
Niko mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang. Pikiran nya masih berkecamuk memikirkan tentang cincin yang ia temui di tasĀ milik adiknya, ia ingin bertanya namun Liliya pasti tidak akan menjawab nya dengan jujur. Dan tadi malam ia tanpa sengaja melihat sosok berbaju hitam dari balkon kamar Liliya sedang berdiri di dekat pagar tanpa memperlihatkan wajahnya membuat kekhawatiran Niko bertambah.
Setelah sampai di parkiran kantor, Niko bergegas turun untuk segera menemui ayah nya yang dari tadi malam tidak pulang karena pekerjaan, begitu pula ibu nya yang ikut serta dengan ayahnya.
Tanpa mengetuk pintu, Niko membuka pintu begitu saja membuat aktivitas pasangan paruh baya yang sedang berciuman tersebut terhenti. Nathan mendelik tajam menatap anak nya yang membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu. Sedangkan Alula langsung turun dari pangkuan suami nya dan merapikan pakaian nya. Ia meringis melihat wajah jengah anak nya itu.
" Niko biasakan mengetuk pintu terlebih dahulu. " Peringat Nathan yang di abaikan oleh Niko. Ia sudah biasa melihat kemesraan orang tua ini yang sangat tidak tahu tempat terkadang.
" Di sini ada kamar. Daddy saja yang sangat mesum berbuat seperti itu di sini. " Balas nya santai seraya mendaratkan bokong nya di sofa yang ada di ruangan tersebut.
" Terserah Daddy ingin berbuat apa dan dimana saja. Mommy kan istri Daddy. " Ucap nya sombong yang langsung mendapatkan cubitan beserta pelototan tajam dari sang istri.
" Suami takut istri. " Ucap Niko mengejek yang langsung mendapatkan lemparan pena dari sang ayah.
" Sudah sudah kalian ini tidak ada hari tanpa bertengkar. " Ucap Alula jengah. Ia berjalan ke arah anak nya dan duduk di samping nya.
" Kamu sudah mengantar adik mu?. " Tanya nya pada Niko seraya mengelus kepala Niko yang sedang menyandarkan kepalanya di pundak sang ibu.
Niko mengangguk. " Sore nanti aku akan kembali menjemputnya. " Alula mengangguk mendengar jawaban anak nya.
" Kamu tidak kelas hari ini?. "
__ADS_1
Niko menggeleng. " Hari ini dosen yang mengajar tidak masuk. "
Nathan memutar bola mata nya jengah melihat kelakuan anak nya itu. Ia berjalan menuju mereka dan dengan tega nya ia menyingkirkan kepala anak nya dengan kasar dari pundak Alula lalu memeluk istrinya begitu erat.
" Daddy?!!. " Protes Niko dengan wajah penuh kesal.
" Apa?. " Jawab nya santai tanpa memperdulikan kekesalan anak nya itu. Sedangkan Alula hanya bisa menggeleng pelan melihat kelakuan ayah dan anak ini.
Niko menghela nafas nya jengah lalu duduk dengan benar seraya menyandarkan tubuhnya di sofa. Seakan teringat apa tujuannya kemari, Niko kembali menegakkan tubuh nya. Ia mengambil ponsel nya lalu membuka galeri untuk menunjukkan sebuah foto pada ayah nya.
" Daddy pernah liat ini gak?. " Tanya Niko seraya menunjukkan layar ponsel yang berisi foto tersebut kepada ayah nya.
Nathan mendongakkan kepala nya dengan dagu tertumpu di bahu Alula yang ternyata sudah terlelap beberapa menit yang lalu.
" Ini.... dari mana kamu dapet ini?. " Tanya Nathan.
Alis Niko berkerut melihat wajah ayah nya yang terlihat terkejut. " Lily yang punya. " Jawab nya.
Nathan langsung menegakkan punggung nya membuat Alula sedikit terusik, namun hanya sebentar karena setelah di elus rambut nya ia kembali tenang.
"seriously?!. " Tanya Nathan untuk memastikan kembali.
__ADS_1
Niko mengangguk. " Iya Daddy. Foto itu Niko ambil dari cincin milik Lili yang gak sengaja jatuh di tas nya. Niko kira Daddy yang membelikan nya. " Ujar Niko.
