
"Tak salah lagi, bocah ini Jincuriki, kan?" Tora menyerahkan selembar foto ke samping seraya berkata demikian.
"Benar," jawab Mui. "Yang ada di foto ini adalah Jincuriki Kyubi, yaitu Naruto Uzumaki."
Ushi yang menerima foto tadi, mengamatinya dari dekat. "Apa foto ini di ambil di sini?"
"Benar," jawab Mui. "Karena memang sudah aturannya para tahanan harus di foto."
Ushi menyerahkan foto tersebut ke Saru.
"Terlihat seperti bocah yang tidak suka banyak berfikir, ya." Saru tertawa kecil. "Mui, apa pendapatmu tentang bocah ini?"
"Kemampuan fisik dan cakra nya memang mencenganngkan. Karena sudah tau bahwa dia Jincuriki, saya pun memasangkan Tenro padanya dengan hati hati. Jika tidak demikian, mungkin saja saya akan dapat dipentalkanya."
"Ooh, sampai segitunya, ya. Jincuriki sungguh gila."
"Dia terus memikirkan soal Desa Konohagakure sampai sampai tidak kepikiran mengenai apa yang bakal terjadi pada dirinya sendiri mulai sekarang."
"Oranv inpulsif begitu mudah dikendalikan, ya."
Terakhir, foto itu tiba di tangan Hitsuji
__ADS_1
"Lalu?" Hitsuji melirik foto tersebut tanpa minat, lalu membuangnya ke atas meja bundar. "Apa asalkan ada cakra bocah ini, kotak itu bisa di terbuka?"
"Saya tidak tahu."
Begitu Mui menjawab demikian, keempat orang yang mengelilingin meja bundar langsung mengeluarkan hasrat membunuh mereka.
"Selama 10 tahun ini, saya sudah mengusahakan segala cara, mengorbankan segalanya demi membuka kotak tersebut." Mui sama sekali tidak melakukan pergerakan, hanya terus melanjutkan dengan nada datar. "Dari sanalah saya tahu kalau yang dibutuhkan untuk membuka kotak bukanlah cakra berjumlah besar, namun juga cakra yang memiliki elemen gabungan yin dan yang."
"Apa dasar ucapannu itu?" Tanya Tora.
"Kotak surga ini memiliki empat wajah yang melanbangkan emosi manusi, yaitu kegembiraan, kemarahan, kesedihan, dan kepuasan. Berdasarkan eksperimen yang telah dilakukan sampai saat ini, meski cakra yang dialirkan masuk bisa membuat satu wajah merespon, wajah lain akan menolak. Meski wajah gembira merespon, wajah puas akan menolaknya. Jika wajah sedih merespon, wajah puas akan menolaknya. Ujung ujungnya, sudah subjek eksperimen tewas, kotaknya pun tidak terbuka."
"Kalau tidak salah, saat kau mencobakannya pada putamu....." Saru sengaja tidak meneruskan ucapannya sampai akhir, menimbulkan kesan ambigu.
"Dan satu wajah yang tidak merespons itu kalau tidak salah adalah....."
"Wajah puas."
"Singkatnya, juka keempat wajah itu bersamaan merespon ke satu cakara, kotak itu akan terbuka." Hitsuji menunjuk foto yang ada di atas meja dengan dagunya. "Apa kau ingin bilang kalau kemungkinan bisa terbuka jika dengan cakra pemuda bernama Naruto Uzumaki ini?"
"Struktur penyusun cakra Jincuriki masih belum diuraikan." Jawab Mui. "Tapi, hanya inilah kemungkinan yang tersisa."
__ADS_1
"Berarti kau sudah mencoba segala cara?"
"Dalam 10 tahun ini, jumblah nyawa yang telah terenggut oleh kotak ini suah bukan hanya 100 atau 200 lagi."
Mendengar ucapan Mui tersebut, keempat orang lainnya tertawa bersamaan.
"Bukankah itulah gunanya Kastil Hozuki?" Balas Ushi dengan nada riang. "Benar, kan, semuanya?"
Kemudian tawa keempatnya bertambah kencang.
"Para leluhur Kusagakure bisa membuka kotak ini," ucap Tora. "Jika hanya cakra Jincuriki yang belum pernah dicobakan untuk eksperimen, aku kadi cukup berharap. Bagaimana dengan kalian?"
Ketiga orang lainnya mengangguk.
"Mui telah mengabdikan dirinya secara penuh demi Kusagakure."
Semua langsung serentak mengangguk begitu mendengarnya.
' Orang orang ini akhirnya datang ke Kastil Hozuki lagi untuk pertama kalianya sejak hari itu.'
Begitulah pikir Mui saat berhadap hadapan dengan Tora, Ushi, dan Hitsuji, Empat Kader, yang duduk mengelilingin meja bundar. Sama seperti hari itu, saat ini pun wajah mereka tertutup topeng.
__ADS_1
Terimakasih Telah Membaca
Di episode sebelumnya, maaf karna saya salah memberikan judul nya. Karna seharusnya judulnya adalah "Jiwa Yang Terkurung part 2