My Stupid Smart-ass Husband

My Stupid Smart-ass Husband
Panggilan


__ADS_3

"Jadi.. gimana kamu tidurnya di hari hari sebelumnya.?"


"Tidur ? maksudnya.?


"Kamu tidurnya gimana klo sama sahabat mu itu.?"


"Oowh biasa. gini gini... yah kadang kita cerita, curhat atau nonton dulu sebelum tidur. emang kenapa?"


"Gk pa papa." tapi bukan itu yang di maksud oleh Eren. dia hanya ingin tau apakah tubuh kecil kaila yang berada dlam pelukannya ini tertimpa beban seperti tubuh sahabatnya meskipun tubuh mereka tak terlalu jauh brbeda. ck membanyangkannya saja membuat eren kesel.


"Maksud ku bukan itu. pas kalian sudah sama sama nyenyak atau si sahabat baik muu itu yang nyenyak. kamu baik baik saja.?"


Kaila menaikkan sebelah alis nya. bagaimana bisa eren bertanya seperti itu.


"Jangan salah faham atau berfikir yang gk gk. soalnya bukan gimana gimana. pas kalian tertidur di mobil semalam aku jadi tidak mau membiarkan kamu tidru dengannya.. hah.. pasti sangat menyusahkan dan ribut."


"pantesan kamu yang tidur di sini. lalu di mana si lana.?"


"Entah... mungkin seseorang yang sedang kesusahan menggantikan mu."


kaila hanya bisa menghela nafas pasrah dengan nasip sang sahabat. yang entah nasibnya seperti apa. eh iya.. lupakan itu dan ini....


"sampai kapan kita akan begini.?" yang sudah merasa pengap berada dlam pelukan sang suami. gadis itu mendongak yang langsung bertatapan dengan mata eren yang menatapnya hangat.


5 menit kedua nya bertatapan. tak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir mereka. hanya terdengar suara detak jantung keduanya terutama detak jantung milik eren yang berada tepat di hadapan kaila membuat wajah kaila bersemu merah. Kaila menyadari jika dia telah mendapatkan hati suaminya buktinya sudah ada di depan mata.


Tatapan dan pelukan hangat. nada bicara yang lembut dan halus. di tambah suara detak jantung yang cepat seprti yang pernah dia rasakan dulu kini di alami oleh suami nya dan itu untuknya.. sungguh hati kaila menghangat. kaila tak henyi hentinya bersukur dan ber doa semoga hubungan serta prasaan mereka bertahan meski ombak tak henti henti menerjang hubungan mereka nanti.


Cup


satu kecupan mendarat tepat pada bibir kecil kaila. membuat gadis itu melebarkan mata kecilnya dan seperdetik kemudian menyembunyikan kembali wajahnya kedalam dada bidang eren mo.


melihat reaksi kaila eren mo menarik kedua sudut bibirnya. hatinya sungguh menghangat dan bahagia. dia tak menyangka jika bahagia,nyaman dan tenang itu adalah sesuatu yang semudah ini. mudah bagi seseorang yang mengalahkan ego dan gengsinya seprti dirinya yang memilih menuruti hatinya.


"Bukannya kamu protes kita pelukan terus.. lalu kenapa kamu malah kembali menempelkan dan memyembunyikan wajah mu di sana. apakah segitu nyannnya berada dalam pelukan suami tampan mu ini.


cup cup cup istri kecil ku yang manis. sxsey..."

__ADS_1


tak ada balasan hanya cepitan kecil mendarat di punggungnya.


"ha ha ha sakit sakit.. ha ha ha sakit sayang.. udah ok udah.." keluh eren mo yang mendaptakn beberapa cubitan kepiting ala kaila.


"Emang enak. makanya jangan menggoda ku. dasar eren mo brengsek.ups.." sambil beranjak dan duduk di tepi ranjang.


"Mas, sayang, darling, cinta ku, sayang ku atau terserah kamu yang sekiranya nyaman dan romantis."


Kaila menoleh dengan sedikit keraguan dalam fikirannya.


apakah di depannya ini adalah eren yang dia kenal. sehingga mengusulkan panggilan panggilan yang menurutnya aneh dan norak dulu...


"pilih salah satunya. atau mau bikin panggilan romantis untuk kita. hem hem.?"


"Kamu yakin..?"


eren mo mengangguk yakin.


emmm.... kaila berfikir keras sehingga gadis itu tersenyum. sepetinya dia mendapatkan kan sesuatu.


"apaan No.!


"Yah No. ku ambil dari huruf terakhir dari Eren dan dari Mo." cengirnya.


eren menggeleng tak suka.


" Mo ren.


Mola.


Kamo.


Ela .


Lamo.. " Sebut kaila asal yang seketika membuat eren mo pening dalam posisi berbaring.


"Kenapa Gak sekalian Kemo juga di masukkan ke dalam pilihannya.?" usul eren asal biar benar benar menjadi sekumpulan pilihan jelek semua.

__ADS_1


melihat reaksi eren kaila pun cekikikan membuat eren menyadari jika dirinya tengah di usili oleh sang istri kecil.


"eh...."


kaget kaila saat tubuhnya seketika ambruk ke atas tubuh eren yang menariknya.


"Jadi apa panggilan nya sayang ku..."


"Eilend atau Kerndra..." kata kaila gugup.


senyum eren merekah dia mengelus kepala kaila yang berada di qtas tubuhnya.


"Bagus. aku suka.


jadi kita pakai yang mana.?"


"em terserah. aku gak tau karna keduanya bagus menurut ku."


"Iya juga sih. kita pakek keduanya saja. aku panggil kamu Kerndra sayang dan kamu panggil aku Eilend sayang. gimana.?"


"emm.. tapi.... eren mo kamu gk boleh nyakitin aku lagi dan harus percaya pada ku. di mana pun dan kapun pun itu.."


"Siap laksanakan sayang. kamu adalah atasan ku sekarang. apapun itu aku tidak akan menyakiti mu dan selalu percaya pada mu.."


"Makasih Eilend."


"Eilend sayang yang benar sayang."


"Em... Ei Eilend sayang."


"Sama sama Kerndra sayang. aku akan selalu percaya pada mu begitupn sebalik nya. "


kaila mengangguk meng iyakan.


sedikit ya ๐Ÿ˜‡


maaf๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2