
" Nona muda...".. Hardinata memberikan gelas dengan win di dlamnya pada Kila yang di terimanya tampa ragu.
"Trimakasih.." ucpnya dengan sedikit senyum tipis di wajah cantiknya yang semakin membuat orang2 terpesona akan kecantikan yang luar biasa namun di milik oleh wankta yang berhati dingin seprti Nona presdir Kara.
Kaila mengangkat gelas di tangannya.
" Saya ucapkan trimakasih pada para hadirin yang datang pada acara malam ini.entah itu pegawai perusahaan saya sendiri ataupun para tamu undangan yang terhormat.Tidak perlu basa basi lagi,Saya Kara alisia Aeero berharap kedepannya perushaan aeero kara semakin jaya dan tentunya juga semoga antar perusahaan berhubungan baik dengan saling bekerja sama yang bersih..bersulang untuk kejayaan perusahaan Aeero kara dan untuk perushaan para tamu undangan sekalian.." kata kaila tamapa bertele2 dan meminum win nya dengan pelan seprti yang di pelajarinya di mansion bukan minum seprti biasanya dia minum di pinggir jalan bersama Alana.
Semuanya bersulang dan menikmati kembali acara tersebut.terlihat beberapa pengusaha mendekati kaila...menyapa dan memperkenalkan diri.. dia tau ini akan terjadi,orang akan mendekatinya untuk menjalin hubungan baik agar bisa bekerja sama nantinya.
setelah cukup lama berbincang2 dengan pengusahan2 lainnya yang terus berdatangan memghampirinya.akhirnya Farel membebaskannya.
" Ini sungguh membosankan.semua mendekati ku dengan maksud lain.ck.. sungguh dunia bisnis itu menjengkelkan." grutunya.
"Anda sudah melakukan yang terbaik Nona."
"eeem...aku ingin di sini dulu... aku harap tidak ada yang mendekat ke sini.."
"Baik,anda nikmatilah waktu anda.."
Farel meninggalkan Kaila di balkon pesta.. dia berdiri dan bersandar pada pagar menatap menikmati suasana keramaian kota.
Sesekali,kaila menyesap win di tangannya.tampa dia sadari seseorang tengah memperhatikannya.
Huh..
"melelahkan hidup ku ini..." gumamnya..menatap langit malam,dan mundur beberapa langkah lalu duduk di kursi yang ada di sana..
__ADS_1
Di balkon yang berbeda,lantai yang sama acara yang sama.. eren baru saja menikmati angin malam yang dingin.Dia meninggalkan keramaian pesta yang baru saja dia datangi.punggungnya dia sandarkan pada pagar balkon,menengadahkan kepalanya ke atas dengan mata yang tertutup..membayangkan wajah istri kecilnya yang sudah beberapa hari ini tidak ada kabarnya.menghilang dari pandangannya.
Wajah sang istri yang berderaian air mata membuatnya mengepal sebelah tangannya merasa bersalah.
Di saat dia akan menghembusakan nafas kesal dan berteriak menghilangkan rasa sesaknya.sebuah helaan nafas tertangkap oleh daun telinganya membuatnya mengurungkan niatnya.
Siapa??,batinnya.
membuka mata dan menoleh mencari apakah ada orang di dekatnya..Matanya menangkap seorang wanita ddngan tubuh kecil seprti istrinya..
Apakah mungkin kaila dayang ke sni..?"gumamnya.
eren menatapnya lekat..menatap wajah wanita cantik yang tengah menatap keramaian pusat kota..
Wajah kecil itu sepeti dia...
Wanita itu mulai berdiri tegap dan mundur beberapa langkah..dapat eren mo lihat jika wankta itu tengah duduk di balkon samping.
"Itu bukan kaila...kaila tidak akan mungkin berpenampilan seprti itu.baju yang cukup terbuka...dia tidak pernah memakai pakaian itu, terkecuali pada saat....."
gumam eren,menggeleng pelan mengingat kembali baju laknat yang di kenakan kaila malam sebelum kaila menghilang.
"Iya,dia hanya mirip...dan aku harus secepatnya menemukan gadis nakal itu...
aku akan menghukumnya nanti..."
Eren menikmati minuman tampa alkohol..dia tidak ingin mendapat masalah di acara yang tiba2 ada di jadwalnya ini.
__ADS_1
Seharusnya,saat ini eren masih mencari kaila.Namun tiba2 kakaknya menghubunginya,meminta dirinya untuk menghadiri pesta tersebut.awalnya eren mo menolak tapi dengan satu kata dari sang kakak mau tidak mau eren pun meng iya kannya.dengan malas_malasan menghadirinya sehingga dia datang pada pertengahan acara.membuatnya tidak bertemu dengan pemeran utama pesta tersebut...yang kemungkinan membuatnya semakin yakin jika wanita yang tidak terlalu jelas dia lihat di balkon samping adalah kaila, istri kecilnya di saat dia mendengar suaranya.
"Dasar, jika saja kakak tidak mengancam ku dengan melaporkan hilangnya Kaila pada ayah,aku tidak akan ada di pesta yang membosan kan ini.."
grutu eren,sambil menyesap minuman di batasnya.
Rasa bosan sudah membuat Kaila ingin cepat kembali ke kamarnya.. gadis itu melihat jam mahal di pergelangan tangannya yang sudah menunjuk kan pukul 10 malam lewat...tak menyangka dia sudah berada di pesta ini dua jam lebih dengan,termasuk waktu sambunyian nya dari para tamu... dia pun sudah merasa lelah...
pesta yang di mulai dari jam 8 malam itu belum juga menandakan akan segera berakhir.
"hufff, kapan pesta ini akan selesai..." katanya mengintip.
Dengan langkah anggun dan berwibawa kaila pun melangkah meninggalkan balkon bersamaan dengan eren yang juga meninggalkan balkon sebelah.eren yang memilih arah kiri hanya terlihat punggungnya oleh Kaila membuat Kaila mengernyit heran...
bentuh tubuh itu..agak familiyar buat ku...
batinnya terus melihat punggung eren yang terus menjauh..
seperti laki2 bodoh dingin itu....
apa mungkin dia datang ke acara ini..?
menggeleng kepala.. kailapun melangkah meninggalkan tempat itu,doa berencana pergi dari pestanya..
Di saat kaila berbalik fan meninggalkan tempatnya berdiri..eren menoleh,merasa ada seseorang yang mengawasinya,namun yang dia dapatkan hanya orang2 yang berbincang2 tentang bisnis dan punggung wanita yang di yakinnya milik wanita yang berada di balkon sebelah.
"lupakan.. kewaspadaan ku ini mungkin terlalu berlebihan.lebih baik aku sekarang menyapa beberapa orang di sini lalu pergi.."
__ADS_1
...¥¥¥¥...