NAKAL (NonA AKAn Lelah)

NAKAL (NonA AKAn Lelah)
EPILOG


__ADS_3

Pagi ini, awan mendung mendominasi langit yang awalnya biru terang kini nampak gelap. Mentari tak mampu membuat cahayanya menembus awan pekat itu. Awan yang membawa banyak air hasil ¹evaporasi dari laut, sungai, maupun sumber-sumber air lain itu terlihat siap menumpahkan isinya seakan dunia ikut bersedih akan ketiadaan sosok belahan jiwa seseorang itu.


Suasana kediaman Gacha nampak begitu ramai dengan lalu lalang manusia yang datang mengucap bela sungkawa. Beberapa orang datang ke dengan sebuah mawar putih di tangannya lalu meletakkannya di depan foto seorang wanita yang terlihat masih sangat muda.


Malang sekali nasibnya.


Sejenak sosok pemuda jangkung yang tengah tertunduk di depan foto sang istri itu menghela nafas lalu mendongakkan kepalanya, menghalau air mata yang seakan tak sabar ingin keluar. Setelah pemakaman tadi, hanya ia yang tersisa sendiri di ruang sepi ini, sedang yang lain sibuk mengurusi pemakaman anggota keluarga mereka.


Entah apa yang ada dipikirannya, sosok itu tersenyum lebar dengan manis hingga menimbulkan cekungan di pipi kanannya menatap foto sang istri.


Ia meneliti pikirannya lagi, berusaha mengingat apa yang menimpanya semalam. Ia ingat! Sang istri mengatakan kalau dirinya hamil. Setelah itu mereka tidur hingga pagi hari, ia terbangun karena silau matahari dan dering alarm ponsel. Saat itu, ia merasakan tak ada pergerakan dari sang istri. Entah itu hembusan nafas, ataupun detak jantung. Bahkan ia memeriksa tubuh sang istri yang sudah mendingin berkali-kali hingga akhirnya memeluk erat sang istri yang ternyata telah dipanggil sang pencipta.


Euforianya seketika meledak. Ia bersimpuh di hadapan foto sang istri dengan tangis menggema di ruangan sepi itu.


Ia masih mengingat jelas setiap ucapan sang istri saat mereka berdua pertama kali melakukan hubungan. Istrinya itu mengatai dirinya sendiri darah kotor. Awalnya, ia tak mengerti. Namun, setelah menjelaskan segalanya, ia terkejut tentang sebuah fakta. Fakta bahwa istrinya—Isis adalah anak hasil hubungan terlarang mendiang ibu mertuanya—Anasta Torrent dengan adik kandungnya—Zemateo Torrent. Bukankah Isis berarti adalah anak dari hubungan Inses?

__ADS_1


Fakta mengejutkan lainnya adalah saat Isis juga mengatakan traumanya yang dalam disebabkan oleh penyiksaan dari keluarga ibunya sendiri dan dengan baiknya, Mexlyan Gorano Gacha—suami sang ibunda memberikan cinta dan kasih sayang padanya layaknya seorang putri kandung begitu pula keluarga besar Gacha. Namun, trauma itu nyatanya tak hilang hingga kerap kali membuat Isis terguncang dan menyakiti fisiknya sendiri.


Lagi...


Vico menangis dengan keras dan meraung-raung hingga akhirnya ia tak kuasa lagi membendung kesedihannya dan pingsan tanpa seorangpun tahu.


*********


12 Juli


Beruntungnya, komplotan itu berhasil ditangkap oleh beberapa anggota kepolisian setempat yang Vico panggil waktu itu dan akhirnya mereka dijatuhi hukuman mati 3 bulan lagi dengan tuduhan pembunuhan berencana, penggelapan dana besar-besaran dari salah satu pertambangan milik negara, perdagangan manusia, peredaran narkoba, pelecehan, dan juga tindak pidana perlindungan anak dan wanita.


Ruangan dengan bentuk dan suasana layaknya ruangan-ruangan rawat VVIP di rumah sakit itu penuh Isak tangis dari Luna, Mana dan juga Delta, perempuan yang ada dalam 3 keluarga itu—Torrent, Gacha, dan juga Zenpen.


Mereka terisak mengingat nasib pasangan yang tragis ini. Mereka berpisah karena kesehatan sang istri hingga 4 tahun lamanya. Saat mereka bertemu, mereka langsung menikah dan baru 1 bulan pernikahan mereka, mereka sudah berpisah lagi? Bahkan mereka bukan terpisah jarak seperti sebelumnya, tapi kini mereka berbeda dunia.

__ADS_1


******


Setiap hari, terbit tenggelamnya matahari. Setiap bulan, purnama dan sabitnya sang Rembulan. Setiap tahun, Bahagia dan sedih bergantian. Setiap saat, roda kehidupan berputar. Setiap abad, peradaban berubah.


Semua hal itu, mengajarkan bahwa segala sesuatunya tak ada yang abadi. Setiap uang bertemu, akan berpisah. Setiap yang dekat, akan menjauh. Setiap yang benci, akan mencintai.


Kodrat alam tak ada yang tahu, begitu pula manusia yang semestinya adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna diantara makhluk lainnya.


Waktu terus berjalan, tanpa henti, tanpa mengulang, tanpa kembali. Yang ia tahu hanya maju, melewati segala hal. Entah itu perjuangan yang berakhir manis, atau mengenaskan. Atau sebuah penyia-nyiaan yang berakhir dengan penyesalan, atau kesadaran sebelum hal yang mengerikan datang.


Sejatinya, manusia ada untuk melindungi sesamanya, merawat apa yang di anugerahkan padanya, memanfaatkan apa yang menjadi haknya. Terkadang, manusia juga serakah akan derajat, kekuasaan, kekayaan juga sanjungan dari manusia lainnya. Padahal yang lain itu hanyalah mencari hal yang baginya menyenangkan. Setelah bosan, hal itu akan terbuang.


SELESAI


____________

__ADS_1


¹Evaporasi: Penguapan air oleh cahaya matahari


__ADS_2