
Ke adaan yang sedikit canggung itu berlalu.kaila sama sekali tidak menoleh.malahan eren kini telah duduk di samping kaila.tampa bersuara sedikit pun.laki laki itu meraskan jika kaila kini tengah menahan nafas karna tegang.
"Makan jangan melamun.." katanya melirik sekilas pada kaila di sampingnya.
gue mana bisa makan jika begini.
pasti penceraan gue bakal tidak baik.
kaila mengangguk pelan sebagai jawabannya pada eren.Alana melirik sahabatnya.kini gadis itu sudah duduk kembali.
Alana kembali melirik pada pria yang tadi berbicaranya dengannya.Wajahnya asing tidak pernah melihatnya.
dia.. siapanya eren mo?
diamengangkat bahunya acuh.namun tak lama kemudian dia kembali meliriknya..
Lumayan.tmpan juga.tapi...hiiiii dingin..
Makan malam selesai.mereka semua kini duduk di ruang keluarga.tak terkecuali kedua gadis tersebut.
"Gimana makan malamnya.? Apakah sesuai dengan selera anda berdua.?"tanya ayah alana.
"Cukup nikmat.kapan kapan kami bolehkan menikmatinya kembali.,"
gak tau malu.." batin mama alana.
__ADS_1
"Tentu tuan ben.bisa.. silahkan main main ke rumah saya jika saya dan istri sedang di rumah.hal itu pasti menyenangkan karna suasana nya akan semakin ramai."
pembicaraan di ruang keluarga di dominasi oleh kedua laki laki beda usia tersebut.eren hanya diam mendengarkan saja.dengan tatapan tajamnya menatap lurus ke arah kaila yang sedang berbisik bisik dengan sahabatnya.
"Rumah gue jadi sangat dingin sekarang.cuba lo atur suhu kedinginan sumi lo Kai.. biar rumah gue gak kayak kutub utara gini.dingin gue rasanya."
"Sssst.jika masalah nya itu gue gak tau.yang gue pikirin sekarang ini.. bagaimana gue akan menghabiskan waktu liburan gue,gue gak mau pulang sebelum puas liburan."
"Iya juga yah..
coba deh nanti lo ngomong sama si kulkas."
"Ck.."
Kaila memutar otak untuk mencari ide... mau bagaiman pun dia harus bisa membuat eren mengalah padanya.
terpaksa deeh...
Kaila beranjak dari duduknya tampa mengatakan sepatah katapun pada alana membuat sahabtnya itu mengernyit heran.
lah...mau kemana si ila ini..?
apa dia udah punya rencana..? serah deh.
Kaila duduk di dekat eren..menempeli lengan laki laki itu dengan maksud membuatnya ilfil dan mendorongnya menjauh.namun apa yang di fikirkannya tidak lah benar.. eren diam membiarkannya saja.
__ADS_1
Laki laki itu malah mau melihat apa yang akan istri kecilnya itu lakukan.
Sial... kenapa dia hanya diam sja.jika begitu gue gak bisa ngambek dan memintanya untuk tidak mengganggu liburan gue kan..
aaaaaaa... menyebalkan...
Kaila menatap alana yang juga menatapnya.seakan mengerti dengan apa yang sahabatnya inginkan.Alana hanya bisa menggerakkan kedua bahunya ke atas.seperti membalas 'Gue juga gak tau Kai'.
Akhirnya Kaila menghela nafas pasrah.mau tidak mau dirinya harus bicara baik baik pada eren agar tidak menggeretnya pulang ke negaranya.dan juga minta maaf karna dirinya pergi ke lauar negri tamapa berbicara dan ijin kepada pria kulkas di sampingnya.
seulas senyum yang seperti kilat terlitas di bibir eren yang sekilas tertangkap oleh mata alana.membuat gadis itu terbelalak kemudian memejam mejamkan matanya seakan ingin tau apa yang di lihat olehnya barusan itu benar atau salah.
Gk beres nih.?
mata gue kah yang keliru.?
semuanya sibuk dengan pembicaraan yang mereka minati.seprti saat ini mama alana jadi sedikit suka dengan ben yang jotabetnyq sebelas dua belas dengan eren sifatnya tapi dia cukup nyambung juga jika di ajak berbicara dan bercanda.
Tak ada yang memperhatikan sepasang suami istri yang tak pernah terlihat seperti pasangan di mata publik.kaila masih setia menempel dan eren juga tetap diam saja.
Mulut kaila seakan kaku untuk berkata kata...
"Em.... eren mo...."telunjuknya dia ketuk ketukka ke dada eren yang tertutup kaos rumahan.entah sejak kapan tangan mungil lentik milik kaila berada di sana.dan lihat itu... belajar dari mana kaila gerakan gerakan menggoda itu...tangannya cukup aktif.bukan.?
*Dikit dikit ya...
__ADS_1
Karna yang sedikit itu lama lama menjadi bukit🤭*