NAKAL (NonA AKAn Lelah)

NAKAL (NonA AKAn Lelah)
Shit!!


__ADS_3

Sejak kemarin atau tepatnya 2 hari setelah kejadian di mana Vico menampar Isis, banyak hal yang telah terjadi. Dimulai dari kemarin, dimana Vico yang tiba-tiba menghilang selama 2 hari ini, sikap Chaya, Mikha dan juga Vivi yang tak mau menyapa bahkan menatapnya pun terasa nggan. Ini semua terasa canggung. Bahkan yang lebih parahnya lagi, tadi siswi-siswi yang menyebut diri mereka 'Calon Pacar Ketos' yang merupakan fans Vico itu membully Isis lagi.


Dulu, mereka sempat menghilang setelah kabar tentang Isis dan Vico menjalin hubungan. Namun, sepertinya kini mereka bertindak lagi setelah mendengar gosip putusnya hubungan Vico dan Isis.


Kini, Isis berada di raftop sekolah sambil termenung—tidak! Bukan termenung melainkan meratapi nasibnya. Tentang bagaimana ini semua terjadi padanya dan apa rencana Tuhan yang sebenarnya, ia tak tahu! Air matanya meleleh keluar tanpa izinnya. Entak apa yang menghantamnya hingga membuat dadanya sesak dan hatinya perih. Ia merasa seperti—entahlah! Intinya lelah!


Tak berapa lama, 5 siswi masuk membawa seember air pel, sebuah tali, dan juga segulung lakban. Meraka itu Fans dari Vico.


"Hahaha! Akhirnya, Lo gak bisa lari lagi! Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga! Jadi, sepandai-pandainya Lo kabur dari gue, Lo bakal tertangkap!" Ucap salah satu dari mereka yang biasa dipanggil Meera.


"Halah, peribahasa Lo aja masih salah, belagu sok mau adu mekanik ama gue! Ck, dasar otak udang!" Ucap Isis merotasikan matanya tanpa menolehkan kepalanya. Eits, jangan salah! Walaupun Isis di bully, Isis itu bukan tipe orang yang nyerah gitu aja kalo di bully. Dia bakal ngelawan sampe dia gak kuat berontak lagi.


Wajah Meera memerah marah. Perkataan Isis berhasil memancing emosinya. Isis dengan cepat menghapus air matanya dan berdiri menghadap pada Meera and the genk.


"Apa? Gue bener, kan? Secara Lo itu cantik, tapi sayang bodoh dan licik!" Bisik Isis tepat di telinga Meera dengan seringai di bibirnya lalu berjalan melewati Meera.


Tangan Meera terkepal erat, ia hendak menendang Isis dari belakang namun berhasil di gagalkan oleh Isis. Tendangan itu salah sasaran dan malah mengenai salah seorang teman Meera yang membawa seember air pel. Air pel itu tumpah ke kaki Meera dan juga tubuh temannya yaitu Laura. Dua temannya yang lainnya yaitu Dira, Ellya dan Selena hanya menatap mereka tanpa menolong mereka. Tanpa sadar, Isis telah menghilang dari rafftop.


"Sialll!!!!" Pekik Meera.


*****


"Ck, makin banyak aja! Siall!" Pekik Isis.


Suara Isis begitu menggema dalam ruang gelap nan kotor itu. Gudang sekolah yang hanya berisi barang-barang yang telah rusak seperti meja, kursi dan alat elektronik maupun olahraga. Di sana, tepatnya di pojok dinding terdapat sebuah meja dengan komputer yang masih menyala diatasnya dan sepasang kursi kayu yang salah satunya diduduki Isis.


Isis dengan wajah gelisah mengotak-atik komputer itu. Lagi, lagi, lagi, dan lagi Isis mencoba ia tak kunjung berhasil. Entah apa yang ia coba namun sepertinya penting karena raut wajahnya nampak sangat gelisah.


