Naruto Blood Prison

Naruto Blood Prison
Musim Hozuki part 6


__ADS_3

"He he he..... Paman, awalnya, kukira Paman orang yang menyebalkan, lho," ucap Naruto menghadap Mui sambil meregangkan pundaknya. "Diluar dugaan, Paman orang baik, ya. Makasih."


"Tak perlu berterima kasih."


Saat itu juga, Mui merundukan tubuhnya dan menghantamkan pengkal telapak tangannya ke dada Naruto.


"Katon Tenro!"


"Apa!?"


Naruto terpental sampai alhirnya terjatuh kembali ke permukaan tanah.


"Sial!"


Naruto mengambil pose kuda kuda siap bertarung, tapi kemudian langsung menyadari adanya keanehan. Tubuhnya panas! Serasa dililit kencang oleh kawat berduri yang telah dibakar. Naruto yang sudah tak dapat menahan panasnya lagi sampai akhirnya membuka baju, tak dapat berkata kata lagi setelah melihat dadanya.

__ADS_1


"A, apa ini?"


"Selama formula jutsu ini terukir di dadamu, kau takkan bisa menjalin cakra."


Tubuh Naruto sudah terlilit oleh pola yang menyerupai tali jerami.


"Ini kinkojutsu yang sudah diwariskan dalam klan kami," jelas Mui. "Karena memiliki Tenro inilah Kusagakure dipasrahi menjadi penanggung jawab Kastil Hozuki."


Para tahanan lain bergidik ngeri. Naruto berusaha bangkit, namun keseimbangannya goyah sehingga dia jatuh berlutut sebelah kaki di atas rerumputan.


"Kubuat tubuhmu jadi tak bisa bergerak bebas," ucap Mui. "Kau pasti akan segera terbiasa. Asalkan tidak berusaha mengaktifkan ninjutsu, kau takkan mengalami kesulitan yang berarti dalam menjalani keseharianmu."


"Ja, jangan meremehkan Naruto Uzumaki....," Naruto menatap wajah dingin Mui dengan pandangan menusuk lalu membentuk salib dengan jarinya. "Taju Kage Bunshin no Jutsu!"


Tubuh Naruto mengeluarkan bunyi 'bof' dan dikelilingi asap. Para sipir bersemangat melihatnya. Namun, begitu kepulan asap itu buyar, yang muncul hanyalah seorang Naruto yang jatuh terlungkup di pernukaan tanah, serta satu Naruto yang terengah engah dengan bertumpu pada tangan dan lututnya.

__ADS_1


"A, apa ini..."


Keringat dingin mengalir jatuh ke pipi Naruto.


"Tu, tubuhku..... serasa terbakar....,"


"Ooh, kau hebat juga. Meski hanya satu yang keluar, tetap saja tak kusangka kau masih bisa mengaktifkan Bunshin no Jutsu setelah terkena Tenro tuan Mui." Seraya berkata demikian, Togan sekuat tenaga menendang perut Naruto yang sedang bertumpu pada tangan dan lututnya.


Naruto yang ditendang itu buyar layaknya kabut. Para sipir lain menertawakannya.


"Ups, tubub aslinya disini, ya?" Turut tertawa, Togan menendangi Naruto yang telungkup. "Jangan minpi bisa kabur! Jika sampai berpisah melebihi jarak tertentu dari Tuan Mui, Tenro itu akan aktif dan tubuhmu akan terbakar hangus! Ga ha ha ha!"


Naruto yang tergeletak itu tak dapat menggerakan seujung hari pun. Begitu bergerak sedikit saja, rasanya tulangnya akan turut terbakar dan meleleh.


"Karena ujung ujungnya kau pasti akab tahu juga, sekalian saja kuberitahu sekarang." Suara Mui terdengan dari jauh. "Tenro dengan elemen api ini memang takkan berefek di dalam air. Tapi, laut di sini sangat dalam, arusnya pun kencang. Begitu tercebur ke sana, kau akan mati di dalam air tanpa sempat menjalin cakra."

__ADS_1


"Oi, perlihatkan!" Begitu Togan berseru, seorang sipir muncul dengan membawa pelampung besar. "Semuanya mendekatlah kesisi tebing!"


Para tahanan berjalan berbarengan menuruti perintah Togan, sementara Naruto di topeng oleh dua orang sipir dan diseret ke sana.


__ADS_2