Mysterious But Sweet

Mysterious But Sweet
sembilan belas.


__ADS_3

Tangisan dan suara mesin EKG terdengar di salah satu ruangan ICU. Terlihat sosok pria dengan tubuh penuh perban dan alat penunjang kehidupan terbaring tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit. Tangis pilu semakin terdengar begitu menyakitkan.


" Hiks kenapa semua terjadi sama anak aku hiks. " Alula semakin menangis melihat keadaan anak laki-laki nya yang begitu parah. Ia menelungkupkan kepala nya di samping brankar. Bahu nya bergetar hebat karena tangisan nya yang begitu pilu.


" Tenang sayang. Jangan terlalu menangis dengan keras. " Alula tidak sendirian. Ada Nathan yang menemaninya saat masuk tadi.


Alula menepis tanga Nathan yang berada di pundak nya. Ia berdiri. " Tenang! Tenang kata kamu?! Kamu suruh aku tenang saat kedua anak aku dalam bahaya!!. " Teriak nya tepat di depan wajah Nathan.


Nathan menghela nafas nya. Ia memeluk tubuh istri nya walaupun ada pemberontakan di sana. " Sttt tenang sayang. Dengan kamu nangis kaya gini gak akan bisa balikin keadaan seperti semula. Aku juga sedih sekaligus marah sama diri aku sendiri yang gak becus jaga anak anak. Aku gagal menjaga mereka. " Nathan menitihkan air mata nya. Ia marah pada dirinya sendiri karena kedua anak nya dalam bahaya. Ia sedih karena keadaan Niko yang kritis dan Liliya yang tidak tau keberadaan nya dimana.


Alula semakin menangis. " A-aku takut mas. Anak aku dalam bahaya. Hiks Liliya yang tidak ditemukan keberadaan nya lalu lihat Niko. Ia terbaring lemah dengan beberapa alat penunjang kehidupan. Aku takut kehilangan mereka berdua. " Nathan semakin mengeratkan pelukannya. Mereka berdua menangis. Menumpahkan kesedihan mereka satu sama lain. Mereka merasa gagal menjadi orang tua.


Beberapa menit kemudian semuanya hening. Hanya mesin EKG yang terdengar di ruangan tersebut. Nathan menunduk menatap istrinya yang ternyata sudah terlelap karena terlalu lama menangis.


Ia mengangkat tubuh Alula lalu di bawa nya ke sofa. Ia membaringkan tubuh itu dengan perlahan agar tidak mengganggu tidur nya. Dengan lamat ia memandang wajah istri nya yang nampak sendu walaupun sedang tertidur. Ia mengusap lembut mata yang sedari tadi mengeluarkan air mata itu.

__ADS_1


" Kamu tenang sayang. Aku gak akan pernah kasih ampun orang brengsek yang sudah membuat anak kita celaka. Mereka harus membayar semuanya. " Ucap nya tenang namun menusuk tajam.


Nathan bangkit lalu keluar dari ruangan tersebut. Ia mengepalkan tangannya dengan erat lalu memukul wajah pria yang tidak di katakan muda lagi itu dengan kuat. Pria itu hanya diam karena mengaku jika ini akibat dari keteledoran nya dalam bertugas. Ia bersalah karena mengakibatkan kedua anak tuan nya dalam bahaya dan terluka parah.


" Tidak becus!!. " Bentak Nathan dengan aura gelap yang melingkupi. Semua penjaga di sana menunduk takut melihat aura tuannya yang begitu gelap.


Pria bernama Danis itu hanya diam menunduk juga. Menerima semua konsekuensi yang ada.


" Saya mempercayai kedua anak saya dengan kamu, Tapi kamu bisa-bisanya melalaikan tugas kamu!! Dasar bedebah!!. "


Bugh.


Nathan menetralkan nafas nya yang memburu. Ia duduk di salah satu kursi rumah sakit yang berada di sana. Dia diam sejenak sebelum membuka suara nya.


" Apa yang kamu dapat?. " Tanya nya datar.

__ADS_1


Danis mencoba mendongak. Ia menarik nafas nya sebentar untuk berbicara. " Dari kecelakaan tersebut saya mendapatkan bukti jika mobil tuan muda sebelumnya di tabrak dari berbagai arah terlihat dari hancur mobil dari berbagai sisi. Dan mobil tersebut tidak hanya satu karena tidak mungkin satu buah mobil menyerang bersamaan dari berbagai sisi dalam waktu singkat. Mereka juga menggunakan senjata api untuk mengecoh tuan muda agar fokus tuan muda menghindar dari tembakan. Saat itulah mereka menabrak mobil dengan kencang lalu menembak ban mobil membuat tuan muda kehilangan kendali lalu menabrak tiang listrik. Dan satu lagi... " Danis terdiam sebelum melanjutkan penjelasan nya membuat Nathan yang sedari tadi diam menunduk langsung mendongak. Ia menatap Danis dengan wajah dingin.


" Apa? Lanjutkan bicara mu. " Titah Nathan.


" Dan kami menemukan baju nona Liliya di tepi sungai yang ada di dalam jurang dengan kondisi baju yang sudah tidak layak dan penuh dengan darah. " Lanjut nya lagi dengan suara melirih.


" Brengsek!!. " Nathan bangkit dari duduk nya dengan aura kejam.


" Cari tahu siapa penyebab ini semua. Jika tidak menemukan nya nyawa kalian yang akan saya habisi. " Titah nya dengan suara rendah akan ancaman. Membuat mereka semua meneguk ludahnya kasar. Tuan nya tidak pernah semarah ini.


" CEPAT LAKUKAN SEKARANG!!. Bentak nya lantang membuat mereka semua langsung pergi dari sana dengan tergesa.


" Dan kau Denis. Kerahkan tim penyelamat untuk mencari putri ku sekarang. Aku akan ikut serta dalam pencarian putri ku. " Ucap nya datar yang langsung di jawab anggukan dari Denis.


Nathan jatuh terduduk ke lantai setelah para bawahan pergi. Air mata nya menetes keluar. Wajah yang tadi nya mengeluarkan aura tajam langsung lenyap di gantikan dengan wajah sendu. Ia merasa gagal menjadi ayah. Kedua anak nya sama-sama dalam bahaya ketika di dalam pengawasan dirinya.

__ADS_1


" Maafkan Daddy. " Ucap nya lirih sebelum ia menangis dengan hebat.


Bersambung....


__ADS_2