"Gimana ini, sih! Bego banget Lo, sis! Lo itu terlalu bego! Masa gak bisa ngelakuin hal semudah ini!" Makinya pada dirinya sendiri.


"Nggak! Nggak! Lo gak boleh nyerah! Lo harus semangat! Coba lagi! Ayo! Co—"

__ADS_1


"Nah! Berhasil!"


Isis yang tadinya gelisah menjadi amat senang. Ia tampak sangat bersemangat untuk melakukan hal yang entah apa itu.


"Gue bisa sekalian kirim nih, foto. Terus ini juga ada rekaman suara Viera. Untung aja kemaren sempet minta dia. Yah... Walaupun maksa si. Hihi! Gak papa lah... Palingan nanti dia juga ngamok, doang!" Ucap Isis disertai kekehan hambar.


Tak beberapa lama...


Cting...


Suara notifikasi pesan masuk berhamburan di layar komputer itu. Isis tersenyum tipis. Ia lalu mematikan komputer itu dan....


Brak!!


Ia memukul-mukul komputer itu hingga hancur lebur. Setelahnya, ia menghela nafas dan membuang tongkat baseball yang ia gunakan tadi.


"Udah, deh! Aman!"


*****


Malam ini, malam yang mendung dengan rintik-rintik hujan dan bulan yang nampak samar di balik awan. Mendungnya langit seakan melukiskan perasaan seorang gadis cantik dengan rambut di cepol asal.


"Hah... Moga aja berhasil!"


Detik berikutnya, ia duduk di kursi meja belajarnya. Ia mengambil sebuah pulpen dan membuka setiap lembaran-lembaran di buku itu, buku diary kehidupannya. Beberapa foto kebersamaan yang berisi Isis dengan 2 sahabatnya, Isis dengan Vico yang romantis, Foto keluarga besar GACHA, dan foto yang berisi Vico, Isis, Chaya, Vivi, dan juga Mikha yang ia tempel di lembar lain buku itu. Ia lanjut menuliskan sesuatu.


Day 70


'Hari ini, banyak hal yang ku alami. Bukan sekedar sebuah tragedi, namun sejarah yang begitu sulit dilupa. Bukan tentang masalah di bully, namun tentang kehilangan bayangan dari orang yang ku lindungi. Kini, aku cukup puas. Usaha 70 hari berbuah perlahan-lahan. Sebentar lagi, aku bisa tenang melepas mereka tanpa ada pengganggu dan hama disekitar mereka. Hari ini juga, aku dinyatakan lulus dari Golden High School, sekolah khusus siswi berprestasi dari Indonesia di Belanda. Dad, Mom, Luna, Mana, Grandpa, dan Grandma pasti bangga, kan? Maaf, dunia. Aku harus membohongi kalian semua. Hanya aku yang cukup menanggung semua menderita, hanya aku! Kalian hanya perlu bahagia untuk membalasku!'


Tak terasa bulir-bulir bening jatuh tanpa permisi. Buliran-buliran itu semakin deras dan isakan kecil keluar dari bibir mungilnya. Ia menangis tersedu. Tangannya tak mampu menghapus semua air mata di pipinya.

__ADS_1


Saat Isis asik dengan dunianya, tiba-tiba deringan ponsel menyadarkannya.


Tring... Tring... Tring...


Isis segera mengusap kasar air matanya. Setelahnya, ia mengambil ponselnya yang berada di kasur.


"Halo?"


"......"


"Apa maksudmu!?" Wajah Isis mulai mengeras.


"....."


"Heh, dasar pecundang!"


"......"


"Hei! Apa—"


"......"


"Takut? Cih! Takut pada pecun—"


"....."


"Kau—"


Tut...


Telpon terputus begitu saja. Isis dengan rahang mengeras. Ia meremas ponselnya kuat-kuat.

__ADS_1


"AAAAGGGHHH!! SIALANNN!!" Teriak Isis frustasi.


__ADS_2