
Alula termenung di dekat jendela ruang rawat inap anak nya. Ia terdiam memikirkan ucapan suaminya malam tadi bersama para tim detektif yang sedang menyelidiki kasus hilangnya Liliya. Mata nya terlihat sembab dan daerah bawah mata nya juga hitam karena tidak bisa tertidur.
" Kasus ini sangat rumit tuan. Kita hanya menemukan sehelai baju di tepi sungai dan tidak ada bukti apapun selain itu. " Ucap salah satu dari tim detektif.
Nathan terdiam. Kasus hilangnya Liliya tidak menemukan titik temu apapun. " Jika benar putri bapak tenggelam begitu saja karena kecelakaan tidak mungkin pakaian korban tergeletak begitu saja di tepi sungai dengan noda darah yang tertempel. Ini bukan hanya sekedar kasus kecelakaan tuan. Ada orang lain di balik ini semua. " Jelas nya kembali.
Nathan mendongak dengan wajah datar. " Berhenti sampai di sini. " Ucap Nathan dengan nada dingin. " Besok jangan kembali lagi. "
Para detektif terdiam. Mereka tau maksud dari ucapan Nathan. Tapi kasus ini memang cukup sulit. Semua barang bukti tidak menununjukkan apapun. Mereka semua pergi dari sana karena ruangan tersebut cukup mencekam oleh aura nathan.
" CEK SEMUA CCTV KOTA INI. CARI KEBERADAAN LILIYA SEKARANG!! " Teriak Nathan kepada para bawahannya yang ada disana. Semua nya langsung pergi mendengar titah dari tuan besar mereka. Nathan mentralkan deru nafas nya. Lihat saja orang yang berani mengusiknya tidak akan ia biarka hidup dengan tenang.
__ADS_1
****
Alula kembali menangis mengingat nya. Kenapa hal ini terjadi kapada keluarga nya. Disela tangisnnya ia merasakan seseorang memeluk nya dari belakang. Ia tahu itu pasti adalah suaminya. Ia semakin menangis ketika pelukan itu mengerat.
Nathan membalikan tubuh istrinya agar menghadap ke arah dirinya, lalu memeluknya kembali. Dengan pelan ia mengelus lembut punggung Alula agar tenang. " Stt kamu gak cape nangis terus dari tadi. " Bisik nya pelan. Dengan pelan Alula menggelang membuat Nathan menghela nafasnya. Ia menumpukan kepala nya di bahu istrinya seraya menatap luasnya perkotaan dari balik jendela.
Tit tit.
Mereka berdua langsung menoleh kearah brangkar. Mereka terkejut dan langsung menghampiri tubuh Niko yang terlihat kejang kejang. Nathan dengan segera memencet bel tanda darurat dengan wajah paik.
" Mohon maaf tuan dan nyonya harap menunggu diluar ruangan. " Ucapsalah satu suster. Nathan mengangguk lalu menuntun istrinya agar keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
Para suster langsung memasang alat kejut jantung sesuai intruksi dari dokter. Dokter terus berusaha membuat jantung Niko tetap stabil dengan alat kejut jantung.
Dug.
Tubuh Niko terangkat saat alat Defibrillator di tempelkan pada dada nya. Melihat belum ada respon dari Niko. Dokter kembali menempelkannya.
Dug.
Alula menatap dari balik kaca bagaimana dokter menangani anak nya didalam sana. Air mata nya tak berhenti menetes melihat semua itu. Nathan yang ada dibelakannya hanya mampu mengelus lembut pundak istrinya.
Dug.
__ADS_1
Akhirrnya tubuh Niko merespon dengan cepat membuat dokter dan suster yang ada di dalam sana menghela nafas lega. Dokter tersebut keluar dan memberitahuukan keadaan Niko kepada nathan dan Alula bahwa anak mereka akan sadar dalam beberapa jam kedepan. Kali ini tangisan bahagia yang keluar dari pasangan suami istri tersebut melihat kondisi aannak nya yang sudah melewati masa kritisnya.
Bersambung...............