Mysterious But Sweet

Mysterious But Sweet
Lima


__ADS_3

Liliya duduk melamun di tepi kolam renang dengan kaki ia julurkan ke dalam kolam. Ia terdiam memikirkan semua hal yang berkaitan dengan orang misterius itu. Dari kotak berisikan bunga Lily dan surat, pembelian lukisan dengan harga yang jauh dari harga pasar lalu orang yang dekat atau sekedar berbicara dengan nya yang tewas dengan misterius.


Siapa sebenarnya dirinya? Di dalam surat ia menuliskan jika orang itu mencintai dirinya, Namun apa cinta seperti itu. Apa mencintai harus menjadi orang misterius seperti ini?. Liliya pusing jika memikirkan hal ini terus.


" Kalo kamu memang orang baik dan bener cinta sama aku, kenapa harus membunuh orang yang gak bersalah?. " Gumamnya lirih seraya menatap langit siang ini.


Liliya terus melamun sampai sebuah teriakan ibu nya dari arah taman belakang membuat dirinya terkejut dan langsung berlari ke arah suara.


Sampainya di sana, bisa ia lihat ibu nya sedang di peluk oleh Daddy nya dengan keadaan menangis.


" CEPAT CARI PELAKU NYA!!. " Teriak Nathan dengan lantang dan wajah menahan amarah.


" Ada apa dad?!. " Tanya Liliya panik.


Nathan menatap putri nya itu dengan khawatir. " Kamu gak papa kan sayang?. " Tanya nya tanpa melepaskan pelukannya dari istri nya.


Liliya menggeleng membuat Nathan bernafas lega. Liliya semakin bingung dengan situasi sekarang. Ia ingin kembali bertanya tapi urung ketika melihat sebuah anak panah menancap di pohon dengan kertas di sisi nya. Seperti nya ia mengerti situasi saat ini. Siapa yang berani mencelakai ibu nya?!!.


Ia mencabut panah tersebut dan mengambil kertas kecil itu lalu membuka nya.


'Berani menyembunyikannya! Berani mati!. '


Mata Liliya terbelalak melihat tulisan tersebut. Apa maksudnya ini?! Apa yang di sembunyikan?.


" Liliya berikan ke Daddy. " Titah Nathan dan langsung di berikan oleh Liliya dengan ekspresi masih tidak percaya.


Wajah Nathan semakin mengeras ketika membaca tulisan tersebut. Berani nya orang tersebut mencelakai istrinya dan mengancam nya. Ia meremas kertas tersebut dengan kuat. tidak akan Nathan lepaskan orang yang berani mencelakai keluarga nya.


" Tuan orang nya sudah melarikan diri dan cctv di rusak oleh mereka. " Lapor salah satu penjaga dengan tubuh gemetar menahan takut.

__ADS_1


" TIDAK BECUS!! BISA-BISANYA KALIAN LALAI DAN MEMBIARKAN ISTRI SAYA HAMPIR CELAKA!!. " Teriak Nathan marah. Para penjaga bergetar ketakutan melihat tuan mereka yang murka.


Nathan menatap ke bawah saat merasakan tidak ada pergerakan dari Alula. Ia terkejut ketika melihat ternyata istri nya pingsan seperti nya Alula syok dengan situasi saat ini. Ia menggendong Alula lalu masuk ke dalam rumah di ikuti oleh anak nya.


" Liliya hari ini kamu jangan kemana-mana. Tetap di rumah temani mommy. Daddy ada urusan. " Pesan nya dengan tangan menyelimuti tubuh istri nya itu.


Liliya mengangguk mengerti. Ia duduk di tepi kasur seraya mengelus tangan ibu nya yang berkeringat.


" Daddy apakah ini orang yang sama?. " Tanya nya tanpa mengalihkan atensi nya pada wajah ibu nya.


Terlihat Nathan menghela nafas nya. " Daddy belum tahu. Tapi sepertinya iya. " Jawab nya.


