
...menjadi seseorg yg tak di ingikan itu snagat menyakitkan..apalagi dgn tatapan mata yg dingin dan perkataan yg menyakitkan.. seandainya jika boleh memilih,aku memilih untuk tidak hidup di dunianya.....
...\=+\=+\=+\=~...
mobil yg di tumpangi eren dan kaila telah terparkir rapi di halam kediaman besar mo.Kaila dan erenpun keluar melangkah memasuki rumah luas di mana sang tuan besar Mo berada.
Di dlam sana,ruang keluaga sudah ada ayah eren,Sinarta Mo dan juga ada dua laki2 yg tak lain adalah kakak2 eren.
"Sudah datang semua.. kalian duduklah." ucp pria paruh baya yg berusia 70an. "Kaila sayang,sini..duduklah di samping ku." imbuhnya meminta mantu tersayangnya untuk duduk di dekatnya.
"Baik ayah.." ucpnya dgn senyum merekah.
Kaila duduk di ruang kosong samping Sinarta,di saat tubuh gadis itu akan sampai,perkataan eren mo menghentikan Langkahnya.
"Ayah,ada yg ingiin aku bicara dgn ayah.." pintanya menatap sang ayh yg mengernyit tak suka.
"Oh ya.!!"sahutnya curiga.sinarta menatp Kaila yg masih masih berdiri dan berkata. " Kaila,kamu duduklah di sni.aku akan atas dan berbicara dgn eren.,kmu tunggu di sni ya." ujatnya pada kaila yg di balas anggukan kecil olehnya.
Dgn langkah tegas..mereka naik ke lantai dua dan masuk ruang kerja.tak ada basa basi di antara mereka..eren langsung mengatakan ke inginnya.
"Bicaralah.." pintanya datar..
"aku ingin bercerai dgn Kaila ayah." ucpnya menatap lekat sang ayah yg di balas dgn tatapan tajam dari Sinarta.
Pernikahan yg tak pernah di inginkan oleh Eren mo dari awal hingga kini..membuat dirinya tak nyaman dan merasa bersalah.
Tak nyaman akan ke beradaan Kaila gadis yg tak pernah ia harapkan untuk menjadi istrinya,gadis yg membuatnya malas kembali kerumah krna keberadaannya.
Dia juga merasa bersalah krna tidak bisa menjadi suami yg baik untuk kaila..suami yg tak bisa memberi rasa cibta dan kasih sayang selayaknya pasangan suami kebanyakan.Krna sampai saat ini Eren mo masih menunggu mengharapkan seseorg yg hilang entah kemana dari hidupanya.
Wanitanitu..pergi tmpa pamit dan hilang tampa jejak membuat eren mo tak bisa diam untuk mencari keberadaannya,pikirannya ingin2 menemuinya..wanita itu..wanita yg sangat di inginkan menjadi pendamping hidupnya..Yg bodohnya tampa eren mo sadari rasa ingin memilikinya itu hanya rasa bersalah yg di salah artikan oleh Eren yg tak bisa mengerti akan perasaanya sendiri.
Memang benar adanya pernikahannya dgn Kaila krna paksaan ayahnya..menikah krna janji antara kedua keluarga,sehingga dirinya yg menjadi anak bungsu dan satu2nya yg belum menikah menjadi tumbul..terpaksa menerima pernikahan yg tak di inginkannya..saat itu pula eren mo sudah bertekat untuk tidak melakukan hal2 yg terlalu intim dgn Kaila krna dia tak ingin memberi harapan pada gadis itu meski dia harus bersikap dingin dan kejam sekalipun.
Dgn amarah yg meluap2..Sinarta mecengkram tongkatnya kuat..menatap eren bak singa mengincar mangsanya.
"Brengsek..tarik kata2 mu.." kata penuh penekanan krna emosi itu membuat membuat tubuh sinarta bergetar hebat.
__ADS_1
Plaak.
Tamparan yg sangat kuat mendarat di pipi kiri eren mo meninggalkan bekas kemerahan di sana.
"Jika ayah ingin yg terbaik untuk Kaila..tolong setujui perceraian kami." sahut eren dgn nada yg lebih tinggi.bruntungnya semua ruangan di kediaman itu kedap suara.
Plaak..
Lagi2 tamparan mendarat dgn keras di pipi yg sama membuat bibi nya pecah dan berdarah.
