
Makan malam tiba.semua telah duduk di kursi makan.namun kedua gadis di lantai atas tdak juga terdengar langkah kakinya.
"Mah.apaka mama mengatakan pada kaila jika suaminya berada di sini.?"
"hah....
mama lupa pah."
papah mengeleng pelan.
"mamah kebiasaan.
tapi kenapa mereka belum juga turun.?sedari tadi mereka tidak kelihatan."
"Biar mama panggil meŕeka dan sakalian mengatakan keberadaannya." kodenya mengarah pada eren.
mereka saling berbisik.sedangkan eren baru saja izin untuk mnegangkat telfon yang tersambung dengan ponsel milik ben sehingga keduanya sama sama berdiri di pojokan ruang makan.
"Ya sudah sana.paggi mereka.."
mama mengangguk.
"Tapi pah.kalo kaila gak mau turun..."
"Husss udah mama panggil aja anak anak..ini sudah waktunya makan malam."
"hemmm... iya iya. " mama baru saja akan menaiki anak tangga tapinlangkah nya terhenti saat mendengar putu kamar satu satunya yang ada di atas itu terbuka.
terdengar pembicaraan kedua gadis itu samar samar.
"Suruh siapa lu ngerusakin kendaraan orang.kan kena batunya."
"diam sih.. temen lagi kesusahan malah di ketawain.
huh untungnya orang itu tidak meminta ganti uang."
"Iya.
__ADS_1
cuman lu harus bantu bantu orng itu jaga anak nya kan."
kaila menggeleng.
"pantesan.tidurnya mati pleesss blingsatan."
mama alana melihat kedua gadis itu menghembuskan nafas kasar.dia tidak bisa mengatakan keberadaan kedua pria tamu tak di undangnya yang kemungkinan membuat kaila merasa tidak bebas.
"tapi mungkin juga dia akan bahagia.kan ila sangat menyukai pria itu."gumamnya dan kembali keruang makan.
"Loh kok cepet banget.
anak anak mana.?" tanya ayah alana yang melihat istrinya kembali setelah pergi tak lama dari sana.
"tuuu..." tunjuk pada dengan gerakan kepala.
ayah kaila melihat kedua gadis itu... mereka terlihat biasa biasa saja .tampa terbebani.
"mama belum bilang...?"
"Gk.mamakan baru aja mau naik.eh mereka udah pada turun.ya udah biarkan saja klo gitu."
"Mah pah...
Om tante.."
Sapa keduanya bersamaan.
"eem.. kalian ini..ngapain saja sih sampek telat untuk makan malam."
keduanya nyengir kuda.
"Biasa lah mam.anak gadis kan memang suka lama lama di dalam kamar.."sahut alana.mengambil nasi dan beberapa lauk yang ada di depannya.
Malam itu mereka makan dengan hidangan rumahan.
Kedua nya manggut manggut.
__ADS_1
"Tunggu... lan jangan makan dulu.kita tunggu tamu kita dulu."cegah ayah lana menghentika pergerakan putrinya yang hendak menyantap makanannya.
"ck.. tamu... pada jam makan malam begini..?
Heh tamu yang mau numpang makan toh."kesalnya.
"Tidak juga Nona."sela seorang pria dingin.
mata alana membola.dia tidak menyangka perkataannya akan di dengar oleh si tamu.
begitupun dengan kaila.matanya ikut membola se akan pernah dengar dan kenal dengan suara tersebut
"kami juga akan tinggal untuk beberapa hari dan setelah itu kami akan pergi dengan Nona Kaila.."imbuh nya.
Alana menoleh dan mendapatkan seorang pria tampan dengan aura dinginnya.menatapnya tajam.
Glek...
tubuhnya terpaku.entah perasaannya tidak bisa dia ungkapkan.bercampur aduk.
"Hah??"
lagi lagi alana terperanjat.saat matanya kembali melihat wajah Tampaaan dengan mata tajam dinginnya...wajah tak asing di belakang pria yang menyahut gerutuannya.
"Mampus."gumamnya.
tangannya mencoel coel lengan sahabatnya.se akan memberi tau jika dia harus berbalik juga.
Kaila yang sudah merasakan hal taknyaman hanya diam saja.menghiraukan colekan sahabatnya.
Lan diem gk...tubuh gue merasa gk nyaman ini.seperti ada seseorang menatap gue tajam.
batin kaila menjerit.
tanganny melihat layar ponselnya.ada beberapa pesan dari Farel.dan matanya kembali membulat
eren mo sialan.sejak kapan dia di sini...
__ADS_1
aah... kebebasan gue telah di renggutnya...