Naruto Blood Prison

Naruto Blood Prison
Dunia Seorang Diri part 7


__ADS_3

"Kaulah dalangnya, ya?" Tanya Mui dengan nada tenang. "Aku telah menusuk titik meridian kalian untuk meningkatkan level Tenro."


"A, apa katamu....."


"Lebih baik kau tidak bergerak."


"....."


"Efeknya memang hanya akan berlangsung sesaat, tapi bagitu menggerakan hanya 1 jari sekalipun, tubuhmu akan terbakar hangus."


"Ja, jangan konyol!"


Setelah menyerukan teriakan yang lebih mirip jeritan tersebut, lelaki itu segera menerjang Mui. Mui sama sekali tidak bergerak.


Rasanya Naruto mendengar suara 'bof!'. Dan di saat bersamaan, tubuh lelaki itu tertelan api.


"Uwaaaaa! To, tolooong!"


Mui tetao berdiri tenang.


"Sa, saya yang salah! Sa..... saya telah bersalah! Tolong tuan ampuni saya!"

__ADS_1


Namun, Mui hanya berbalik memunggungi lelaki yang kini telah menjadi bola api tersebut. Sebelum berjalan, dia berkata, "Akan kutegaskan lagi pada kalian yang tergeletak di sana. Lebih baik untuk sementara kalian jangan bergerak dulu jika tidak ingin jadi seperti lelanu itu."


Tak ada satu pun di antara mereka yang berusaha menentang dan bergerak.


"Uwaaaaa!" Hanya lelaki yang telah terbakar itu, yang ambruk ke lantai dah bergerak jungkur balik. Dia mati matian berguling guling, namun api sama sekali tak menunjukan tanda tanda akan padam.


"Api Tenro akan membakar cakra yang bergerak," bisik Maroi. "Dan takkan padam sampai tubuhnya terbakar habis."


'Kuat'..... Naruto meneguk ludah. 'Paman bernama Mui itu memang sangat kuat!'


Begitu lelaki tadi sudah sama sekali taj bergerak, api yang menelannya perlahan mengecil, terus mengecil sampai akhirnya padam dengan sempurna.


"Kusakage Ryu Happo Sho selayaknya tonbol peledak Tenro. Sakalu ditekan, cakra akan langsung membludak jika orang yang dipasangi itu bergeraj sedikit saja. Dia tak bisa bergerak sampai efek habis"


"Yang seperti itu..... sudah keterlaluan!"


Maroi langsung menghentikan Naruto yang berniat mengejar Mui dan menyerangnya. "Hentikan."


"Mui sialan itu..... takkan ku maafkan!"


"Aku sudah ada di sini selama 2 tahun," ucao Marou dengan nada membujuk. "Makanya, aku sudah tau sebagian besar informasi tentang mereka. Lelaki yang sudah jadi arang itu dulunya menyebarkan racun pada suatu desa dan membunuh seluruh warganya."

__ADS_1


"..... Eh?"


"Untuk membelas dendam pada seorang wanita yang tidak mau menuruti kehendaknya."


Naruto sudah tak dapat berkata kata lagi, hanya mengeratkan kepalan tangannya.


"Orang orang yang berada di sini memiliki latar belakang sama." Maroi mengedikkan bahu. "Jagalah nyawamu baik baik, Naruto Uzumaki. Apa jadinya kalau kau sampai pasang badan melundungi lelaki yang selayaknya sampah begitu?"


Sirene menggema je langit senja, disusul dengan suara speaker yang memberikan pengumaman dengan nyarik seperti biasa.


'Jam olarraga hari ini telah usai. Para tahanan silahkan bergegas kembali ke sel masing masing untuk pengambilan absensi.....'


Seorang sipir muda berjalan menuju ke menara pengawas, melintasi plaza yang telah kosong karena ditinggalkan para tahanan.


"Celaka, gara gara ke toilet, aku jadi terlambat ebsensi. Bisa bisa aku dimarahi lagi oleh si Togan sialan itu."


Sipir itu akhirnya berlari. Saat dia hampir memasuki bangunan, seseorabg memukul meras bagian belakang kepalanya.


Terimakasih Telah Memebaca


Jangan lupa like dan komen episode ini ya. Sampai ketemu di episode selanjutnya, bye bye

__ADS_1


Jika kalian minat, kalian bisa baca novel yabg judulnya Naruto Innocent Heart, Demonic Bllod


Makasi


__ADS_2