
Selamat Membaca
"Jika membunuh Mui, formula jutsu di dada anda akan terlepas."
"Tuan Naruto Uzumaki? Anda mendengar saya?"
"Benarkah?" Naruto melimpat bediri, berpegangan pada jendela kecil tersebut. "Kenapa kau memberitahuku soal itu?"
Namun, menunggu berapa lama pun, tetap yak ada jawaban.
"Gruuuuuh....." Naruto melonggarkan kepalanya ke jendela kecil itu, sebisa mungkin menperluas jarak pandangnya. "Oi, siapa kau?"
Tak ada siapa pun di sana. Hanya ada sebuah Hozuki yang tertiup angin di samping dinding kastil.
Seorang lelaki berjalan pelan melintasi halaman. Begitu lelaki itu mendekat, para tahanan langsung panik, dengan gugupnya membuka jalan baginya. Setelahnya, semua yang ada di sana hanya bisa menagap punggung lelaki itu dengan mata yang sarat akan kebencian sekaligus teror.
Naruto melihat situasi tersebut lekat lekat dari jauhnya. Dari kibaran bendera yang terpasang di atas menera kastil, dapat di pahami bahwa angin laut berhembus dari selatan ke utara.
Kastil Hozuki berdiri memunggungi laut di ujung tebing curam.
__ADS_1
Menara kastil yang menjulang tinggi ke langit itu digunakan juga sebagai menara untuk mengawasi para tahanan yang menghabiskan waktu sesuka hati di halaman dalam dinding kastil.
Tahanan yang mana pun bergerak dalam diam, selayangnya anjing buangan. Meski semuanya orang buangan dari desa tersembunyi, yang dapat mereka lakukan di sana paling paling hanya menindas tahanan lain yang lebih lemah. Sesekali memang terjadi perkelahian kecil, tapi begitu di hardik oleh sipir lewat speaker dari atas menara kastil, perkelahian itu langsung reda. Semuanua sudah paham.
Karena telah di pasangi Tenro, mereka jadi tidak lagi bisa mengaktifkan ninjutsu. Selaam masih ingin menjaga harga diri, menahan amarah merupakan pilihan cerdas. Meski melakukan perkelahian secara serampangan pun, ujung ujungnya mereka akan dipukuli dengan baton dan berakhir dengan di jebloskan ke ruang isolasi.
Tapi, situasi sedikit berbeda di sore itu, Naruto berjalan perlahan, kemudian langkahnya bertambah cepat sampai akhirnya dia lari sekuat tenaga mengejar lelaki tersebut.
"Tunggu!"
Lelaki itu menghentikan langkah dan menoleh. Ketegangan langsung melingkupi para tahanan lain.
"Kau sudah keluar, ya....." Mui mengamati Naruto. "Apa ruang isolasinya nyaman?"
"Aku tidak melakukan apa pun..... Makanya aku tidak boleh lebih lama lagi berada di tempat seperti ini..... Padahal seseorang sedang berniat melakukan hal buruk kepada Desa....."
"Memangnya apa hubungannya hal tersebut dengan ku?"
".....Eh?"
__ADS_1
"Harusnya sudah kubilang. Tugas yang kamu emban adalah menjaga agar jangan sampai kalian kabur. Mau apa pun dituasinya, aku tak mau tahu."
"Kudengar Tenro ini akan terlepas hika aku membunuhmu."
"....."
Para tahanan langsung heboh. Mereka langsung bertatap tatapan dan berbisik bisik, meneguk ludah tegang karena menunggu perkembangan selanjutnya.
"Aku tidak ingin melakukannya, tapi jika memang hanya itu cara agar aku bisa keluar dari tempat ini....." Naruto memusatkan energinya di mata. "..... Aku akan membunuhmu!"
Para tahanan langsung rubut.
"Lebih baik kau hengikan saja," sahut Mui tenang. "Kau yang sekarang takkan bisa membunuku."
"Mana bisa aku tahu sebelum mencobanya!"
Naruto langsung saja menghentak permukaan tanah dan menerjang lawannya. Mui menghindaa pukulan Naruto dan menjulurkan kaki nya, membuat Naruto jatuh terguling sehabis tersandung.
Terimakasih Telah Membaca
__ADS_1
Jangan luoa baca chat story baru aku yang judulnya "Pembasmi Covid-19" ya