Naruto Blood Prison

Naruto Blood Prison
Musum Hozuki part 5


__ADS_3

Naruto menoleh begitu mendengar adanya suara berat, seperti bunyi rantai yang diseret. Jembatan angkat yang melintas parit luar kastil itu sedang perlahan terangkat. Hozuki mekar di sekitar parit luar kastil. Saat melewati jembatan angkat tadi, Naruto bisa memastikan kalau dijejalkan banyak tombak di bawah permukaan air parit luar kastil.


Para sipir sudah berdiri berjejeran.


"Apa ini sudah semuanya?" Begitu sipir penjara yang berwajah super bulldog mengatakannya, sipir lain yang ada di sampingnya mengangguk.


"5 tahanan yang masuk dari sini sudah lengkap semua."


"Ehen." Sipir bulldog itu berdehem. "Aku Togan, kepala sipir penjara ini! Gerbang itu bernama Donbomon. Artinya, harapan semua orang yang melewati gerbang ini akan terputus. Paham? Buang harapan kalian! Kalau tidak, kalian akan berada dalam masalah! Aku sendiri pria berumur 40 tahun yang lebih suka mendengar suara teriakan manusia ketimbang makan 3 kali sehari. Ga ha ha ha!"


Naruto mengedarkan pandangannya ke wajah orang orang yang turut berjejer bersamanya. Ada lelaki dengan bekas luka sayatan besar di pipinya. Ada orang tau berjenggot putih. Ada lelaki bertubuh kecil seperti tikus sengan mata jelalatan. Juga orang yang mengenakan bandana biru kehijauan pucat dan berwajah arogan.


"Setelah ini, Tuan Mui, kepala Kastil Hozuki, akan memberikan sambutan!" Seru Togan. "Dengarkan baik baik!"

__ADS_1


Seorang lelaki yang datang dengan memvelah kerumunan sipir itu tidak memperlihatkan ekspresi, layaknya topek Noh. Jubah putih yang dikenakannya membuat lelaki itu terlihat selayaknya ilmuwan, tapi terlihat jelas kalau dia buakn ilmuwan. Bukankah rasa penasaran yang bersemayat di mata lelaki tersebut, melainkan sesuatu yang lain..... yang lebih dingin dan keji.


Ketegangan menjaliri tubuh seluruh tahanan baru di sana.


"Aku Mui, penanggung jawab tempat ini." Lelaki itu berbicara dengan nada tenang. "Kalau dilirim ke sini, bererti kalian telah sepenuhnya kehilangan kepercayaan desa. Makanya, jangan lupakan ini. Di sini, kalian sama sekali tidak bernilai."


Para tahanan menjadi ribut.


"Jangan seenaknya berbicara!" Hardik Togan.


"Dijebak?" Tangan Mui menghadang Togan yang sudah menghunus botonya dan berniat memukul Naruto. "Singkatnya, kau mau bikang kalau kau dikirim ke sini gara gara konspirasi busuk orang jahat?"


"Konspirasi busuk? Benar, benar. Begitulah yang terjadi! Ini pasti konspirasi seseorang. Kalau tidak segera menemukan pelaku aslinya, desa akan benar benar berada dalam bahaya!"

__ADS_1


"Desa akan berada dalam bahaya..... ya?" Ucap Mui tanpa menggerakan alisnya sama sekali. "Tanggung jawab yang diberikan 5 negri besar shinobi kepada Kusagakure adalah menjaga agar jangan sampai para shinobi yang ditahan di sini kabur. Mau seperti apa pun situasi yang kau alami, aku tidak mau tahu."


"Tunggu, dengarkan ceritaku dulu. Pokoknya pertama tama, keluarkan aku dari sini."


"Aku mengerti."


"Eh?" Naruto memejapkan mata. "Eh? Apa kau akan benar benar mengeluarkanku?"


Mui memberi isyarat dengan dagunya sehingga Togan langsung melepat kertas mentera yang ditempelkan di penjara kubus Naruto. Seketika itu juga, jutsu Yanato langsung buyar dan tubuh Naruto terbebas.


Naruto yang terlempar ke atas semak semak langsung berdiri dengan terhuyung, lalu meregangkan lebar lebar tubuh yang sudah 8 hari tidak digerakan.


Memang terasa sakit di sekujur tubuh, namun dia merasa lega.

__ADS_1


__ADS_2