
Keadaan Niko saat ini sudah membaik, namun semenjak ia bangun dan mengetahui kondisi adik nya yang hilang begitu saja, membuat dirinya selalu menyalahkan dirinya dan sering melamun menatap jendela.
" Niko ayo nak makan dulu. " Alula menyiapkan makanan yang di bawa nya ke atas nakas. Niko hanya memperhatikan apa yang di lakukan ibu nya.
" Mom apa semua ini salah Niko?. " Pertanyaan itu lagi. Alula menghentikan tangan nya yang sedang menyiapkan makanan. Ia menghela nafas nya dan mencoba tersenyum.
" Niko berapa kali mom bilang ini semua kecelakaan sayang. Jangan berfikir semua ini salah kamu. Yang harus kamu difikirkan Sekarang adalah bagaimana supaya cepat sembuh dan keluar dari rumah sakit ini. " Ujar Alula.
Kepala Niko menunduk dalam. Wajah nya sangat sedih. " Tapi mom... " Sebelum melanjutkan ucapannya. Tubuh Niko sudah di bawa masuk ke dalam pelukan sang ibu. Ia langsung menumpahkan tangisan nya di sana.
...****...
Lucy dan Liliya melanjutkan perjalanan mereka menuju taman bunga yang ada di bagian selatan mansion. Lucy dengan sabar menjelaskan tempat-tempat yang ada di mansion ini dan apa fungsi nya.
" Jadi taman ini di buat khusus oleh Zeus?. " Tanya Liliya seraya memandang indah nya hamparan bunga Lili putih di depan nya.
" Iya nyonya karena setahu saya tuan tidak terlalu menyukai warna putih. " Balas Lucy.
Liliya mengangguk-anggukan kepala nya. " Pasti Zeus membuat ini untuk orang yang di cintai nya. " Ucap Liliya.
" Lucy apa boleh aku mengambil bunga itu satu. " Liliya menunjuk satu bunga yang sudah mekar dengan indah.
__ADS_1
Lucy mengangguk dan langsung mengambil bunga tersebut lalu memberikan kepada sang nyonya.
" Sangat indah. " Gumam nya pelan.
Liliya menutup mata nya dengan perlahan saat sapuan angin lembut menerpa wajah nya. Ia sangat menikmati suasana ini karena suasana di sini sangat asri karena begitu dekat dengan hutan dan tidak ada yang nama nya polusi udara seperti di Jakarta.
Hidup seperti inilah yang di inginkan Liliya. Tinggal jauh dari perkotaan dan membuat rumah di tengah hutan yang asri tanpa ada kebisingan kendaraan dan polusi udara. Lama memejamkan mata, akhirnya Liliya sadar jika keadaan sekitar nya terasa sunyi dan sepi. Ia mulai membuka mata nya dan ia sedikit terkejut ketika Zeus tepat berada di depan nya.
" Zeus?!. " Liliya melihat sekeliling untuk mencari keberadaan Lucy.
" Pelayan kamu sudah aku suruh pergi. " Ucap Zeus menjawab pertanyaan yang ada di kepala Liliya.
Liliya mengangguk lalu menoleh ke arah Zeus. " Bukannya kamu sibuk ya?. " Tanya nya.
" Kita mau kemana?. " Liliya melihat sekitar yang cukup sepi karena tidak ada nya penjaga di sekitar sini.
" Ke tempat dimana hanya ada kita berdua. " Balas Zeus santai dan masih mendorong kursi roda Liliya ke arah yang di tuju.
"Huh?. " Wajah Liliya terlihat bingung saat melihat di depan nya ada sebuah tempat yang mana di lampisi oleh dinding kaca transparan. Dari tempat nya ia bisa melihat jika di dalam tempat itu terdapat bermacam jenis bunga berwarna warni dan ada juga sofa santai.
__ADS_1
" Apa kita akan ke sana?. " Tanya Liliya sambil melihat ke arah Zeus.
Zeus hanya menjawab dengan anggukan. Mereka sampai, Zeus langsung menempelkan kelima jari nya di pintu tersebut dan pintu langsung terbuka. Liliya berdecak kagum melihat nya. Apalagi ketika melihat isi di dalam ruangan itu yang jauh lebih indah penampakan nya dari sini.
" Indah sekali. " Gumam nya kagum yang masih bisa di dengar oleh Zeus.
" Bagus kalo kamu suka. " Ucap Zeus membuat Liliya langsung menolehkan kepalanya ke arah Zeus.
" Ini untuk aku? " Tanya nya menunjuk diri sendiri.
Zeus mengangguk dan kembali mendorong kursi roda Liliya untuk masuk kedalam rumah kaca itu.
yang terucap di batin Liliya' Sangat indah ' Liliya menyukai nya, apalagi di sini kita bisa melihat pemandangan di luar dari dalam sini. Liliya melihat sekeliling tempat ini dan satu hal yang membuat nya senang adalah di sini juga tersedia beberapa alat lukis yang sangat lengkap.
" Wah bagaimana kamu tau jika aku suka melukis?. " Tanya nya.
Zeus terdiam sebentar. " Aku tau dari ayah mu. " Bohong. Semua itu bohong, tentu saja Zeus tau semuanya karena ia sudah memperhatikan Liliya sejak 10 tahun belakangan ini.
" Oh iya aku lupa kalau kamu kan kenal ayah aku. " Ucap nya santai.
__ADS_1
Zeus tersenyum miring. Tentu saja ia mengenal ayah Liliya tapi Ayah nya lah yang tidak mengenal nya sama sekali. Batin nya berucap licik.
Bersambung....