NAKAL (NonA AKAn Lelah)

NAKAL (NonA AKAn Lelah)
Keselek


__ADS_3

Di pagi hari seperti biasanya, Isis dan kedua adiknya tengah sarapan sembari bersenda gurau sebelum berangkat sekolah.


"Kak, Gue besok mau ikut ekskul bela diri boleh, kan?" ucap Luna (Laluna) sambil memperagakan gerakan meninju.


"Hey.. makan dulu! Awas kali susu gua Lo jatuhin. Gua rebut susu Lo!" ucap Mana (Manali) mengancam.


"Ya elah, dek-dek. Gua kan belum senggol susu lo, Lo malah marah-marah dulu!" jawab Luna menantang.


"Dek, dek, dek, dek. Gua bukan adek Lo! Kakak gua cuman kak Isis!" ucap Mana memeluk Isis.


Isis yang tengah minum susu pun tersedak karena kelakuan Mana hingga bajunya basah terkena susu.


"Uhuk..uhuk..!"


"Eh.. sorry, kak. Tadi Luna yang dorong!" ucap Mana menuduh Luna.


"Enak aja, lo yang peluk-peluk kak Isis. Kok, gua yang lo tuduh!" ucap Luna tak mau kalah.


"Udah-udah! uhuk.. kalian berangkat dulu sana! minta paman Jon anterin! kakak mau ganti baju."


"Maaf, kak!" ucap Luna dan Mana.


"Iya-iya, udah sana berangkat!"


"Muah.. muah" Isis mencium pipi kedua adiknya.


"Ya udah, yuk kita berangkat, dek!" ucap Luna seraya berlari.


"Udah gua bilang jangan panggil gua dek!" teriak Mana menghampiri Luna.


Isis tersenyum melihat keakraban keduanya. Setelah ia berganti pakaian, ia pun segera berangkat sekolah. Namun, belum sampai di sekolah ia malah di cegat oleh beberapa orang pria kekar dan juga garang beserta satu wanita cantik berseragam sekolah.


"Duh, Non. Ini gimana? itu ada preman lagi. Terus juga ada cewek yang terjabak kayaknya!" ucap pak Jun, Saudara pak Jon.


"Udah, berhenti aja, pak. Biar saya yang urus!" ucap Isis keluar dari mobil.


"Tapi, non. Nanti kalau ada apa-apa, gimana?" ucap pak Jun berusaha menghentikan Isis.


"Nggak akan ada apa-apa. Bapak percaya aja sama saya!" ucapnya.


"Tapi, Non—"


Pak Jun tak berhasil menghentikan Isis. Alhasil, Isis pun pergi menghampiri wanita itu.


"Wah, wah, wah.. Ternyata ada kakak pacar ketua OSIS, nih!" ucap wanita itu sembari bertepuk tangan.


"Kenapa? Ada masalah apa Lo cari gue, Celine?" ucap Isis dingin.


CELINE HEREGIO SHA, putri konglomerat dan termasuk juga musuh keluarga GACHA, keluarga milik Isis.


"Nggak ada apa-apa, kok. Gue cuman mau minta sesuatu aja!" ucap Celine.

__ADS_1


*****


Di gerbang sekolah, Vico tengah menunggu Isis dengan membawa sebuah buket bunga beserta kotak kecil berwarna merah tua dengan pita kuning yang imut.


"Yo, Vico!"


"Oh, Lo ngapain?" ucap Viko.


NORTHUMBRIA MIKHAELZAYN, sahabat Vico yang paling garing dan periang, ia juga merupakan wakil ketua OSIS.


"Ya elah, gua kesini juga karena kasian sama Lo. Eh.. malah di usir!" ucap Mikha cemberut.


"Bodo, Lo yang kesini sendiri ganggu gue! Pergi sana!" ucap Vico tanpa menoleh.


Vico terus memperhatikan ke arah luar gerbang. Menunggu Isis yang tak kunjung muncul.


"Eh, bro! Lo itu ketua OSIS, masa mau kayak gini, sih. Dimana muka gue sebagai wakil ketua OSIS??" ucap Mikha sambil berekspresi memelas.


"Muka-muka Lo sendiri. Kok, tanya gue. Mau Lo taro di tong sampah gua aja ikhlas, kok! Secara, kan muka Lo pasaran banget!" ucap Vico mengejek tanpa menoleh.


"Enak aja, muka Lo, tuh yang ganteng tapi dingin kata es udah seribu tahun di benua artantika!" ucap Mikha yang tersulut emosi.


