baca...atau masih belum mengerti๐baca di Novel 'Terjebak Cinta Putra Lucu Presdir' bab terakhir ini ya๐)
setelah di fikir2 lagi.saat ini kaila da kerjaan. jadwalnya masih kosong.diapun memutuskan untuk mengunjungi rumah rahasia peninggalan kedua orang tua.diapun menghubungi farel dan farelpun meng_iyakannya.
farel telah menunggu kaila di depan ruangan untuk membawa nona mudanya melihat rumah yang selama ini tidak di ketahui oleh kaila.
" Ka farel,kakak sudah bilang pada paman paman kalo aku akan pulang duluan."
"Sudah nona, beliau berharap nona bisa sering2 tinggal di mansion.."
"Mungkin aku akan sesekali datang,krna tidak mungkin aku sering datang dengan status ku kan kak." katanya.
farel pun memaklumi.krna tadi hal itu sudah di bicarakan.
lift membawa mereka ke loby kantor,dan di saat mereka keluar dari lift,semua karyawan yang melihatnya menunduk hormat dengan atasan baru mereka yang cantik itu.
" Apakah jaraknya jauh dari kantor kak?".
" Kediaman besar andra berada di sekitar pegunungan nona.. mendiang membangun mansions di sana untuk mencari ketenangan dan jauh dari setiap mata para musuh."
"Apakah kakak sudah menemukan siapa yang menjadi dalang kecelakaan tersebut."
"Sudah nona.. beliau telah meninggal dunia akibat penyakit komplikasi.."
"Karma.. namun sayang,aku tidak melihatnya langsung saat meregang nyawa.." dingin kaila..
Farel melihat reaksi kaila.. nonaya itu benar2 telah berubah menjadi nona mudanya yang berani dan kejam.
penampilan Kaila yang dewasa ini benar2 mengingatkan wajah mendiang sang mama,namun bedanya kaila dengan penampilan mencolok nya sedangkan mendiang mama kaila dengan penampilan alaminya sama seperti penampilan kaila di saat kaila kuliah dan sehari2.
...๐๐...
__ADS_1