
Sepasang semua istri sedang duduk di ruang keluarga sekaligus ruang tamu di temani layar Tv yang menyala mereka menunggu kepulangan sang putri dan temannya yang sudah di anggapnya anak sendiri dengan harap semua baik baik saja.
" coba mama telfon deh kedua anak itu. ini sudah malam kenapa mereka belum pulang juga. " cemas papa lana meminta istrinya menghubungi salah satu dari gadis yang telah pergi bermain sejak pagi tadi.
"Papa bisa tenang gk sih. mereka kan di temani si suaminya kaila dan si temannya itu. jadi gk perlu khawatir berlebihan."
memang benar apa yang di katakan istrinya itu. menurut kabar terakhir yang di beritahukan oleh sang putri siang tadi. namun tetap saja rasa cemas orang tua laki laki terhadap putri satu satu yang juga anak satu satunya itu tidak bisa di hiraukan meski sekalipun qnaknya di temani oleh anggota tentara sekalipun.
"Ya ya. tapi tetap saja ma papa khawatir. lihat sudah hampir jam 9 malam. putri kita bilang mereka tidak akan pulang larut malam."
"Em.. tapi lihat. ini saja masih belum jam 10. di mananya yang larut malam papa..."
Di saat keduanya berdebat. terdengar deruan mesin mobil yang berhenti di depan vila. merek saling pandang fan mengangguk.
"Itu seprtinya mereka."
papa mengangguk setuju.
"apakah kita akan menghampiri mereka pah.?"
"Tidak perlu. biarkan mereka yang kemari."
mama pun mematuhi perkataan papa. tetap dudik di samping suaminya dan menunggu sang putri menghampirinya.
__ADS_1
'apakah suami ku ini akan memarahi putrinya. yah mau bagaimana lagi. putri kita yang melanggar janjinya.' batin mama alana pasrah dengan apa yang akan suaminya lakukan nanti pada sang putri.
meskipun mereka memanjakan alana tapi mereka selalu mengajarkan alana untuk selalu menepati janji dan harus bertanggung jawab dengan apa yang alana perbuat. begitulah ajaran mereka pada anak satu satunya itu.
sudah l3bih dari 5 menit namun yang dinyarapkan tak kunjung datang. malah mereka mendengar langkah tegas dan lebar melewati tepat mereka. kembali kedua nya saling pandang dan mengernyit heran. di saat kembali mendengar langkah kaki yang sama. tegas dan lebar namun di sertai dengan gumaman gumaman kesal yang berasal dari arah pintu.
dengan rasa penasaran. kedua nya berdiri dari duduk nya. mencari tau apa yang terjadi sehingga langkah kaki kecil yang menandakan itu langkah seorang gadis tak kunjung menyerang pendengara keduanya.
Haaaa....
mulut si wanita paruh baya terbuka lebar di balik telapak tangan yang menutupinya dengan apa yang ada di depan matanya. berbeda lagi dengan si suami yang membulatkan mata sehingga akan memuntahkan kornea matanya setelah apa yang dia lihat.
terkejut. marah dan malu papa alana rasakan. bergitu yang dirasakan oleh sang istri. kedua kaget dengan kelakuan putrinya itu.
sedangkan tak jauh dari sana. eren menahan tawanya agar tidak lepas dari bibirnya yang dingin itu ketika melihat siksaan yang di lakukan alana pada sahabatnya.
"Akh sial. jangan ketawa begok." umpat ben yang kewalahan dengan tingkah tidur gadis dalam gendongannya.
"Ni anak gadis orang lagi. keturunan Vampir kali ya sampek sampek gue di gigit kek gini. rambut gue wooy... ni tangan.. benar benar belum di pites kali ya. rontok nih rambut gue." kesal ben menahan sesuatu dalam dirinya .
"pufff...mungkin saja dia cicit nya vampir. " timpal eren menahan tawa melihat bekas gigitan di lehar dan bahu ben yang terlihat jelas krna ben mengenakan baju kaos. dan juga rabut yang tadi rapi kini sudah acak acarakan.
ben mendengus kesal dengan timpalan sahabatnya.
__ADS_1
bagai mana tidak. ben yang beberapa menit lalu masih rapi tampa luka kini sudah acak cakan dangan bekas gigitan yang tampak sedikit mengeluarkan darah.
"ayam bakar ayam bakar.."
phuuuffffffff.....
Eren benar benar tidak bisa menahan tawanya lagi sehingga membuat kaila dalam gendongannya tbergerak terusik.
"Haiis... benar benar sial...
gue ini pria tampan. ini malah di samain dengan ayam bakar. ni gadis kayak si dua bocil botak itu ya...ck ck ck."
Eren mengurungkan langkah nya ke lantai 2 dia menuju kamarnya di lantai utama. dia tak ingin kaila tidur dengan alana yang tidurnya itu.. sangaaaat berbahaya.
" heh ren.. lo bawa kemana istri kecil lo itu.? jangan hilang lo mau tidur satu kamar dengannya "
"em.. ini lebih aman dari pada dia harus jadi ayam bakar menggantik lo."..
"Hei hei... akh sial...
lalu gue tidur di mana....?
sepasang paruh baya itu hanya bisa menyaksikan secara sembunyi sembunyi. ingin menampakkan diri tapi mereka malu dengan tingkah tidur putrinya. tapi jika tidak menampakkan diri akan berakhir bahaya untuk anak satu satunya. meski hal bahaya itu adalah hal yang lumrah di negaranya.
__ADS_1