"Kalo Lo bukan temen gue, mungkin gue juga gak akan kesini. Berhubung Lo itu temen gue, jadi CEPET MASUK, KELAS UDAH MAU MULAI!!" ucapan Mikha tinggi diakhir kalimat.


"WOY! BUDEG LAMA-LAMA KUPING GUE!" Teriak Vico. Bagaimana Vico tidak marah, Mikha saja teriak-teriak di dekat telinganya.


"BIARIN!" teriak Mikha sambil berlari.


Tin..tin..


"Awas, dek! Jangan didepan gerbang. Kalau ada murid atau guru yang lewat nanti tertabrak, loh!" ucap seorang satpam yang mengendarai motor hendak masuk ke dalam sekolah.


"Maaf, pak!" ucap Vico menunduk.


"Iya. Eh, itu hingga sama kotak,kan? hadiah buat siapa? Pacar, ya??" ucap pak satpam setelah memarkirkan motornya.


"Eh, pak Tito tau aja!'' ucap Vico malu.


"Cie.. Dulu kalau waktu SMA, saya nggak kasih bunga atau kotak hadiah kayak gini!"


"Terus kasih apa, pak?"


"Saya kasih, tuh tiket nonton layar lebar di lapangan"


"Layar lebar?"


"Iya, layar lebar itu kayak bioskop. Bedanya, kalo layar lebar itu di luar ruangan, kalo bioskop di dalam ruangan!"


"Oo.. gitu! Terus reaksi pacar pak Tito gimana?"


"Waktu saya kasih tiketnya itu, dia biasa aja. Tapi, waktu pulang setelah nonton, malah ngajak lagi!" pak Tito terkekeh.

__ADS_1


"Untung aja gak marah ya, pak!" Vico ikut terkekeh.


"Iya! untung aja.....


Pak Tito dan Vico mengobrol dengan sangat akrab. Mereka menceritakan berbagai pengalaman, Di rumah , sekolah maupun tempat hiburan. Pengalaman lucu, menyedihkan, bahkan pengalaman konyol juga mereka ceritakan hingga tertawa lepas. Namun, suara seseorang mengagetkan mereka hingga mereka langsung menghentikan pembicaraan.


"Apakah tidak ada guru hingga jam segini Lo belum masuk kelas, Vico?"


"Isis? Loh, kamu kok ngomongnya jadi gini?" ucap Vico terkejut.


"Gue ya gue, Lo ya Lo! Gak usah sibuk ngurusin cara ngomong gue!" ucap Isis lalu melenggang pergi.


"ISIS! TUNGGU GUE!" teriak Vico mengejar Isis.


"Haduh, anak muda zaman sekarang. Kalo pacaran ada apa-apa sedikit pasti marah! Dasar anak muda!" ngucap pak Tito sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Maaf, Bu. Saya telat!" ucap Isis dengan dingin.


"Terlambat 2 menit, nanti bersihkan WC Putri dua pintu saat istirahat!" ucap Bu Leni guru paling tegas di SMA golden school.


"Baik, Bu!"


Setelah Isis bisa duduk, mereka semua melanjutkan pelajaran dan Bu Leni mulai menjelaskan lagi.


*****


Jam istirahat sudah mulai. Isis ngsung membersihkan WC Putri dengan cekatan. Pasalnya, perutnya kini sudah meronta-ronta ingin diberi makan.


"Huh, akhirnya. Gue kira tadi gue sarapan banyak. Kok, sekarang malah laper lagi. Dasar perut karet!" makinya pada dirinya sendiri.


"Makan apa enaknya, ya.. Kayaknya pake nasi goreng atau bakso enak juga!" ucapnya pada dirinya sendiri.


Isis berjalan menyusuri lorong hendak menuju kantin. Namun, tiba-tiba saja ia dipanggil oleh Vivi.


"Heh, Isis! Lo itu orang gila baru, ya? kok, ngomong sendiri. Sini, ngomong sama gue aja!" ucap Vivi bercanda.


"Ngapain juga gue ngomong sama Lo. Lo juga duduk sendiri kayak orang gak laku!" ucap Isis ketus tanpa berhenti maupun menoleh.


"ISIS!" teriak Vico dari kejauhan hendak menghampiri Isis.


Isis bukannya berhenti dan berbalik malah terus berjalan hendak memesan makanan.


"ISIS! TUNGGU GUE!!"


"Isis, itu Vico panggil Lo!" ucap Chaya.


Namun, Isis malah tak menggubris ucapan Chaya. Ia malah lanjut memesan makanannya.


"Bu, satu mangkok bakso sama 1gelas jus alpukat tanpa gula!".


"Baik!"

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2