"Meski aku matipun,jangan harap kau bisa menceraikan Kaila."sambil menujuk putranya dgn amarah. " Ini adalah pernikahan militer!! Kalian harus bersama selamanya.jgn lupa,kaila hanya memiliki kita sebagai keluarganya dan kamu adalah suami yg sangat amat dia cintai.jadi bersikaplah sebagai suami yg bertanggung jawab." triaknya dgn wajah sangat dan matap eren dgn tajam.
"Jika ayah tidak setuju,aku pergi saja." ucpnya pasrah dan melangkah pergi.
"Heh.. apakah kamu masih memikirkan wanita itu.?" sinisnya..
langkah eren seketika terenti " ..tidak.." sangkalnya dgn tangan yg mengepal kuat.
sinarta tersenyum puas." sebaiknya begitu,ingat perlakukan Kaila dgn baik "katanya dgn akhir ancaman.
"Lebih baik,aku turun nanti di saat bekas tamparan ini menghilang dari wajah ku." batinnya.menghembuskan nafas kasar.
Merasa cukup.eren mo turun melihat Kaila yg tak sabaran menunggunya.
"Kenapa lama sekali.?" gumamnya gelisah,dia duduk sambil meremas2 ujung dresnya.
Kailapun menoleh dan mendapi eren telah berada di anak tangga. "kok turunya baru sekarang? apa aja yg di omongin,kenapa lama.?" cerocosnya bertanya pada eren yg melangkah menuju ke arahnya.
"Tertunda karna beberapa hal." ketusnya dgn wajah datar.
Tak mau membuat mood suami semakin jelek,kailapun tak bertanya lagi,karna fikirnya pembicaraan mertua dan suaminya itu sngatlah penting.dipun menarik eren untuk duduk di sampingnya untuk menanyakan hal lain.
"Eren mo boleh aku tanya satu hal.?"
"hemm."
" setelah kepulangan mu kali ini! apakah kamu akan pergi lagi" tanyanya gugup dgn mengalihkan pandangannya ke arah lain.
__ADS_1
"untuk sementara tidak akan.kenapa? ada yg kamu sembunyikan dari ku.?" katanya dgn memicingkan matanya menatap Kaila curiga.
"Tidak.."jawabnya cepat. " kalau begitu..kamu..kamu berencana tinggal berapa lam.? "
bukannya menjawab eren malah menatap lekat Kaila yg menatap ke segalah arah dan bertanya. "kamu berharap,aku akan selalu ada di sisi mu,iya.?" dgn senyum paksanya.
"tentu saja.." senyumnya mengembang ." aku berharap,kamu tidak pernah meninggalkan ku.kita akan tinggal bersama selamanya." imbuh kaila menerawang dgn mata bersinar dan senyum manis penuh semangat.Kaila andra bahkan sambil mengerlingkan sebelah matanya.
eren menatap tajam." Kaila andra,sudah aku katakannpada mu berkali kali.sebagai perempuan bisakah kamu mengendalikan dirimu sendiri,kendalikan fikuran dan ucapan mu.sebelum berkata itu harus di fikirkan terlebih dahulu.jangan berbicara sembarangan." ucapnya dgn marah.
...eren mo yg bodoh itu..dia lupa jika kaila andra hanya berkata seprti itu hanya pada dirinya yg sebagai suami..😠pria yg di cintainya....
dgn cemeberut kaila kembali bersuara. " Tapi jika di hadapan mu, aku tidak ingin menahan diri eren.kau suami ku." lirihnya menunduk sedih.
Dgn senyum yg di paksakan krna rsa takut masih dia rasakan,kaila memberanikan diro berkata.." Eren mo,ayolah.ini bukan markas kemiliteran.jadi tersenyumlah untuk ku..untuk istri cantik mu ini." menatap eren mo dgn mode lucu.
Eren mo tersenyum dingin membuat hati kaila berdenyut nyeri..dia rasa perjalannya akan sulit dan lama..
÷
÷
Hey..gue Up lagi😁...
Maaf lama ya Para reader..🙏
Dan sekarang selamat membaca😊
jangan Lupa tinggalkan Jejaknya say para Readers.. seperti
Like👍
Voting ⭐
Hadiahnya🎁😊
Sampai jumpa Lagi😍by by👋👋
__ADS_1