Mysterious But Sweet

Mysterious But Sweet
Dua puluh enam.


__ADS_3

Setelah kemarin ditinggalkan Zeus begitu saja dikamar, akhirnya hari ini Liliya di izinkan keluar kamar walaupun harus memakai kursi roda. Ia mulai bersiap-siap dengan dibantu oleh Lucy pelayan nya.


" Wah nyonya hari ini sangat cantik. " Ucap Lucy kagum setelah memasang penjepit di rambut Liliya.


" Benarkah?. " Tanya nya seraya melihat dirinya di cermin.


Lucy mengangguk. " Sangat cantik. Pantas saja Tuan suka. " Celetuk nya begitu saja.


Senyum Liliya langsung pudar digantikan dengan semburat merah yang muncul diwajah nya karena mengingat kejadian kemarin. " Ehem sudah ayo kita keluar. " Ajak nya langsung.


" Oke nyonya. " Lucy langsung mendorong kursi roda Liliya dan membawanya keluar dari kamar.


Untuk turun ke bawah mereka menaiki lift yang memang tersedia dirumah itu. Liliya melihat sekeliling mansion milik Zeus yang ternyata lebih besar dan mewah dari pada mansion milik Daddy nya.


Ting.


Lucy kembali mendorong kursi roda Liliya dan membawanya berkeliling lantai satu.


" Apakah dirumah ini ada orang lain selain Zeus?. " Tanya Liliya.


" Mansion ini hanya di tinggali oleh tuan sendiri beserta pelayan dan pengawal nyonya. " Jawab Lucy. Liliya mengangguk mendengar jawaban Lucy.


" Berarti keluarga nya yang lain tidak tinggal di mansion ini? " Tanya nya sekali lagi.

__ADS_1


Lucy berhenti sebentar. " Keluarga tuan telah meninggal semua karena sebuah insiden nyonya. "


Liliya menolehkan kepalanya ke arah Lucy. " Meninggal? Semuanya? Karena apa?. " Tanya nya bertubi-tubi.


" Karena.. "


" Lucy sedang apa kau?. " Pertanyaan dengan nada datar dari seorang wanita paruh baya di depan mereka, memotong pembicaraan yang akan di sampaikan oleh Lucy.


" Bibi Jane. " Seru Lucy senang.


Liliya melihat dengan teliti wajah Bibi Jane yang sering di sebut oleh Lucy. Wanita paruh baya didepan nya ini ternyata cukup berumur dan berwajah datar.


Merasa diperhatikan, wanita paruh baya bernama Jane tersebut langsung menolehkan kepalanya ke arah Liliya. " Ada yang salah nyonya?. " Tanya nya.


" Iya saya yang bernama Jane, orang di sini menyebut saya Bibi Jane Kepala pelayan dirumah ini sekaligus pelayan yang langsung melayani tuan Zeus. Saya harap anda memanggil saya jika butuh bantuan. " Ucap nya memperkenalkan dirinya di depan Liliya.


Liliya mengangguk dengan kikuk karena melihat ekspresi yang di tampilkan oleh Bibi Jane. " Hmm saya Liliya senang bisa berkenalan dengan Bibi Jane. " Ucap nya ramah.


Bibi Jane sedikit membungkuk ramah. " Kalau begitu saya permisi. Masih banyak pekerjaan yang ingin saya kerjakan. " Liliya mengangguk dan Bibi Jane pergi dari hadapan mereka.


Mereka melanjutkan perjalanan mereka sambil bercerita mengenai hal apa saja yang ada dirumah ini. Lucy memiliki kepribadian ceria yang sama dengan Liliya sehingga Liliya sangat nyaman berada di dekat Lucy.


...****...

__ADS_1


Dor.


Peluru tersebut berhasil bersarang di kepala pria yang sedang di ikat secara menyilang di tiang besi yang ada di ruangan tersebut. Kedua temannya yang juga di ikat di sana menjerit takut dan memohon ampun kepada pria yang menembak temannya itu.


" Masih tidak bicara! Rasakan lah peluru panas itu. " Zeus. Pria yang sedang duduk dengan menyilang kaki lah pelaku tembak tadi. Ia sedang menghukum orang-orang yang berani mencelakai gadis nya.


" 1 2 3. "


Dor.


Benda berbahan timah panas itu kembali melesat ke kepala pria di depan nya. Seketika wajah nya terciprat darah dari pria yang di bunuh nya, tapi itu sama sekali tidak merubah raut wajahnya yang datar dan dingin.


" Pria pria bodoh memang pantas mati!. " Dia kembali membunuh satu satu nya pria yang masih hidup di sana. Selesai dengan pekerjaan nya, ia langsung membuang pistol yang ada di tangannya begitu saja.


Robert yang ada di sebelah nya langsung memberikan kain basah untuk membersihkan sisa darah yang menempel di tubuh tuan nya.


" Bereskan semua ini. Aku tidak ingin lagi melihat tubuh menjijikkan itu di sini. " Setelah memberikan titah, Zeus langsung meninggalkan tempat tersebut.


Zeus melangkahkan kakinya ke area belakang mansion yang terdapat beberapa kandang yang di dalamnya terdapat hewan predator berbahaya. ia menghampiri salah satu kandang yang terdapat hewan bernama cheetah.


" Kau makan dengan baik rupanya. " Ia mengelus lembut kepala cheetah tersebut yang sedang memakan daging segar di depan nya.


hewan itu menggeram dengan keras ketika melihat majikan nya yang sudah lama tidak ia temui. " Kau tau Maxim. Aku sudah menemukan gadis ku dan dia tinggal di sini sekarang. " Ucap nya memberitahu. Kalau kalian ingin tahu, Maxim lah hewan yang menyelamatkan dirinya dari kejadian kebarakan beberapa tahu yang lalu. oleh sebab itu Zeus sangat menyangi hewan predator yang satu ini.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2