Liliya menatap ke arah Daddy nya itu. " Tapi kenapa dia mau mencelakai mommy dad. Sebelum nya dia tidak pernah seperti ini. " Ucapnya lirih. Ia sedih jika benar ini adalah orang yang sama, maka dirinya akan sangat amat merasa bersalah karena keluarganya ikut terancam.


Nathan mencoba tersenyum. Ia mengelus lembut rambut anak nya. " Gak usah terlalu di pikirin. Daddy akan menyelidiki nya. " Ucapnya menenangkan.


Liliya menunduk sedih. Jika mommy nya tadi benar-benar celaka mungkin Liliya tidak akan pernah memaafkan siapapun itu yang berniat mencelakai mommy nya.


Liliya mencoba tersenyum lalu mengangguk. Ia mencium punggung tangan Daddy nya sebelum Daddy pergi dari sana.


...****...


Niko masuk ke dalam ruangan Daddy nya dengan Panik saat mendengar Mommy nya hampir saja celaka di rumah nya. bisa ia lihat sang Daddy sedang berbicara dengan asisten nya, Bagas di sofa.


" Daddy apa yang terjadi pada mommy? Dia baik-baik saja kan?!. " Tanya nya panik.


Nathan yang sedang berdiskusi dengan Bagas menoleh ke arah Niko yang nampak terengah-engah.


" Mommy mu baik. " Jawab nya singkat tapi mampu membuat Niko bisa bernafas lega.

__ADS_1


Niko duduk di samping Nathan. Sepertinya ia baru saja pulang kuliah terlihat dari baju nya yang terlihat santai.


" Kamu baru pulang kuliah?. " Tanya Bagas yang wajah nya terlihat sangat dewasa dengan tubuh masih tegap nya. Padahal usia nya sudah menginjak kepala empat. Memang Bagas dan Nathan adalah bapak-bapak muda.


Niko mengangguk. " Aku kesini karena denger dari asisten Niko. " Balas nya


" Daddy tau siapa dalang nya?. " Tanya Niko.


Nathan mengangguk. " Orang itu lagi. " Jawab Nathan. Ia menghela nafas nya seraya memijit kening nya. " Dari yang terlihat orang itu tidak berniat mencelakai mommy. Niat nya hanya mengancam karena mommy menyembunyikan kotak hadiah yang biasa dia berikan. " Jelas nya.


Wajah Niko mengeras mendengar penjelasan Daddy nya. Berani nya orang tersebut mengancam nyawa mommy nya.


" Daddy tahu soal kecelakaan anak dari tuan Adijaya?. " Tanya Niko.


Nathan mengangguk. " Tahu. Inilah yang sedang kami perbincangkan. "


Bagas menyerahkan sebuah dokumen ke atas meja yang langsung di ambil oleh Niko " Keluarga Adijaya menuduh kita lah penyebabnya karena sebelum kecelakaan itu terjadi anak itu yang bernama Jordan sempat mengajukan lamaran kepada Liliya, namun Daddy kamu tolak karena Daddy kamu tahu latar belakang Jordan yang suka bermain wanita. Jordan sempat mengancam Daddy mu akan mendapatkan Liliya dengan cara apapun jika Daddy mu menolak " Jelas Bagas panjang lebar.


Niko membaca dokumen yang berisi pemutusan kerja sama antara perusahaan Adijaya dengan perusahaan milik Daddy nya.


" Meskipun Adijaya memutuskan kerja sama. Itu tidak akan berpengaruh dengan perusahaan kita. " Ucap Bagas kembali.


Niko mengangguk. Ia tahu itu. Perusahaan milik Daddy nya adalah perusahaan besar yang sudah go internasional. Jadi pemutusan kerja sama oleh satu perusahaan yang tidak berpengaruh besar terhadap perusahaan milik Daddy nya itu tidak jadi masalah.


Niko meletakkan dokumen tersebut di atas meja. " Tapi mereka pasti gak tinggal diam. "


Nathan mengangguk. " Mereka tidak punya bukti apapun yang mengarah ke kita jadi mereka gak bisa berbuat apapun. "


Niko mengangguk. Ia bernafas lega ketika mendengar hal itu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2