Naruto Blood Prison

Naruto Blood Prison
Dunia Seorang Diri part 5


__ADS_3

Siang di hari ke 5


"Naruto Uzumaki, keluarlah!" Pintu ruang isolasi terbuka dan terdengar suruan sipir. "Hari ini hukuman isolasimu selesai!"


Tubuh Naruto yang bangkit berdiri dengan limbung itu penuh dengan luka dan kotoran, serta mengeluarkan bau badan menyengat. Pipi yang tergores saat dia dipukul oleh Togan, sudah tertutup koreng.


Hal yang pertama tama dilakukan para sipir adalah menyuruh Naruto mandi. Perjalanan dari Desa Konohagakure sampai Kastil Hozuki ditempuh dalam 8 hari. Seraya bermandikan gebyuran air dingin, Naruto mencoba menghitung dengan kepalanya yang sudah bertambah lambat dalam berfikir. Rencana kaburnya di hari pertama gagal, dan mendadak dia harus dikurung dalam ruang isolasi selama 3 hari. Lalu, kali ini dia dikurung selama 5 hari. 8 + 3 + 5.....


'Ini mandi pertamaku dalam 16 hari ya.....'


Kotoran yang terbilas dari tubuhnya malah terasa bertumpuk di hati.


16 hari.


Terasa seolah seperti 16 tahun.


'Saat ini, apa yang sedang orang orang Desa lakukan, ya?'


Meski dirinya tidak ada sekalipun, takkan ada yang berubah dari Desa Konohagakure. Naruto mengangkat wajah, membiarkan air matanya mengalir bersama air mandinya. Shikamaru pastinya sedang bermain Shogi, Choji sedang memakan keripik kentang, Ino sedang menyiram bunga, Sakura sedang mempelajari teknik medis ninjutsu dari Tsunade.

__ADS_1


'Apa aku pernah membunuh orang yang sama sekali tidaj bersalah pada mu, demi melindungi Desa?'


'Kau sudah dibuang Desa, lho, dasar bodoh!'


'Apa arti Desa bagimu?'


Naruto meninju dinding ubin kamar mandi, seolah berusaha menghancurkan suara yang terus berdengung di dalam kepalanya. Selesai mandi, Naruto berjalan terhuyung huyung ke kantin dengan kepala bertunduk lesu. Rasanya lelah sekali karena dia terlalu banyak menggunakan otak yang biasanya jarang dipakainya untuk berfikir keras.


Di tambah lagi, makanan di dalam ruang isolasi hanyalah berupa makanan sisa kantin, dan hanya disajikan sekali di tiap harinya. Saking lapar perutnya, rasanya saat ini Naruto bisa memakan seekor sapi bulat bulat.


Bagitu dia memasuki kantin, para tahanan yang sampai sebelumnya masih penuh semangat, seketika menghentikan bicara mereka. Mereka semua mengekori sosok Naruto yang sedang antre di barisan pembagian makanan, dengan tatapan berawan.


"Oooh, di Kusagakure juga ada ramen, ya?" Naruto menyeka liurnya, kemudian berseru ke penanggung jawab pembagian makanan. "Paman, aku juga mau ramen, dong!"


Tapi dia tak mendapat balasan apa pun.


"Cepat berikan padaku, dong! Perutku sudah sangat lapar!"


Saat itulah seorang laki lelaki bertubuh tinggi tegap, berdiri dari kirsinya sampai menimbulkan bunyi 'graak'. Bibir tebalnya merengut, dahinya berkerut, dan dia berjalan ke arah Naruto dengan cepat. Dia lelaki bertubuh bedar dan berjenggot.

__ADS_1


"A, ada apa....." Naruto mengambil ancang ancang. "Kalau mau makan ramen, kau hatus antre, paman."


Busungkan dada seakan ingin mengintimidasi pemuda di depannya itu. Selanjutnya, dia menghiruo udara dalam dalam, kemudian bertepuk tangan pelan.


"..... eh?"


Seolah tertular, para tahanan lain turut bertepuk tangan, dan tahu tahu saja seisi kantin sudah dipenuhi oleh suara tepuk tangan. Para tahanan satu per satu bardiri, kemudian menepuki Naruto dengan bangga.


"A, apa yang terjadi?" Naruto hanya bisa tercengang di tengah bunyi tepuk tangan dam suara siulan yang mengelilinginya. "He he he..... Aku tidak paham apa yang terjadi, sih, tapi..... Yaaaaay!"


Bunyi tepuk tangan itu kian nyaring.


Rasa laparnya seketiak lenyap. Naruto naik ke atas meja panjang dan memperluhatkan pose kemenangan dengan tangannya. "Terima kasih, terima kasih! Aku Naruto Uzumaki dari Konohagakure! Mohon bantuan kalian mulai saat ini, ya!"


Semuanya serentak tertawa. Saat itulah lelaki bertubuh besar tadi akhirnya membuka mulut. "Saat ini, kau telah menjadi pahlawan tempat ini, lho."


Terimakasih Telah Membaca


Jangan lupa like dan komen. Bye bye, sampi ketemu lagi di episode selanjutnya

__ADS_1


__ADS_2