NAKAL (NonA AKAn Lelah)

NAKAL (NonA AKAn Lelah)
Mana demam


__ADS_3

Hari Senin sudah tiba. Para murid berangkat pagi untuk menghadiri upacara. Seperti biasa, sebelum berangkat sekolah Isis akan sarapan pagi. Namun, kali ini tidak ada Mana yang manja. Hanya ada Luna yang nampak murung tanpa Mana yang biasanya membuatnya ingin selalu meledeknya. Hari ini, Mana sedang sakit demam. Kata dokter, Mana mengalami syok berat hingga tubuh dan pikirannya tidak dapat stabil dan akhirnya jatuh sakit.


Setelah makan, Luna dan Isis pergi ke sekolah. Sekolah mereka berbeda jalur, jadi tak pernah berangkat bersamaan. Untung saja ada pak Jun yang baru bekerja 5 bulan lalu, jadi pak Jon tak perlu bolak balik seperti dulu.


"Apa sebenarnya motif pelaku? kenapa coba, dia lakuin tindakan yang bikin orang lain celaka. Gak ada untungnya, kan!" gumam Luna.


'Kalo pelakunya udah ketemu, mau gue bikin tuh pelaku ngaku dan gue bakal bikin dia gila! Berani-beraninya dia bikin adek gue jadi gini. Yah, walaupun mana menyebalkan tapi dia itu tempat gue buat curhat, dia juga teman gue satu-satunya.' batinnya geram.


"Udah sampai, non!" ucap pak Jon.


"Emm.. makasih, pak. Pak, nanti kalo ada apa-apa sama Mana, jangan lupa kasih tahu Luna ya, pak!" ucap Luna keluar dari mobil.


"Iya, non. Tenang aja!" ucap pak Jon menunjukkan jempolnya.


"Oke, Luna berangkat dulu. Dah, pak Jon!" pamit Luna berlari ke dalam sekolah.


Pak Jon tersenyum melihat betapa ramahnya nona mudanya itu. Entah seberapa bahagianya nyonya dan tuan GACHA saat mengetahui kedua putri bungsunya yang kembar itu tumbuh dengan baik di bawah didikan Putri tertuanya.


*****


"Apa, sih. Yang sebenarnya Lo mau? kenapa Lo masih deketin gue? Gue udah bilang gue gak suka deket-deket sama Lo! Lo itu pikun apa budeg, sih?" ucap Isis emosi.


"Bukan gitu! Gue cuma mau ngomong bentar sama, Lo. Kenapa Lo jadi ngegas gini? gue juga ngomongnya baik-baik?" ucap Vivi.


"Iya, Isis. Kenapa Lo berubah gini? kita ada masalah apa? Lo lebih baik cerita. gue bakal bantu semampu gue!" ucap Chaya.


Pagi ini saat Isis memasuki gerbang sekolah, ia tiba-tiba saja ditarik oleh Vivi ke taman belakang sekolah. Entah kenapa Isis merasa sangat merindukan sikap sahabatnya yang selalu menggangunya. Padahal tiap hari ketemu, tapi kenapa terasa asing? Takdir, tolonglah. Kali ini Isis sudah lelah, hampir menyerah namun semua sudah terlanjur terjadi. Andai waktu bisa terulang, mungkin Isis akan memilih untuk tidak dilahirkan ke dunia daripada menanggung luka di hati dan jiwanya.


"Gue capek denger ocehan kalian. Minggir! gue mau pergi. Daripada gue buang-buang waktu di sini, mendingan gue tidur!" ucap Isis lalu melenggang pergi.


"Tidur? kapan terakhir kali usia tidur dikelas? Lo tau?" tanya Chaya pada Vivi.


"Gak. Dia cuma bikin alasan buat ngehindar dari kita. Jadi kita ikuti dulu permainan yang dia mainkan. Nanti juga kebongkar apa yang di sembunyiin sama dia!" ucap Vivi lalu melenggang pergi.


"Hei, tungguin gue!" ucap Chaya berlari mengejar Vivi.

__ADS_1


'Air mata!' batin Vivi.


*****


"Hampir, hampir aja gue kebawa suasana! untung langsing lari!" ucap Isis di WC wanita.


"Gawat, kalo si brengsek Celine itu tahu gue deket sama Vivi dan Chaya, gue takut dia bakal lakuin hal nekat ke Luna!" gumam Isis gelisah.


"Ryo, iya Ryo pasti bisa cari cara buat melindungi Luna. Gue harus ngomong ke Ryo tentang masalah ini!" ucap Isis sebelum menelpon Ryo.


📞Call on


"Ryo, gue minta tolong sama, Lo!" ucap Isis khawatir.


