Mysterious But Sweet

Mysterious But Sweet
Tiga puluh.


__ADS_3

" Tuan ada surat. " Seorang pelayan menghampiri Nathan yang sedang berada di ruang kerjanya.


" Surat?. " Nathan meletakkan pena nya lalu mengambil surat tersebut.


" Tidak ada tanda pengirim?. " Tanya Nathan seraya membolak-balik surat tersebut. Namun Nihil ia tidak menemukan tanda pengiriman.


" Tidak ada tuan. Satpam bilang dia hanya menerima nya dari kurir dan kurir tersebut langsung pergi. " Jawab pelayan tersebut.


Nathan mengangguk dan menyuruh pelayan tersebut pergi dari sana. Ia kembali memperhatikan surat tersebut yang memang tidak ada tanda pengirim nya sama sekali. Berhenti penasaran, Nathan mulai membuka amplop tersebut dan mengambil surat di dalam nya. Ia kembali duduk dan membaca surat tersebut kata demi kata.


Mr. Nathan, how are you today? Yah pasti nya baik. Aku mengirim surat ini kepada mu hanya ingin memberitahu mu jika anak mu aman dengan ku. Tidak usah khawatir anak mu akan ku jaga sebaik mungkin karena aku begitu mencintai nya.


Tolong ingat ini. Anak buah mu tidak akan pernah menemukan ku sampai aku sendiri yang memperlihatkan diriku.


Setelah membacanya, ia langsung meremas kuat kuat kertas tersebut dan membanting nya ke lantai. " Sial!!. " Umpat nya keras.


" BAWA CEPAT KURIR YANG MENGANTAR SURAT INI TADI! SEKARANG!!. " Suara teriakan Nathan menggema di ruangan tersebut membuat para pengawal nya langsung menuruti perintah tuan nya dengan cepat karena kemarahan Nathan adalah hal yang paling mereka takutkan.

__ADS_1


Nathan mengepalkan kedua tangannya dan meninju dengan kencang meja di hadapan nya. " BAJINGAN! DASAR PENGECUT!!. "


...****...


" Apakah surat nya sudah sampai?. " Tanya Zeus yang sedang bersantai di ruang kerjanya dengan minuman alkohol di tangan nya. Ia menyesap nya sedikit. Mata nya terpejam ketika minuman itu memasuki tenggorokan nya.


" Sudah tuan. " Jawab Robert yang berada di belakang nya.


Zeus memutar kursi nya ke arah Robert. " Aku ingin dia sadar jika penjagaan nya selama ini sama sekali tidak berguna untuk bisa membawa putrinya di sisi ku. " Ucap nya seraya menggoyangkan gelas nya. Wajah nya datar dan penuh keangkuhan.


Robert hanya diam di tempatnya. Ia sudah sangat paham dengan obsesi Zeus kepada Liliya selama 10 tahun ini. Ialah yang menjadi saksi kelakuan tuan nya tersebut. Ia juga yang selama ini melenyapkan orang-orang yang mencoba mendekati gadis tuan nya atas perintah Zeus sendiri tanpa ada jejak sedikit pun.


" Nyonya berada di ruang kaca bersama Lucy tuan. " Jawab Robert.


Zeus mengangguk dan meletakkan gelas nya. " Kembali awasi keluarga Alexander. Jangan sampai mereka tau keberadaan kita. " Robert mengangguk dan Zeus pun pergi dari sana. Robert terus memandang tubuh Zeus yang mulai menjauh dan hilang.


Disisi lain, Liliya sibuk dengan kuas dan canvas nya. Ia dengan serius melukis sebuah karya yang terlintas di kepala nya. Tangan dan wajah nya sudah kotor terkena cat nya sendiri. Sedangkan Lucy ia hanya diam mengamati dari belakang tubuh nona nya dan mengangumi betapa cantiknya lukisan yang di lukis oleh Liliya.

__ADS_1


" Cantik sekali. " Ucap Lucy kagum.


Liliya hanya tersenyum tanpa menolehkan kepalanya. " Jika kau suka lain kali aku akan melukis dirimu juga. " Ucap Liliya yang sedang menorehkan kuas di atas canvas.


" Wah benarkah? Aku dari dulu sangat ingin di lukis oleh seseorang. " Ucap Lucy menyampaikan keinginannya.


" Baiklah lain kali kita akan melukis dirimu secantik mungkin. " Lucy tersenyum gembira mendengar ucapan Nyonya nya. Ia sangat ingin di lukis oleh seseorang karena ia juga sangat menggemari sebuah lukisan.


" Mengapa nyonya meletakkan dua orang di belakang dan beberapa anak kecil di depan?. " Tanya nya bingung.


" Lukisan ini menceritakan tentang pasangan yang begitu bahagia dan saling mencintai. Mereka mempunyai anak satu, dua atau lebih yang membuat kehidupan mereka begitu bahagia dan penuh cinta. " Ungkap Liliya seraya tersenyum dengan tulus.


" Mengapa anda melukis ini?. " Tanya nya sekali lagi.


Liliya terdiam sebentar. Ia fokus membuat bulan purnama di atas objek nya. " Karena impian ku ada di dalam lukisan ini. " Liliya meletakkan kuas nya di tempat nya dan menghadap ke arah Lucy. " Membuat keluarga yang harmonis dan penuh cinta. Tidak perduli memiliki anak satu atau lebih karena jika kita menjalani nya dengan pasangan yang kita cintai itu akan menjadi kebahagiaan tersendiri di keluarga kita. " Lanjut nya yang membuat Lucy terkagum mendengar nya. Ternyata bukan nya hanya wajah yang cantik, namun hati Liliya juga sangat indah dan tulus. Batin Lucy.


" Impian mu itu akan segera tercapai. " Mereka berdua langsung menolehkan kepalanya kebelakang ketika mendengar suara yang sangat mereka kenali.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2