
Ben trus menatap sahabat yang saat ini menjabat menjadi atasannya.
sebelum gue mengundurkan diri.. gue akan menembak mati mu eren jika kamu berbuat sesuatu yang membuat dia sendiri dan gue hancur." batin Ben. menatap Eren yang duduk disamping kanan ranjang pesakitan di depannya. sedangkan Alana.. gadis itu duduk di kursi samping kiri tempat sahabatnya berbaring lemah. jemari kerikilnya terkait jemari krikil Kaila. dengan begitu gadis itu bisa tau jika Kaila telah sadar kan diri.
Ben harus melakukan sesuatu. jika tidak! apa yang di inginkannya benar benar tidak bisa dia gapai sebelum memulianya.
Kenapa wanita sialan itu muncul kembali. dan ck... eren malah melihatnya tadi." grutu batin ben kembali setelah kejadian beberapa jam lalu benar benar akan menghancurkan hidupnya.
Dan untungnya. sahabatnya itu sadar dan mengambil keputusan yang tepat hingga di sinilah mereka.Rumah sakit terdekat dari Taman hiburan yang mereka datangi tadi... meski ben belum tau apa yang akan Eren lakukan nanti setelah kembali ke negaranya.
semoga saja dia tidak berbuat hal yang bodoh. harapnya.
sudah 4 jam berlalu setelah kaila memasuki bangunan putih dan di tangani oleh dokter. Gadis itu belum juga sadarkan diri. Kta dokter kaila sudah baik baik saja. gadis itu memiliki ke inginan hidup yang kuat sehingga membuatnya bertahan dan keluar dari kondisi kritis. dan saat ini mereka hanya tinggal menunggu kaila sadar dan bangun dari istirahat nya. meski tadi gadis itu sempat sadar meski hanya sekedar membuka sedikit penglihatannya dan kembali terlelap.
egh
keluhan itu menarik perhatian Eren yang berada di sampingnya. eren Langsung berdiri dari duduk nya untuk melihat jelas apa kaila sadar seperti apa yang dia dengar barusan.
Bukan hanya eren yang merasakan jika kaila akan sadar.. tapi Lana juga merasakan nya di saat jemari keduanya yang saling bertautan itu sedikit memberi gerakan.
" La... Kail..." panggil lana lirih.. dia menatap wajah kaila yang terpejam dengan sedikit pergerakan di wajahnya. bagian Mata.
kening nya berkerut. hingga satu sampai dua lipatan halus. tanda jika si pemilik sedang merasa sakit bagian kepala.
__ADS_1
Tak membutuh waktu lama.. Mata cantik yang terpejam itu perlahan terbuka. dengan mata yang terbuka sedikit bibir kaila bergerak pelan..
"Lan... "katanya lirih tampa suara.
"Ya ya.. ini gue.. gue kai.." namun lana masih mengerti lirihan sahabatnya.
rasa haru menyertai keduanya.
Kaila bersyukur jika dia bisa kembali mendengar suara sahabatnya dan bahkan nanti menghabiskan waktu bersama. begitupun dengan lana.. dia bahagia jika sahabat baiknya bisa keliar dari kritis dan selamat. bahkan sekarang gadis itu memanggilnya untuk pertama kali saat sadar.
eren berbafas lega. karna kaila telah sadar. namun fiq juga sedikit kesal krna gadis itu malah memyebut nama sahabatnya untuk pertama kali saat dia bangun.
beginikah rasanya di abaikan.?
tapi untung lah dia sadar... " Batinnya.
kaila hanya tersenyum tipis. bibirnya yang pucat tak tepoles liptik itu tetap saja membuatnya terlihat cantik namun pucat.
" Maaf permisi...
saya priksa dulu ya nona. " kata dokter yang baru saja datang krna di panggil oleh Ben yang tadi langsung berlari saat Kaila mulai sadar.
"Semuanya baik baik saja sekarang." ktanya setelah memeriksa dengan seksama.
__ADS_1
terlihat Eren akan protes tapi sebelum mulut dingin pria itu bersuara. kaila mengatakan apa yang di inginkannya.
" Apakah saya sudah bisa pulang dok.?" lirih nya.
"Tidak... " sela eren tak setuju. " kamu harus memulihkan tubuh mu dulu suapaya bisa membuat onar lagi..." eren bodoh apa yang kamu katakan... "rutuk eren pada diri sendiri dengan apa yang baru saja keluar dari mulutnya. niat hati ingin berkata halus.. malah keluar kata kata kasar.
tsk.
Kaila menatap eren kesal.
dokter tersenyum dengan keduanya. dia dokter yang menguasai beberapa bahasa. dan wanita 50an yang berkaca mata itu tau perkataan eren itu bertujuan memberi perhatian pada kaila namun perkataannya saja yang cukup tajam yang membuat si pasien kesal.
Dasar anak anak jaman sekarang.
tidak bisa berkata jujur sesuai hati.
gengsi malah di junjung tinggi ."gelengnya.
"Sebenarnya apa yang di katakan pria ini benar.. owh maaf saya lupa. yang di kqtakan suami nona benar. tapi jika nona sudah ingin pulang krna tidak betah , maka kita harus menunggu air infusnya habis ya. "
dengan senyum merekah kaila mengangguk pelan.
sedangkan eren melipat kedua tangannya di dada. kesal.
__ADS_1
segini dulu ya pembaca.. soalnya ni badan rasa sakit semua... capek...
Maksih sudah membaca....