
" Entah. "
" Tak hanya di Kusagakure, arsip arsip kuno tiap desa lain pun mendeskrupsikan tentang kotak tersebut. " Sang sekretaris, Mabui, menambahi sambil membaca buku catatannya. " Konon berkat kotak itu, Kusagakure nyaris berhasil menguasai dunia. Di mana pun tidak tercatat mengenai apa yang sebenarnya terjadi, tapi yang jelas, setelah itu, Kusagakure mengalami kehancuran. Katanya, kepercayaan warga Kusagakure terhadap korak itu sangatlah luat bahkan sampai saat ini. Sampai sampai mereka menciptakan peran penjara yang disebut sebagai Tomori, menugaskan mereka untuk melindungi kuil tempat pemukaan kotak tersebut dan mengadakan festival tahunan yang bernama Kaumonsai. Tapi, apa memang pantas kalau itu hanya disebut sebagai kepercayaan rakyat biasa? Menurut laporan... "
" Sudah kuduga, kita tak boleh membiarkannya begitu saja, ya. " tukas Samui.
" Huh. " Raikage berjalan cepat ke depan. " Bagaimana dengan pembicaraan kita dengan Konoha? "
" Hokage pun sepakat untuk bekerja sama dengan kita. "
" Itu sudah pasti. Ini masalah besar yang menyangkut seluruh desa. Kali ini, mereka juga harus membuang segala egoisme. "
" Kalau begitu, apa ada kemungkinan kalau kita Kumogakure, akan menyertakan Tuan Killer Bee dalam rencana ini? "
" Aku masih belum memberi tahu Bee. "
" Kenapa? "
" Wujud asli kotak itu masih belum diketahui. Lagi pula, aku tidak bisa menerjunkan Bee dalam hal seberbahaya ini. "
" Ta, tapi... " Mata Samui menampakan kebingunga.
__ADS_1
" Baru saja anda bilang kalau kita hatus membuang egoisme... "
" Cukup Konoha tang membuang egoisme mereka. "
" ... "
" Ini yang namanya diplomasi. Terlebih lagi... " Raikage mengatupkan mulut dan menajamkan matanya. Ada bayangan hitam yang bergerak gerak di tengah hutan betula perak Siberia yang ada di punggir jalan itu. Bayangan itu bukan orang. Seolah awan hitam yang sedang mengintai mereka di bawah pohon.
" Itu... " Baru saja Samuis hendak membuka mulutnya, Raikage telah mengisyaratkan dengan tangan agar dia diam.
Omoi dan Karui masih fokos pada perkelahian mereka sampai tak menyadari apa pun. Awan hitam itu perlahan berhembus dan mengal sampai ke bawah kaki mereka.
Tinju Karui yang hendak diarahkan ke Omoi, jadi hanya membelah udara. Keduanya jatuh bersamaan ke permukaan tanah.
" ! "
Selanjutnya, Mabui pun jatuh seperti mereka.
__ADS_1
Samui yang menyadari keanehan ini langsung melompat ke udar, tapi dia tak bisa menghindar dari awan hitam tersebut. Kesadarannya menghilang dalam posisi tubuh yang masih mengambang, sehingga dia lantas terjatuh.
Saat ini, awan hitam itu sudah meluas ke seluruh permukaan.
Kepala Raikage berdenyut nyeri sampai dia jatuh berlutut kaki ke permukaan tanah.
Bau sulfur! Raikage menggelengkan kepalanya dan handak berdiri. Namun, awan hitam itu langsung menelan tubuh Raikage selayaknya makluk hidup raksasa tak berwujud.
Pandangan Raikage mengabur dan berputar tidak karuan, tubuhnya tidak lagi berenergi.
" Sila... bisa bisanya orang seperti ku terlena... "
Awan itu tertiup menjauh tarkena hempasan dari deduman jatuhnya tubuh Raikage ke permukaan tanah.
Lelaki itu menyaksikan semuanya dari awal sampai akhir dari tengah hutan betula pekar Siberia tempatnya bersembunyi.
Begitu mengisap Kyomin Izayoi, sapi pun bakal langsung tertidur. Obat tidur itu disebarkan lewat embusan angin malam, meninggalkan lima sosok yang tergeletak tanpa bisa bergerak.
Lelaki itu memang menutupi kepala yang lantas dikenalannya sempai menutupi mata, kemudian segera bangkit berdiri. Dia keluar dari hutan betula itu, maju selangkah demi selangkah mendekat ke arah Raikage. Sebuah sabit keluar dari lengan jubahnya, berhenti tepat di genggaman tangannya.
Terimakasih telah membaca
__ADS_1
🙏🏻🙏🏻🙏🏻