Mysterious But Sweet

Mysterious But Sweet
Delapan belas


__ADS_3

" Zeus Alatas Xavier. "


Yah, Pria itu adalah Zeus. Pria yang sangat misterius di kalangan pembisnis. Pria yang tidak pernah memunculkan wajah nya di depan publik. Sekarang pria itu ada tepat di hadapan Liliya. Gadis nya. Pujaannya. Yang ia teror dengan bunga Lili yang cantik dan sepucuk surat penuh ungkapan cinta selama 10 tahun ini. Pria yang dicari keberadaan nya oleh keluarga Liliya, namun tidak menemukan hasil apapun.


Sedangkan Liliya terdiam saat pria yang mengaku bernama Zeus tersebut mengucapkan nama nya. Ia tidak pernah mendengar ada teman dekat ayah nya bernama seperti dewa Yunani itu. Walaupun tidak pernah berjumpa setidaknya diri nya pasti pernah mendengar nama itu. Dan juga apa sepercaya itu ayah nya menitipkan dirinya dengan orang yang tidak pernah Liliya kenal. Ia tahu ayah nya itu se-posessive apa dengan dirinya. Tapi tidak mungkin nomor pribadi ayah nya tersebar begitu saja.


Melihat Liliya terdiam memikirkan sesuatu membuat Zeus menampilkan seringai nya. Pasti Liliya merasa tidak percaya akan omongan nya, namun bukti sudah di depan mata. Bukti yang direkayasa oleh nya. Bukan hal sulit untuk Zeus melakukan itu. Teror yang dilakukannya selama ini tidak ada yang tahu dialah penyebabnya,dia bisa, apalagi hal kecil seperti ini, hal yang sangat mudah baginya.


" A-apa benar kamu adalah teman ayah ku?. " Tanya nya sekali lagi untuk memastikan.


Zeus mengangguk. " Sebenarnya ayah ku yang berteman dengan Daddy mu. Namun karena ayah ku sudah meninggal oleh sebab itu Daddy mu menitipkan dirimu padaku. " Ucapnya dengan benar-benar seakan dirinya tidak berbohong sama sekali.

__ADS_1


" Kamu tidak berbohong?. " Tanya nya kembali. Zeus mengangguk lalu mendekat ke arah Liliya.


" Jika aku musuh Daddy mu tidak mungkin aku menyelamatkan dirimu lalu membawa kamu ke rumah sakit dengan perawatan penuh. Aku pasti akan membunuhmu saat kamu tidak sadarkan diri. Bukankah membunuh saat musuh tidak sadar adalah hal yang sangat mudah. " Zeus tepat dihadapan Liliya yang sudah tidak lagi merasa ketakutan seperti beberapa menit yang lalu.


Liliya termenung. Yah benar. Tidak mungkin Zeus akan merawat nya jika dia adalah musuh ayah nya. Pasti saat pertama bertemu, dirinya sudah mati ditangan Pria itu.


" Jadi kamu bukan musuh Daddy ku?. " Masih dengan pertanyaan yang sama. Zeus menggeleng. " Sama sekali tidak. " Aku adalah pria yang akan mengurung mu untuk selamanya Lili. Lanjut nya dalam hati.


Liliya akhirnya melemaskan tubuh nya yang sempat terasa tegang. Ia melemparkan kaca yang sedari tadi masih ia pegang. Untung saja bukan bagian yang lancip yang di pegang nya, jika iya pasti tangan nya sudah terluka.


" Yah kamu harus mempercayai ku. " Ucap nya penuh makna tapi Liliya tidak mengerti itu.

__ADS_1


" Aku akan memanggil dokter untuk memeriksa mu dan petugas kebersihan agar membersihkan kekacauan ini. " Zeus pergi. Liliya menatap punggung tegap yang berjalan menjauh dari nya. Apa benar ia harus mempercayai pria itu yang baru saja bertemu dengan nya. Ia tidak salah kan? Wajah itu penuh misteri tapi entah mengapa benak nya mengatakan jika ia harus mempercayai pria bernama Zeus tersebut.


" Semoga kamu bisa di percaya. " Ucap nya lirih seraya meringis sakit karena luka di tubuh nya.


"Tuan. " Sapa asisten nya saat Zeus menutup pintu kamar rawat.


" Bagaimana persiapan nya. " Kembali ke mode awal. Datar dan dingin seperti tak tersentuh.


" Semua sudah siap. pada saat subuh nanti kita berangkat tuan. " Lapor nya. Zeus mengangguk.


" Pastikan semuanya sesuai rencana. Kau tau aku tidak mentolerir kegagalan sedikitpun. " Ucap nya datar. Asisten nya mengangguk. Ia pamit pergi untuk mengurus semuanya.

__ADS_1


Zeus memasukkan tangan nya ke dalam saku. Ia berbalik menatap Liliya dari balik pintu. Ia tersenyum miring. " Akhirnya kita bisa pergi jauh bersama-sama sayang. "


Bersambung.......


__ADS_2