My Stupid Smart-ass Husband

My Stupid Smart-ass Husband
Kopi pertama


__ADS_3

sepasang suami istri melangkahkan kakinya dengan wajah berseri. tangannya bergandengan tangan se akan mereka akan melintasi jalan tampa menjauh dari masing masing sisi. Dengan tampilan yang segar eren berdiri sejajar dengan kaila yang mengenakan kaos nya. lihat gadis kecil itu... kaos milik eren bagaikan dress mini untuknya . tapi tetap saja terlihat cantik natural sebab kaila memang tidak mengenakan mack up.


"Pagi Om tante. " sapa kaila pada kedua orang tua lana yang di balas ramah pula.


"Pagi cantik. berseri banget..." goda mama lana yang membuat pipi kaila bersemu.


"pagi.. " sapa eren dingin. tangannya menarik kan kursi untuk kaila tempati. kejadian baru yang pastinya hal itu di sadari oleh kedua paruh baya di depan mereka. sadar jika hubungan keduanya membaik.


'semoga saja berlangsung selamanya' haràp mereka dengan senyum tipis.


"Pagi tuan Eren." balas ayah lana telat.


"mau saya buatkan kopi atau teh.?" mama lana.


"Tidak perlu.


sayang."


"hem... kopi.?"


"eng. pinter banget. sekalian kamu juga bikin jus atau susu gitu."

__ADS_1


"eh. enak aja. susu.. emang aku anak kecil."


"terserah deh apa aja. " elus eren pada kepala kaila dengan pelan.


"pelan pelan buatnya."


"Eng. "


kaila pergi menuju dapur membuatkan apa yang di inginkan eren mo. dan ini juga akan menjadi hal pertama yang akan kaila buatkan atas permintaan eren sendiri. dan pasti nya kali ini eren mo harus meminum nya hingga habis.


" ekhem.. "


mama lana mencari perhatian eren mo. dia bermaksud memberi masukan atau saran untuk pria muda di depannya ini.


eren menoleh melihat keduanya.


"Maaf jika lancang. saya.. eh tidak. maksud ku Nak eren. sebagai orang yang lebih dewasa dan lebih lama ber keluarga dari pada nak eren ini. saya hanya ingin mengatakan sesuatu. entah perkataan saya ini nanti nya akan bermakna apa pada nak eren. aku tidak tau yang jelas.. aku harap nak eren tidak membuat gadis rapuh yang pura pura terlihat kuat dan tegar itu terus menerus terluka. aku tidak ingin gadis yang sudah aku anggap anak sendiri itu sering melamun dan menangis dalam diam. aku tidak tega melihat nya. di saat akù bertanya kaila selalu bilang baik baik saja.


Di dalam sebuah hubungan pasutri seperti kita. kita harus melakukan segala hal untuk ke utuhan keluarga kita. bukan malah salah satu dari kita yang berjuang sendirian. krna hal itu mustahil tetap untuh. apa lagi gadis bertubuh mungil seperti kaila yang tak mengenal kedua orang tuanya. Nak eren tau maksud ku kan. jadi aku harap nak eren bisa memperlakukan kaila dengan tulus seperti kaila tulus pada Nak eren. "


Sunyi tak ada balasan. eren hanya diam. entah dia merenungi semua perkataan nyonya di depannya ini atau tidak. yang jelas dia hanya diam dengan pandangan kosong.

__ADS_1


"Kopinya. " suara lembut kaila menyapa pendengaran eren. membuat pria yang menatap kosong itu menoleh dan tersenyum pada kaila.


"Makasih cantik. "


lagi lagi kaila bersemu merah di pipinya. gadis itu menyeruput gren tea hangat miliknya.


"ya sudah waktunya sarapan. "


"Eh tunggu.


si lana mana tante.? belm bangun.?"


"Owh."


mama lana menatap suaminya meminta tolong untuk membangunkan putrinya yang saat ini entah bagaimana ke adaannya.


Aaaaaaaaa....


Braak


Baru saja di omongin.. mereka sudah mendengar teriakan dari lantai atas yang di susul dengan suara pintu yang tertutup dengan keras.

__ADS_1


"Apa yang terjadi.?"


tanya bibir kecil kaila yang memang tidak tau apa apa.


__ADS_2