Mysterious But Sweet

Mysterious But Sweet
Lima belas


__ADS_3

Selesai acara menangis tadi, semuanya kembali bergegas pergi kareena langit akan segera gelap sebentar lagi. Alula melambaikan tangan nya saat mobil mulai menjauh, disampingnya ada Nathan yang merangkul pinggangnya. " Perasaanku gak enak banget. " Ucap Alula.


Nathan mengelus bahu istrinya. " Itu cuma perasaan kamu aja karena terlalu lelah hari ini. " Alula mengangguk mendengar ucapan suaminya. Iya ini pasti cuma perasaan nya saja dan juga karena tubuh nya terlalu lelah mengurus acara sedari tadi. Setelahnya mereka masuk ke dalam rumah.


Sedangkan di sisi lain. Niko dan Liliya berada di mobil yang sama karena Niko tidak ingin ada yang mengganggu dirinya dan adik nya bersama.


" Gak sabar deh liat sunset. Kakak bawa alat lukis aku kan? " Tanya Liliya seraya memandang sang kakak yang sedang menyetir. " Ada dibagasi uda kakak siapin dari tadi pagi. " Jawabnya dengan wajah menoleh sekilas ke arah Liliya.


" Kakak yang terbaik. " Ucapnya senang seraya menampilak kedua jempol nya. Niko tertawa gemas, ia mengacak rambut adik nya karena terlalu gemas dengan adik kecil nya itu. Umur mereka sama, namun kenapa Liliya terlihat lebih muda darinya.


Mereka tertawa bersama di dalam mobil sambil bercerita hal random tentang apa yang mereka lakukan selama ini, sampai sebuah suara tembakan membuat mereka berdua terkejut. Liliya langsung memeluk kakak nya dengan tubuh bergetar ketakutan. " Kakak. " Ucap nya lirih dengan mata terpejam.


" Sttt gak papa ada kakak. " Niko menenangkan Liliya sambil mencoba mengelakkan mobilnya saat tembakan kedua di luncurkan. Jalanan yang mereka lewati sangat sepi dan teman mereka yang lain sudah berjalan terlebih dulu di depan mereka. Mata Niko berubah tajam saat melihat dua mobil berwarna hitam mengikuti mobil mereka dari belakang. Ia semakin menginjak pedal gas nya saat kedua mobil tersebut semakin dekat dengan mobil mereka.

__ADS_1


Dor.


Dor.


Liliya semakin memejamkan mata nya takut. Tubuhnya bergetar dengan keringat dingin memenuhi keningnya. Pelukannya pada sang kakak pun semakin erat. Niko merasakannya. Tubuh bergetar adik nya. Niko semakin melajukan mobil nya di atas rata-rata, namun mobil di belakang mereka berhasil menubrukkan mobil nya dengan mobil mereka dari belakang sehingga hampir membuat mobil yang dikendarai Niko oleng. Dahi nya terbentur cukup kuat membuat darah merembes keluar. Untung saja tangan nya dengan sigap melindungi kepala Liliya.


" Kakak Liliya takut. " Ucap nya saat melihat kening kakanya berdarah.


Niko berusaha mengendalikan mobil mereka, namun tembakan yang kali ini tepat mengenai salah satu ban mobil mereka membuat mobil tersebut kehilangan kendali, lalu di susul dengan tabrakan dari belakang dan samping membuat Niko langsung mengumpat keras. Sial mereka berhasil mengepung mobil nya. Kalau begini Niko sulit untuk selamat. Ia melihat ke arah adik nya yang bergetar ketakutan. Tidak. Adik nya tidak boleh terluka. Ia harus memikirkan cara lain.


Bruk.


Bruk.

__ADS_1


" Tapi.... "


" JANGAN ADA TAPI LILIYA!! " Teriak nya keras membuat Liliya langsung menganggguk walaupun ragu. Ia takut, kakak nya tidak pernah berbicara sekeras ini pada nya dari dulu. Air mata nya sudah berembes keluar.


Niko membuka dasbord mobil lalu mengeluarkan sebuah pistol dari sana. Ia memberikan pada Liliya. " Ingat apa yang diajarkan oleh daddy dan pergunakan itu dengan baik. " Liliya mengangguk lalu menerima pistol tersebut.


" Kakak ikut lompat kan?! " Tanya nya dengan menatap sendu sang kakak yang wajah nya hampir tertutupi darah.


" Yang penting kalo kakak bilang lompat kamu langsung lompat." Niko membanting setir ke arah kanan saat mobil tersebut  kembali membentur bagian mobil sebelah kiri. Saat ini mobil mereka sudah hampir rinsek karena benturan berturut-turut.


" Tapi..."


" LOMPAT SEKARANG LILIYA!! " Mendengar teriakan kakak nya secara spontan Liliya langsung melompat dari mobil dan kulit nya langsung bergesekan dengan aspal membuat tubuhnya penuh luka. Sedangkan mobil yang dikendarai Niko menabrak tiang listrik di pinggir jalan dengan hantaman yang kuat membuat Niko yang ada di dalam nya tidak sadarkan diri.

__ADS_1


" KAKAK. " Liliya mencoba bangkit walaupun tubuh nya terasa sakit. Ia menangis melihat mobil kakak nya yang hampir hancur itu. Saat akan menghampiri Niko. Orang-orang yang berada di dalam mobil tadi langsung turun, membuat Liliya langsung memundurkan tubuhnya dengan menggenggam erat pistol di tangannya.


Bersambung......


__ADS_2