Naruto Blood Prison

Naruto Blood Prison
Musim Hozuki part 3


__ADS_3

"Tapi!"


"Ini sudah menjadi isu diplomatik antar desa!"



Begitu ditegur Tsunade, Sakura langsung menelan kembali perkataan yang hendak dilontarkannya.



"Bukan aku....." Naruto berdiri terhuyung. "Percayalah, Nek Tsunade..... Aku tidak melakukan apa pun."



Tapi, pandangan menusuk Tsunade padanya sama sekali tak menyiratkan kilau bujuknya itu berhasil.



"*Kakashi sensei*!" Naruto berpaling dari pandangan dingin itu, lalu berpindah untuk memohon pada Kakashi. "Kakashi *sensei*, percayalah padaku..... kemarin aku terus menemani Konohamaru berlatih. Sama sekali tak keluar selangkah pun. Aku beli bunga di toko Ino, berziarah ke makam pertapa mesum, lalu..... lalu, makan ramen bersama Iruka *sensei*....."



Tapi, pandangan yang diberikan Kakashi sama sekali tidak sesuai harapan Naruto.



"Naruto," panggil Tsunade. "Akan ku kirim kau ke Kastil *Hozuki*."



"Kastil *Hozuki* itu....."


__ADS_1


"Penjara *shinobi* yang dipasrahkan oleh seluruh desa ke Kusagakure." Naruto tak bisa membaca apa pun dari nada bicara Kakashi. "Siapa pun bisa masuk ke sana, tapi tak ada yang bisa keluar dari sana. Di tempat itulah para *shinobi* yang telah mengacau dan di kirim ke Kusagakure oleh tiap desa akan dipenjara untuk sementara, maupun untuk selamanya."



"Mu, mustahil....." Naruto menggelengkan kelapanya lalu mundur perlahan. "Aku tidak melakukan apa pun ..... pasti ada seseorang..... Benar juga! Ada seseorang yang berniat menjauhkanku dari desa!"



"Sungguh memalukan, Naruto!" hardik Tsunade. "Sudah terpojok seperti ini, kau masih ingin berkilah!?"



"A, aku tidak berkilah!"



Karena sudah kalut, Naruto secara refleks langsung menyilangkan jarinya membentuk salib.




"Sial!"



Pilar pilar katu itu saling mendekati dan dengan segera berunag menjadi penjara kayu berbentuk kubus yang mengurung Naruto.



"Sialan! Keluarkan! Keluarkan aku!"


__ADS_1


Tsunade bangkit berlahan, menempelkan kertas mantera ke penjara kubus yang mengurung Naruto.



"Bukan aku!" Naruto mengamuk, namun penjara itu sama sekali tidak tergoyahkan. "Pasti ada kesalahan! Aku tidak melakukan apa pun!"



"Dengan ini, sampai kebenaran akan kasus ini terungkap, Naruto Uzumaki akan ditempatkan di bawah pengawasan Kastil Hozuki," tegas Tsunade. "Bawa dia pergi!"


Teori konspirasi. Seseorang menjauhkanku dari desa karena berniat melakukan hal buruk ke Konoha. Ada orang yang mengendalikan semuanya dari balik bayangan. Jika memang begitu, aku harus bergegas pulang ke desa. Lalu, menemukan pelaku aslinya dan menghajarnya!


*Teori kesalahpahaman. Semua hanya kesalahpahaman. Bisa saja orang yang menggambar sketsa buronan itu sedang mabuk. Jika memang benar begitu, aku akan menghajar orang mabuk itu!"*



*Teori kejutan. Seluruh kejadian ini bisa saja hanya lelucon yang dilakukan secara berbelit belit. Bagaimanapun juga, gelagat tidak wajar dari nek Tsunade, Kakashi sensei , dan Kapten Yanato terlalu mencurigakan. Nanti mereka sebenarnya bakal bilang, "cuma bercanda, kok!". Kalau memang begitu....Kalau memang begitu.....*



"Aaaargh!" Di dalam penjara kubus itu, Naruto terus mengibaskan tangan dan kakinya. "Sial. Berfikir pun tak ada yang bisa kuoerbuat. Pastu ini cuma lelucon untuk mengagetkanku. Hei, hei, paman paman! Mana makan siangku?"



Tak ada jawaban.



Empat lelaki yang menggotong penjara kubus tersebut saat ini sudah berjalan mendekati sebuah desa kecil. Untuk sesaat, Naruto luoa kalau perutnya keroncongan dan lantas mengamati sekelilingnya.



Ini sudah hari ke8 sejak dia meninggalkan Desa Konohagakure. Dia telah menyeberangi sungai, melewati gunung dan beberapa desa. Di desa manapun yang dilewatinya, semua anak anak terlihat semangat. Sebenarnya terlihat kelewat bersemangat. Begitu melihat penjara kubus yang mengurung Naruto, semua dengan serempak langsung melemparkan batu padanya, mengumpatinya, kemudian tergelak. Anjing pun menggonggonginya. Namun, meski demikian.....

__ADS_1


Terimakasih Telah Membaca


🙏🏻🙏🏻


__ADS_2