
Acara untuk para keluarga telah selesai. Semua nya telah pulang kekediaman masing-masing. Namun tidak dengan para anak muda, pesta untuk mereka masih berlanjut. Nathan telah menyediakan pesta untuk mereka di salah satu pantai yang sudah di sewa untuk mereka. Liliya tengah bersiap di kamarnya, ia berdiri di depan cermin setelah selesai menggunakan gaunnya. Ia berputar ke kanan dan kiri. Senyumnya tercetak jelas melihat dirinya yang begitu cantik menggunakan gaun baby doll berwarna putih tersebut.
Perlu kalian tau jika gaun itu adalah pemberian sosok misterius yang mengagumi Liliya. Tadi pagi saat ia terbangun, sebuah kotak berwarna hitam sudah terletak di meja rias milik nya beserta surat yang berisi bahwa ia harus menggunakannya saat pesta nanti malam dan tak lupa bunga Lili di atas nya.
" Liliya " Panggil ibu nya yang baru saja membuka pintu kamarnya.
" Kamu sudah siap? " Tanya Alula menghampiri putrinya itu yang sudah cantik dengan balutan gaun.
Liliya mengangguk. " Cantik engga mom? " Tanya Liliya seraya memandang ibu nya dari cermin.
" Anak mommy mah selalu cantik " Puji Alula pada anaknya.
Alula mengelus rambut anaknya seraya memandang Lilliya dari atas sampai bawah. " Kok kamu gak pakai baju dari kakak kamu? " Tanya nya saat melihat baju yang di kenakan Liliya berbeda dengan baju pemberian Niko yang mana baju tersebut berwarna senada dengan baju milik Niko.
Liliya memandang baju nya lalu ke arah sang ibu. " Hmm Liliya ingin memakai baju ini mom. Liliya tidak suka model baju dari kakak yang terlalu terbuka di bagian punggung. Nanti Liliya kedinginan " Elak nya membuat Alula mengerutkan keningnya bingun. Bukannya baju yang di kenakan Liliya juga terbuka dibagian bahu. Karena tidak mau banyak berfikir, Alula hanya tersenyum kearah anak nya.
" Yaudah ayo kebawah." Liliya mengangguk lalu mereka keluar bersama-sama.
__ADS_1
****
Di lantai bawah sudah banyak orang berkumpul. Mereka semua adalah saudara dan teman Liliya dan Niko. Mereka berencana berangkat bersama ke tempat acara.
" Kevin balikin keripik Viena! " Suara menggelegar itu milikĀ anak nya Bagas dan Maya. Kalian masih ingatkan?.
" Gak mau! Panggil dulu gue Abang!. " Dan suara itu adalah suara dari anak nya Aulia dan suaminya yang satu tahun lebih muda dari Viena, namun karena otak nya yang pintar ia loncat kelas dan menjadi kakak tingkat Viena di sekolah.
" Gak mau!! Kevin jelek! Nyebelin!. " Teriak Viena kesal.
Alula dan Liliya yang sedang berada di tangga menggelengkan kepalanya melihat kelakuan mereka yang sudah sangat biasa. Karena dimana pun itu tempat mereka selalu bertengkar dan berakhir Viena yang menangis nanti nya.
Niko tersenyum lembut. Ia bangkit dari duduknya lalu menghampiri ibu dan adik nya.
" You're very beautiful. " Puji nya ketika tepat di hadapan Liliya.
Liliya tersenyum mendengar pujian kakak nya. " Kakak juga ganteng. " Balas nya.
__ADS_1
" Hmm Maaf ya Kak Liliya gak pakai baju dari kakak. " Ucapnya meminta maaf ketika mata Niko mengarah ke arah pakaian nya.
Niko mendongak. Ia merubah raut datar nya lalu tersenyum. " Does not matter. Yang penting kamu nyaman. "
Hati Alula menghangat melihat interaksi anak nya yang selalu mengerti satu sama lain. Sekarang mereka sudah besar dan akan meninggalkan rumah ini suatu saat nanti ketika sudah menemukan pasangan mereka masing-masing. Memikirkan itu membuat nya tanpa sadar meneteskan air mata membuat wajah Liliya dan Niko langsung panik karena takut terjadi apa-apa dengan ibu nya.
Niko mendekat. " Mom kenapa?!. " Tanya nya panik. Nathan yang diam sedari tadi juga ikut berdiri dan menghampiri istri dan anak nya itu.
Alula tersadar dan langsung memegang pipi nya yang terdapat tetesan air mata nya sendiri.
" Hey kamu gak papa?. " Tanya Nathan khawatir.
Alula tersenyum melihat wajah ketiga orang yang ada di hadapannya. Tanpa aba-aba ia langsung memeluk kedua anak nya dan menangis di bahu mereka. Lihatlah memeluk mereka saja ia sudah kesusahan karena bahu mereka yang terlalu tinggi. Itu menandakan mereka sudah cukup dewasa dan membuat dirinya semakin sedih.
Liliya dan Niko membalas pelukan ibu nya yang mulai menangis itu sedangkan Nathan hanya mampu tersenyum. Ia tahu apa yang di rasakan Alula yang juga dirasakan dirinya.
Selesai menumpahkan kesedihan nya, Alula melepaskan pelukan nya lalu menatap wajah kedua anak nya. " Moomy sedih sekaligus bahagia melihat kalian sudah tumbuh dewasa. " Liliya menatap sendu ibu nya dan langsung menangis. Alula terkekeh kecil dan ikut memeluk kembali ibu nya.
__ADS_1
Bersambung...........