
Anggun mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang. Malam ini ia di suruh datang ke studio oleh Liliya. Entah apa yang di lakukan Liliya malam malam begini dengan menyuruhnya datang ke studio.
Anggun keluar dari mobil selesai memarkirkan mobil miliknya. Saat akan melanjutkan jalan nya. Mata nya tanpa sengaja melihat sosok misterius dengan pakaian serba hitam sedang berdiri di dekat ruang kaca, tempat biasa Liliya melukis.
" Siapa?. " Gumam nya pelan seraya berjalan ke sana dengan perlahan.
Saat hampir dekat, ia bisa melihat orang yang postur nya seperti pria itu ternyata sedang memperhatikan Liliya yang sedang melukis dengan fokus.
" Heh siapa Lo?!. " Orang tersebut terkejut mendengar teriakkan anggun dan langsung melarikan diri dengan cepat membuat Anggun tidak dapat mengejar nya.
Anggun menghembuskan nafas nya kasar karena tidak dapat mengejar orang tersebut. Ia menoleh ke arah kaca yang mana di dalam nya ada Liliya yang sedang fokus melukis sampai-sampai tidak tahu kejadian di depan nya.
Anggun masuk ke dalam studio lalu menghampiri Liliya. Anggun menggeleng, Pantas saja tidak mendengar nya ternyata telinga nya tersumpal earphone.
" Liliya. " Sapa Anggun seraya memegang pundak nya.
Liliya menolehkan kepala nya lalu melepaskan earphone nya saat melihat Anggun sudah datang. " Kamu kapan datang?. " Tanya nya seraya melanjutkan melukis nya.
" Beberapa menit yang lalu. " Anggun duduk di sofa di dekat situ.
" Ngapain malam-malam gini ke sini? Si Niko tau. " Tanya Anggun.
__ADS_1
Liliya menggeleng dengan santai. " Kalo dia tau aku gak bakal ada di sini. "
Anggun memutar bola matanya. " Kebiasaan. Paling bentar lagi dia nelfon. "
Liliya hanya mengangkat bahu nya acuh. Paling ia kena omel sedikit.
" Jadi jawab pertanyaan ku yang tadi. Ngapain kamu di sini malam-malam?. " Tanya nya kembali.
" Besok hari ulang tahun aku dan Niko. Aku ingin membuat lukisan kami berdua di acara nanti. " Beritahu nya yang masih fokus melukis.
Anggun mengangguk. " Oh iya yah aku lupa. "
Tidak lama setelah itu. Ponsel Anggun berdering. Tertera nama Niko di sana. " Kan apa aku bilang. Kamu tidak mengaktifkan ponsel yah. " Tuduh Anggun membuat Liliya menoleh ke arah nya.
" Halo. " Ucap nya di telfon.
" Dimana kamu?!. " Suara dingin Niko langsung terdengar di telinga nya membuat Liliya merinding di buat nya.
" Hmm di studio. " Jawab nya pelan.
" Kakak jemput sekarang. " Ucap nya lalu langsung mematikan ponsel nya.
__ADS_1
Liliya menghela nafas nya.Lalu mengembalikan ponsel milik Anggun. " See kena marah kan?!. " Ledek anggun membuat Liliya langsung memutarkan bola mata nya.
Liliya mengemas barang-barang nya ke dalam tas lalu membereskan alat lukis nya ke dalam sebuah tas besar. Anggun hanya memperhatikan. Diam-diam ia masih memikirkan hal yang terjadi tadi.
" Lili. " Panggil nya yang di jawab deheman oleh Liliya.
" Kamu tadi ada liat orang berpakaian hitam di sekitar sini gak?. " Tanya nya yang di jawab langsung oleh gelengan kepala Liliya.
Anggun mengangguk. Menopang dagu seraya berfikir. Kira-kira siapa orang tersebut.
Liliya menoleh kebelakang. Ia melihat Anggun sedang memikirkan sesuatu. " Memangnya siapa?. " Tanya Liliya.
Anggun mendongak lalu menggeleng. " Bukan siapa-siapa. Iseng aja nanya. " Jawab nya.
" Gak jelas. " Cibir nya.
Tidak lama terdengar suara deruman mobil di luar. Itu pasti Niko. " Yaudah aku balik dulu. Minta tolong beresin yah. " Ucap Liliya lalu pamit pulang meninggalkan anggun di sana.
Anggun menatap datar sekitar nya yang berantakan dan penuh dengan cat. Ia menghela nafas nya lalu mulai membereskan semuanya dengan cekatan. Ia menyapu bersih lantai dan meletakkan semua barang di tempat nya.
Namun saat mau membuang sampah keluar, tiba-tiba lampu nya padam membuat Anggun terkejut dan langsung mengambil ponsel milik nya di saku lalu menghidupkan senter nya.
__ADS_1
Saat akan menekan saklar seseorang membekap mulutnya membuat dirinya memberontak, namun ternyata di dalam kain tersebut terdapat bius membuat dirinya langsung pingsan dan di seret keluar begitu saja.
Bersambung...