My Stupid Smart-ass Husband

My Stupid Smart-ass Husband
Ben lana...


__ADS_3

Matahari sudah terbenam. lampu lampu di pinggir pantai satu persatu mulai menyala. Alana yang di tunggu tunggu tak kunjung datang. Kaila akhirnya beranjak dari duduknya. gerakannya tak lepas dari manik mata tajam milik eren.


"Awaaas... "


hampir saja tubuh kecil itu limbung jika saja eren tidak cepat menangkapnya.


"Sssst... " kepalanya sedikit pening. entah efek kejadian tadi atau karna terlalu lama duduk.


"kenapa gak pelan pelan saja bangunnya.


masih pusing.?"


"Em. sedikit."


"Kamu yah.. benar benar ceroboh."


eren membawa tubuh kaila dalam gendongannya tampa persetujuan kaila dan kaila pun tidak mau protes krna takut gerutuannya malah membuat eren mo kesal padanya. toh kakinya seperti mati rasa.


Saat akan sampai di mobil dia melihat temannya yang telah di tunggunya sejak tadi. gadis se usianya itu tengah duduk menikmati air kelapa bersama Ben di sana.


Ck benar benar sahabat laknat' grutu batinnya kesal.


"Minum gue mana..." ketusnya saat tubuhnya yang berada dalam gendongan eren sampai.

__ADS_1


"Hehehe... bentar lagi juga datang. tuuuuu..." balas alana sambil menujuk ke arah pelayan yang berjalan ke arah mereka.


"Di tungguin lama lama malah pacaran.."


"heh enak aja. enggak yah!


tadi gue juga mau kesana nyusulin lo. cuman nih sama si tua gue malah di suruh duduk di sini. juga... tuh minuman lo dia juga yang ngabisin."


"hy nona.. di mana nya gue yang tua. orang wajah gue masih ganteng mulus kayak gini." ben tidak terima dia menatap kesal pada alana gadis yang sering mengganggu pikirannya.


untung lu cantik manis pula. klo gk gue karungin lu buat si hiu...'rutuk ben dalam hati.


"Nona minumnya."


Eren mengambil alih air kelapa yang masih dalam tempatnya yang bulat. hanya dengan melubangi satu sisi buah tersebut untuk tempat sedotan buah dengan air segar itu sudah siap di minum. simpel hanya perlu meminta tambahan toping buah sesuai selera.


"duduk dulu. setelah habis baru kita pulang."


akhirnya mereka menikmati waktu petang menjelang malam mereka di pantai dengan air kelapa dan beberapa cemilan yang entah kapan lana atau ben membelinya.


Tepat jam 9 malam waktu negara K. mobil yang di kendarai oleh Ben terparkir cantik di depan vila milik keluar Lana. dengan perjalanan yang memakan waktu hampir 3 jam. kedua gadis yang duduk di kursi penumpang belakang terlihat sudah terlelap.


Eren dan Ben menghela nafas dan menggeleng kecil di buatnya.

__ADS_1


"Haruskan kita bangunkan.?"


bukannya menjawab eren malah nyelonong bangun dari kursi penumpang samping ben dan menutup pintu mobil dengan pelan. hal itu menjadi jawaban untuk ben bahwa pertanyaannya tadi telah di jawab oleh tindakan eren yang saat ini tengah perlahan lahan membawa tubuh Kaila dalam gendongannya.


"Bawa anak orang tu dari pada lo di musuhin seumur hidup dan jomblo selamanya." dengan wajah dinginnya an tampa melihat eren menggoda sahabatnya yang sedang merangkap menjadi sekretaris pribadinya. dia sudah berada di depan pintu vila meninggalkan ben yang tengah berusaha menggotong tubuh lana.


heh temen sialan....


dia menyadari perasaan gue pada ni bocah. tapi diri sendiri masih tidak menyadari prasaannya sendiri. bodoh." grutu Ben yang perlahan mulai melangkah. dia berhasil membopong tubuh gadis pencuri hatinya.


egh ****..


sial...


apakah dia seorang gadis."


Eren menghentikan langkahnya di anak tangga pertama. dia menoleh ke arah kebisingan yang di buat oleh si Ben yang mungkin berada di ruang tengah vila.


"Ben...


bukannya meneruskan kekesalannya dan menegur Ben yang berisik Eren malah tercengang dengan apa yang dia lihat... dia menahan tawa dengan apa yang menimpa temannya itu.


🤦anak gadis ku ini....

__ADS_1


keluh seseorang.


__ADS_2