My Stupid Smart-ass Husband

My Stupid Smart-ass Husband
pria tua dan Bocah


__ADS_3

Ben terlihat berlari menuruni tangga. dengan pakaian lengkap tapi terlihat aneh. berantakan. kaos dan celana yang dia kenakan terlihat kasut. rambut berantakan. dan di bagian kulit wajah dan lehernya terdapat sesuatu yang pastinya akan mengurangi ketampanannya. tampa melihat ke sekitar. ben hanya fokus menuruni anak tangga dengan sesekali menoleh kebelakang. dia bahkan tidak menyadari tatapan heran dari ke empat orang yang sedang melihatnya dari arah meja makan.


"Ben.... "


mendengar suara eren, Ben menghentikan langkah nya yang sudah berada di anak tangga paling terakhir. dia menoleh ke arah suara yang tengah memanggilnya.


"Apa.?" sewotnya menatap kesal. sebab karna eren lah dia menjadi korban dari sahabat istrinya itu.


"Tampilan lo... cukup luar biasa."


"******. sialan lo." sungutnya. dia pergi menuju kamar di mana dia tidur selama tinggal di sana.


semua kembali ke aktifannya sendiri dengan kaila yang masih penasaran dengan apa yang terjadi.


tek.


suara pelan dari piring di depannya mengalihkan fikirannya. kaila menatap pada piring miliknya yang sudah terisi nasi dan lauk.


"eh. kok malah kamu yang ngambilin.?" tanya kaila pada eren yang kini tengah mengisi piringnya sendiri.


"Sudah. gak perlu protes. sekarang makan."


"Em.. " mengangguk kecil dengan patuh. " tapi Ben kenapa.?" imbuhnya masih dengan rasa penasarannya.

__ADS_1


"Hiraukan saja dia. " mengusap kepala istri kecilnya.


Papa dan mama alana tersenyum kecil dengan apa yang di lihat. dalam hati mereka derdoa agar keduanya selalu bisa bahagia dengan rumah tangga mereks terutama Kaila. gadis kecil yang sudah mereka anggap anak sendiri.


Ngomong ngomong tentang anak. mama alana menoleh menatap kamar putrinya yang berada di lantai dua. dengan hembusan nafas pasrah. mama lana mulai menikmati sarapan mereka.


"Huh." sungut alana yang sudah berada di pertebgahan anak tangga. tangannya terlipat di dada. wajah nya cemberut kesal. gadis itu melangkah ke arah meja makan tepat saat semua orang akan menyudahi makan mereka.


"Sayang... kok cemberut gitu.?"


"auk ah ma.." duduk di samping mamanya. dan mengambil makanan yang akan dia santap.


"kesel banget gue. lagian kok bisa pria tua itu ada di kamar gue. sialan. sumpah pengen banget gue tendang bagian selangkangannya biar mampus tu pria tua " grutunya dengan mulut yang sudah mengunyah.


" hush. sayang gk boleh gitu. anak gadis itu gak boleh berbicara kasar. "


"mama sih penasaran. cuman kan kamu sedang makan. jadi mama ingin tanya nnti selesai kamu makan." bohongnya. krna tidak ingin putri nya itu kesal padanya.


"Gk ush nanti. sekarang bakal aku ceritain ke mama. dengerin ni kamu juga Kai dan ayah juga. "


semua mengangguk serempak. namun tidak dengan eren yang sudah memikirkan kemungkinan kemungkinan yang terjadi.


"oowh tapi sebelum itu. kai, lo tidur di mana semalem..?" tanyanya dengan memicingkan sebelah matanya. alana curiga dengan kaila yang kini dapat dia lihat jika sikap eren padanya kini mulai berubah. mengelap sudut bibir kaila dengan jemari jempolnya.

__ADS_1


"Kalian.. sudah baikan. ?" pertanyaan itu membuat kaila sepontan mengangguk kecil dengan pipi bersemu merah.. "oowh jadi itu yang membuat lo gak ada di kamar gue.!pantes aja malah ada pria tua itu di kamar gue.."


"Enak aja. gue gak tua ya bocah." sela ben yang kini sudah rapi dan fress. dia menarik kursi di dekat kaila.


"Enak aja lo pria tua. bilang gue bocah." kesalnya.


"Emmang lo bocah. tidurnya aja belingsatan. gak karuan..." sambil mengambil sarapannya.


" lo... jangan ngarang."


"Buat apa gue ngarang. tidurnya... Buseeet... kepala dan kakinya kemana mana. bantalnya di mana kepala nya di mana. sumpah. tubuh gue pada sakit semua gara tidur ala ala bocah seperti lu. pantes saja eren bawa istri kecilnya ke kamar Gue sama eren selama tinggal di sini. jika tidak. mungkin si kaila udah jadi... "


tuk


sebuah tulang dari paha ayam mendarat cantik di kening ben.. tak hanya itu.. selembar daging panggang kini ikut mendarat cantik di hidung dan merosot dengan lancar hingga jatuh di pinggir piringnya. pria yang biasanya sebelas dua belas sikapnya dengan eren kini tercengang kesal. se umur umur baru kali ini dia di perlakukan seperti ini.


Alana terbahak melihatnya. dengan bibir yang mengulas senyum lebar gadis itupun berkata. " mampus lo. makan tu tulang paha ayam sama daging panggang hidung.iyyuh... "


kedua orang tua alana tercengang dengan apa yang di lakukan putrinya pada orang sedingin ben yang hampir sama dinginnya seperti Eren. ada sedikit takut yang memghampiri hati mereka.


bukan hanya kedua orang tua alana yang tercengang. Kaila pun juga ikut termangu melihatnya.namun dengan fikiran yang berbeda. 'wah.. ternyata lempar melempar alana tidak pernah salah. seprti lempar cakram yang slalu dia ikuti. gue harus mulai belajar dari alana. siapa tau hal itu hisa gue lakuin ke Eren nanti jika suami gue itu kumat lagi ngeselinnya.'..


Eren yang sedang menahan tawa kinibtiba tiba merasakan firasat buruk. dia menatap istrinya yang kini menatap Alana dan ben bergantian.

__ADS_1


'apa hanya perasaan gue sja. mungkin iya..' batinnya.


"heh.. mereka cocok." gumamnya pelan namun masih terdengar oleh telinga tua sepasang suami istri pemilik vila.


__ADS_2