Nathan menghela nafas nya. Ia meraup wajah nya dengan gusar. Niko yang melihat itu langsung bertanya. " Kenapa sih Dad, What really happened?!. "
" Tunggu sebentar. " Setelah mengatakan hal itu, Nathan mengangkat tubuh Alula lalu membawanya masuk ke dalam ruangan khusus yang ada di situ. Setelah selesai, ia kembali menghampiri anak nya dan duduk di hadapan nya.
Nathan menghela nafas nya sebelum berbicara. " Kamu ingat beberapa Minggu yang lalu Daddy mengunjungi pelelangan gelap di spanyol?. " Tanya Nathan yang langsung di jawab anggukan oleh Niko.
" Sebenarnya saat itu Daddy hanya ingin melihat saja acara itu karena tidak ada barang yang Daddy minati. namun pada saat barang terakhir muncul, Daddy terpukau melihat nya. Barang itu adalah sebuah Cincin dengan taburan berlian di setiap sisi nya, tapi bukan itu yang bikin Daddy tertarik. Yang bikin Daddy tertarik adalah batu biru safir yang tersemat di atas cincin itu. Batu biru kesukaan adik mu Liliya dan cincin itu juga di desain hanya ada satu di dunia. Daddy tertarik untuk memberikan nya pada adik mu. Daddy berusaha mendapatkan nya dengan harga yang cukup tinggi. Awal nya Daddy kira Daddy menang ternyata di detik terakhir ada seseorang yang tidak Daddy ketahui dari pembisnis mana menawarkan harga yang jauh di atas Daddy membuat kesempatan itu hilang begitu saja. " Nathan menghela nafas nya sebentar. lalu kembali melanjutkan penjelasan nya.
" Orang itu sangat misterius karena dari banyak nya pembisnis di sana termasuk Daddy, tidak ada yang mengenal nya sama sekali. Oleh karena itu Daddy terkejut melihat cincin itu bisa ada di ponsel kamu dan lebih kaget nya lagi Liliya memiliki cincin tersebut. Berarti orang tersebut tahu tentang keluarga kita. " Ujar Nathan. Ia memijit pelipisnya memikirkan kemungkinan ini semua. Kenapa putri nya bisa memiliki cincin tersebut. Apa ini ada hubungan nya dengan teror selama ini yang sangat susah sekali di pecahkan dan di selidiki. 10 tahun ia menyelidiki nya tapi tidak ada hasil sampai sekarang. Orang tersebut sangat pandai menutupi akses dirinya.
" Jadi menurut Daddy ini ada sangkut pautnya dengan kejadian sepuluh tahun ini?. " Tanya Niko yang di balas anggukan oleh Nathan. Ini sangat berkaitan, karena cincin itu buktinya. bisa di buktikan jika orang itu bukan orang sembarangan karena bisa masuk ke dalam pasar gelap.
Nathan menghela nafas nya lalu berdiri, ia berjalan menuju jendela kaca yang memperlihatkan padat nya jalanan kota. Wajah datar, namun jika di lihat lebih dalam terdapat banyak kekhawatiran di wajah tersebut.
Niko bisa melihat nya, melihat ke khawatiran dalam diri ayah. Bagaimanapun ini menyangkut soal putri nya. Dari kecil sampai sekarang ayah nya itu sangat menyayangi dan memanjakan Liliya karena Liliya adalah anak perempuan satu-satunya. Begitupun Niko, ia sangat menyayangi adik nya itu walaupun terkadang orang tua nya lebih memihak Liliya dari pada diri nya.
Niko ikut bangkit dan berjalan menuju ayah nya. Ia berdiri di samping ayah nya itu. " Hilangkan kekhwatiran Daddy. Niko janji Niko akan menjaga adik Niko selalu. Dan orang itu tidak akan bisa menyentuh Liliya sedikitpun. "
Nathan menoleh ke arah anak nya. Ia tersenyum bangga melihat anak nya tumbuh menjadi sosok yang bertanggung jawab.
__ADS_1
" Ayah tidak khawatir mereka menyakiti Liliya, tapi ayah khawatir mereka merebut paksa Liliya dari keluarga kita karena ayah bisa melihat jika orang tersebut memiliki obsesi yang tinggi terhadap adikmu. Dan ayah yakin dia bukan orang sembarangan. " Ucapnya sebelum ia mendengar suara pintu tertutup dengan pelan. Ternyata Alula mendengar pembicaraan mereka.
Bersambung......