
egh.. hoouum....
" Lan.. uadah jam berapa nih,kenapa kamu gak bangunin aku.? laper tau..." katanya dengan suara parau.
Kaila terbangun dari tidurnya tepat jam 12 siang.krna hening tak ada sahutan..
kedua matanya perlahan terbuka dan dengan cepat dia menatap kesegala arah...
"Kok,ini bukannya di asrama.? aku kan tadi di asrama." seru kaila saat mengenali tempat ia berada.
" Sejak kapan aku di sni.?"
sebelah alisnya terangkat sebelah.dia kesal krn harus ada di tempat ini tampa sepengetahuannya.
apakah pria menyebalkan itu yang membawa ke sini tampa membangunkan ku.?! menyebalkan sekali.
Klek..
pintu kamar mandi terbuka.Kaila menoleh dan mendapati eren mo keluar dari sana dengan baju setelan santai.
" Kamu sudah bangun.?" kata eren mo melihat ke arah Kaila yang melirik sekilas.
" em..."
" Cepat bersih2.dan turun untuk makan siang."
" hmmmm.".
Kaila beranjak mengambil jubah mandinya,setelahnya dia langsung melangkah meninggalkan eren tampa berkata apa2 lagi.
Eren mengernyit.dia merasa heran dengan perubahan kaila itu.
" Apakah dia masih marah.? jika begitu... mungkin ini lebih baik untuk mengurus perpisahan jika kaila benar2 marah."
katanya dengan wajah datar.
ssssttt...
seketika,nyeri di dadanya membuatnya mengaduh sakit.
" Aku,kenapa dengan ku.? apakah aku memilki luka dalam.?"
__ADS_1
nyeri yang di rasakannya ia tahan.dia berjalan sambil enga perlahan mengeringkan rambutnya.
" Sebauknya aku pergi ke rumah sakit keluarga untuk melakukan pemeriksaan." putusnya.
di dlam kamar mandi,kaila mengguyuri tubuhnya dengan air dingin.gemuruh di dadanya membuat nya sesak.rasa rindu yang teramat dia tahan beberap hari lalu seketika membuncah.. menguar ketika melihat wajah pria yang sudah menikah dengannya hampir 3tajun ini... pria yang sangat dia cintai meski tak ada balasan dri pria tersebut.bahkan sikap baiknya tak jarang di berikan padanya.hanya tampang dingin namun semua itu tidak mengubah perasaanya..dia tetap hanya mencintai suaminya itu.
" kenapa cengeng sekali sih.? dasar kaila bodoh.jika kamu seprti ini terus,taunya nangis..kamu tudak akan membuat eren mo si batu es itu luluh pada mu.. tahan.. saat ini,kamu harus melakukan dengan cara yang berbeda..." kata kaila di bawah guyuran air sower.
" Kamu itu ada presdir dingin,si Kara.. jadi kamu harus bisa menghadapi semua ini.meski sekarang situasi mu bukan presdir melainkan istri kecil sudah berubah.tidak lemah lagi."
tek
Kaila mengenakan jubah mandinya. dia keluar dari kamar mandi dengan kepala yang di gelung dengan handuk.
tak tak tak
langkahnya terenti di saat eren muncul dari arah balkon kamar.
" Cepatlah,kalo tidak makan siangnya akan dingin." kata eren dengan menayap kaila.
" Baik."
gadis itu kembali melangkah menuju ruang ganti. eren meninggalakn kaila ke meja makan terlebih dahulu.
tanya eren menghilangkan kesunyian di meja makan.
" menikmati suasana saja."
" Ya,tepatnya di mana.? keluar kota atau luar negri.? tapi sepertinya kamu gak mungkin ke luar negri.kan.?"
kaila melirik sekilas eren.
" luar kota.hanya di pedesaan kecil saja."
" Nama desanya.?"
" Kamu mengajak ku makan hanya untuk mengintrogasi ku ya?,"
" tidak, tapi terserah kamu menganggap ini apa."
" Ck,aku lupa namanya."
__ADS_1
" Sesusah itukah.?
" em..."
" Kaila kamu...
Tak.
kaila meletakkan alat makannya.dia pun menghela nafas kesal.dan beranjak dari duduknya.
" Maaf,sepertinya nafsu makan ku hilang.jadi silahkan kamu makan sendiri."
"KAILA ANDRA..." teriak eren membuat kaila memgurungkan niatnya.
"Kamu ini,bisa tidak sih kamu duduk dan kita bicara baik2 dulu.? aku hanya ingin tau kemana saja kamu menghilang selama beberapa hari ini.?"
" Kenapa kamu bertanya.? bukannya itu bagus untuk kamu jika aku pergi dari rumah ini."
" Kaila andara,jaga sikap mu.jangan bertingkah aneh dan membuat ku khawatir."
" bertingkah aneh dan kamu khawatir.?" kaila menarik sebelah sudut bibirnya. " di mana ada seorang istri yang hanya diam saja jika di hina oleh suaminya padahal dia berbuat itu karna itu memang sudah hal yang lumrah bagi pasangan suami istri.tidak..itu bukan lumrah,itu adalah sesuatu yang seharusnya memang di lakukan oleh kita. " tak terasa air matanya mengalir.
" Kaila,kita ini...
" Kita apa.kita itu sejak dua tahun lalu lebih sudah memiliki hubungan yang membolehkan kita melakukan hal itu.. tapi kamu malah mengataiku seperti Lacur,dan *******.dan kamu bilang kamu khawatir?! jika kamu khawatir seharusnya kamu berfikir sebelum mengatakan kata2 hina itu pada ku."
kaila menumpahkan semua yanga ada dalam hatinya.dia melangkah kembali ke kamar dengan mengusap air matanya yang terus mengalir.hatinya kini kembali terluka oleh eren yang entah sudah keberapa kalinya.
nyuut.
lagi2 dada eren sakit seprti di tusuk2.di mengepalkan sebelah tangannya dan tangan lainnya menekan dadanya.mencoba mengurangi sakit yang dia rasa.
" Bukannya kepergian ku dari hidup mu adalah kemauan mu!seprtinya kemauan mu itu akan terjadi jika hal2 menyakitkan selalu kamu berikan pada ku." kata kaila lagi menghentikan langkahnya di pertengahan anak tangga.
" YA...." teriak eren kembali menghentikan langkah kaila lagi.
" Maka dari itu.. kamu jangan bertingkah aneh selama kita belum bercerai.karna aku tidak ingin terjadi hal buruk.tapi setelah kita berpisah,kamu boleh melakukan apapun karan aku sudah tidak bertanggung jawab untuk melindungi mu lagi."
semakin derasa air mata kaila,dan hatinya pun semakin dalam oleh pria yang sangat di cintainya.
begitupun dengan eren.wajahnya memerah menahan sakit yang tak di mengertinya.tangannya mengepal menahan rasa sakit itu sekuat tenaga.
__ADS_1
" seprtinya aku memang harus pergi untuk memeriksakan diri."