
Kediaman Alexander ramai dengan para sanak kelurga yang datang. Mereka berkumpul bersama di taman belakang yang sudah di sulap menjadi tempat yang mewah dengan hiasan lampu yang bergelantungan,, tak lupa meja dan kursi mewah yang memenuhi tempat tersebut. Nathan benar-benar memanjakan anak-anak nya.
" Ayah dengar pengusaha muda dari keluarga Xavier pulang ke negara ini setelah lama tinggal di Amerika. " Ucap Dimas yang sedang duduk seraya memperhatikan para wanita sedang mengobrol. Saat ini mereka para pria sedang duduk di samping kolam berenang yang juga di sulap secantik mungkin.
" Aku juga dengar. Katanya pria itu satu-satunya yang selamat saat kediaman mereka kebakaran 15 tahun yang lalu. " Celetuk Bagas yang ikut serta dalam pesta ini.
" Pria yang tidak pernah memperlihatkan wajah nya di depan publik dan tidak pernah datang saat ada pertemuan. Apakah pria itu kakek?. " Tanya Niko yang di jawab anggukan oleh Dimas.
" Pria itu yang dengan cepat menggeser posisi Alexander menjadi nomor dua, saat perusahaan mereka anjlok parah padahal usia nya masih sangat dini. " Ucap Riko. Sedangkan Nathan hanya berpikir dalam diam.
__ADS_1
" Gen Xavier tidak bisa diragukan lagi. " Mereka mengangguk mendengar ucapan suami Aulia. Justin.
" Kalo enggak salah kamu juga mengundang nya saat pernikahan kalian? " Tanya Bagas.
Justin mengangguk. " Benar. Namun ia tidak datang karena seperti yang kita tahu, Keluarga itu cukup misterius dari dulu. Penyebab kebakaran yang menggegerkan dunia bisnis saja mereka tutupi dengan rapat sehingga tidak ada yang tahu apa penyebabnya sampai sekarang dan kenapa hanya satu orang saja yang selamat. " Jelas nya.
Mereka semua mengangguk kecuali Nathan. Niko bisa melihat itu. Ayah nya sedari tadi hanya diam, yah walaupun biasanya memang diam sih, namun dilihat dari wajah nya seperti mengkhawatirkan sesuatu.
" Daddy....."
__ADS_1
" KALIAN PARA PRIA AYO KEMARI!! "
Teriakan itu membuat Nathan tidak dapat melanjutkan ucapannya. Mereka semua menoleh ke arah para wanita yang sudah berkumpul melingkari Liliya. Sepertinya acara inti akan di mulai. Mereka semua beranjak dari sana menghampiri para wanita.
Acara dimulai. Mereka dengan kompak menyanyikan lagu ulang tahun untuk Liliya. Kenapa hanya Liiya? Karena Niko tidak akan mau dinyanyikan seperti itu, katanya seperti anak kecil yang baru berusia 5 tahun. Itu dimulai sejak ia berumur 17 tahun. Rasanya sangat malu saat kau sudah dewasa tapi dinyanyikan oleh orang-orang seakan kau masih anak yang belum pandai berbicara. Berbeda dengan Liliya yang sangat senang di nyanyikan seperti itu, karena baginya lagu itu mengartikan jika dirinya sudah dewasa dan akan memulai hal-hal baru yang menurutnya menarik.
Semua bertepuk tangan saat Liliya meniup lilin untuknya dan Niko. Liliya memotong kue nya dan suapan pertama tentu saja ia berikan kepada orang tua nya lalu kembarannya dan setelahnya baru orang-orang terdekatnya.
Mereka terlalu menikmati acara tersebut tanpa tahu bahwa bahaya sedang mengintai mereka dari jarak dekat. Bahaya yang akan menghilangkan satu anggota keluarga mereka.
__ADS_1
" Nikmatilah kebersamaan itu amor karena setelahnya kamu tidak akan menikmati itu lagi. " Pria itu tersenyum miring melihat wajah bahagia gadisnya di monitor. Ahk ia jadi tidak sabar menantikan gadis itu akan berada di dekapannya.
Bersambung.......