"Woy, woy, tenang dulu sabi, lah. Ngomong pelan-pelan!" ucap Ryo di telpon.


"Gak bisa. Ini darurat! cepet Lo suruh anak buah, Lo. Buat lindungi Luna sekarang. Dan juga kirim beberapa buat jaga di mansion gue!" ucap Isis dengan nada yang semakin khawatir.


"Oke-oke, gue langsung kirim sekarang. Tapi kenapa Lo suruh gue buat kirim anak buah gue?"


"Iya-iya, gue bakal langsung suruh anak buah gue. Tapi nanti pas Lo pulang sekolah gue jemput, ya!" ucap Ryo semangat.


"Iya, terserah Lo! Yang penting apa yang gue omongin langsing Lo lakuin sekarang!"


"Iya, bawel banget, sih!" ucap Ryo malas.


Tut...


📞Call of


Telepon berakhir. Wajah Isis nampak lebih tenang. Ia hanya berpikir tentang keselamatan adik-adiknya sekarang ini tanpa memperdulikan kesehatannya yang memburuk akhir-akhir ini.


KRING...KRING...KRING...


Bel pertanda masuk sudah berbunyi. Isis segera membasuk wajahnya dengan air untuk membuat wajahnya yang masih berantakan agar rapih. Lalu, ia segera keluar dari toilet dan langsung masuk kedalam kelas sebelum guru masuk.

__ADS_1


*****


"Pa, Ryo ada urusan bentar. Ryo izin keluar rumah!" ucap Ryo kepada ayahnya, MANATTA TORRENT.


"Papa izinkan. Tapi, kamu mau pergi kemana pagi-pagi gini?" tanya Atta (Manatta).


"Ryo mau pergi ke rumah mendiang Tante Nana, pah!" jawab Ryo.


"Mau apa kamu kesana? Isis yang suruh kamu?" tanya Atta dengan curiga.


"Iya. Dia bilang kalo ada masalah darurat sekarang. Jadi, Isis suruh Ryo kirim penjaga buat Luna dan Mana. Sekalian, Ryo juga mau jenguk Mana yang lagi sakit!" ucap Ryo.


"Oke, besok papa dan mama bakal jenguk Mana juga kalo dia belum sembuh. Kalo sudah sembuh, ajak dia main ke sini bareng Luna dan Isis. Papa udah lama nggak ketemu Isis sejak seminggu lalu di kantor.


"Iya, nanti Ryo sampaikan pesan ini ke Isis, Luna dan Mana. Ya udah, Ryo pamit dulu." ucap Ryo berpamitan.


Keluarga GACHA dan keluarga TORRENT adalah memiliki hubungan yang dekat. Ayah dari Ryo, Atta adalah kakak dari Anasta Torrent (Nana), ibu dari Isis.


Ryo lalu pergi ke mansion keluarga GACHA. Sesampainya ia disana, ia langsung masuk dan disambut baik oleh para pelayan dan penjaga di manaion. Para penjaga yang ia kirim juga sudah sampai duluan di sana beberapa waktu lalu. Kini, ia tengah duduk di ruang tamu bersama bi Rose yang tengah menyajikan teh hangat.


"Bi, sejak kapan Luna sakit?" tanyanya pada bi Rose.


"Begini, tuan. Kemarin sore, Mana melihat kejadian yang membuat dirinya syok hingga trauma. Dan tadi malam, tiba-tiba saja Luna berlari dan menghampiri saya lalu berkata bahwa tubuh Mana demam. Lalu saya memberitahukannya pada nona muda Isis!" ucap bi Rose menjelaskan tentang kabar demamnya Mana.


"Pantas saja Mana bisa demam. Setahu gue, Mana adalah gadis yang paling kuat dan sangat jarang sakit. Makannya gue langsung ke sini karena penasaran!" gumam Ryo.


"Tuan mengatakan sesuatu?" tanya bi Rose yang mendengar samar gumaman Ryo.


"Tidak. Tapi, kejadian apa yang buat Mana syok sampai jadi gini?" tanya Ryo yang masih penasaran.


"Kalau kejadian jelasnya saya tidak tahu, tuan. Tapi, Mana menceritakannya pada saya. Awalnya..."


Bi Rose menceritakan apa yang dikatakan oleh mana kemarin. Sedangkan Ryo, ia mendengarkannya dengan sangat serius. Semua yang dikatakan oleh Bi Rose ia salin di otaknya. Beberapa pertanyaan juga ia lontarkan kepada bi Rose. Walau tak semua pertanyaannya di jawab oleh ni Rose, tapi ia mengerti beberapa hal. Ia mengerti kenapa Isis menyuruhnya untuk mengirimkan pengawal pada Luna dan Mana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2